Minggu, 02 Februari 2020

Beginikah Rasanya Menjadi Orang Tua ABK?

Hari itu jadwal saya mengantar Bilal terapi wicara (TW) di Fisioterapi RSUD Soebandi Jember. Bilal yang bangun kesiangan membuat kami tiba sedikit lebih siang dari biasanya. Dan benar, kami dapat antrian yang harus menunggu belasan nomor antrian di bagian administrasi. Begitu masuk ke Poli Fisioterapi, ruang tunggu penuh, nyaris tak ada tempat duduk tersisa. Bersyukur, antrian hari itu lebih banyak orang dewasa. Yang artinya, antrian TW bisa jadi lebih sedikit karena terapi yang satu ini biasanya didominasi oleh anak-anak.



Akhirnya, setelah beberapa lama saya dan Bilal mendapat tempat duduk yang berdampingan. Seperti biasanya, saat menunggu di ruang tunggu Fisioterapi, saya banyak habiskan waktu untuk melihat-lihat sekitar daripada sibuk dengan HP atau menonton televisi. Di ruang ini, banyak pemandangan yang bikin speechless. Orang-orang yang duduk di kursi roda, berbaring di tempat tidur dengan kondisi lemah bahkan tidak sadarkan diri, atau anak-anak yang masih harus memakai stroller padahal usia mereka mestinya sudah TK atau bahkan SD. Jadi malu. Selama ini banyak mengeluh, kurang bersyukur.

Sabtu, 01 Februari 2020

Plagiat, Pemuatan Ganda dan Blacklist Media

Di tulisan sebelumnya saya sedikit menyinggung tentang pernah di-blacklist oleh salah satu media atas laporan seseorang (bisa dibaca di Rubrik-rubrik Tulisan yang Hilang (Bagian Dua)).

Blacklist merupakan salah satu momok menakutkan bagi penulis opini di media massa. Ini biasanya terjadi untuk kesalahan penulis yang bisa dianggap fatal. Di antaranya, memplagiat tulisan orang lain (baik sebagian atau keseluruhan) dan pemuatan ganda. Plagiat biasanya ada unsur kesengajaan, dan ini biasanya sulit untuk dimaafkan. Nyaris tidak ada toleransi. Tapi untuk pemuatan ganda, ada beberapa kemungkinan mengapa ini bisa terjadi meski tetap ada kemungkinan unsur kesengajaan dari penulis.