Rabu, 29 Januari 2020

Berpenghasilan dari Nulis dan Ngeblog? Bisa Banget....


Postingan pertama di tahun 2020...
Susah banget ya mengakhiri hibernasi ini :)
Doakan istiqomah ya teman-teman....


Salah satu lomba yang pernah saya ikuti...

Well, aslinya, banyak banget tulisan yang sudah mengendon di folder kepala. Tapi begitulah, ada banyak alasan, alibi dan semacamnya yang bisa dijadikan 'kambing hitam'. bersyukur, semangat nulis kembali menyala saat blogwalking ke beberapa blog teman-teman blogger yang keren. Dan, semangat mereka ternyata menular. Alhamdulillah. Terimakasih. Next, saya ingin nulis tentang penulis dan blogger yang inspiratif dan gak pelit ilmu. InsyaAlloh.

Kali ini, entah kenapa, saya pingin nulis tentang bisa gak dapat penghasilan dari nulis dan ngeblog, khususnya bagi mereka yang pekerjaan utamanya adalah full ibu rumah tangga alias banyak di rumah seperti saya. Tema ini, saya perhatikan sepertinya menjadi salah satu topik yang ramai dibicarakan di kalangan penulis dan blogger, terutama yang pemilu. Jadi ingin berbagi sedikit yang saya tau dan pernah saya alami.

Jawaban pertama dan utamanya, bisa. Bisa pake banget. Tapi, nominalnya tentu bergantung pada kapasitas si penulis dan blogger itu sendiri. Dan tentu saja garisan takdir tentang rizkinya. Usaha dan profesi bisa sama, tapi rizki belum tentu. Soal kapasitas, ini dipengaruhi oleh banyak faktor juga. Jam terbang, kualitas tulisan, gaya tulisan, segmen yang dibidik, dan masih banyak lagi. 

Saya termasuk orang yang menulis tidak hanya sebagai hobi, aktualisasi diri, tapi melalui jalur dan bidang ini juga berkesempatan untuk mendapat rizki. Alhamdulillah.

Meski cukup sering mengklaim diri sebagai blogger, sebenarnya dari hati yang paling dalam, saya sering merasa gak percaya diri, beneran tah saya ini blogger? hahaha. Iya, gak pede. Karena ngeblognya suka angin-anginan. Setahun kadang bisa dihitung dengan jari tulisan yang dipublish. Tapi mengakui diri sebagai penulis, sering juga gak percaya diri. Karena sampai sekarang, hasil karya dalam bentuk buku masih berupa antologi saja, itupun belum banyak-banyak juga dibanding teman-teman lain. However, saya suka menulis. Barangkali, inilah alasan utama saya tetap berada di bidang ini.

Kembali ke soal penghasilan. Meski gak pede dengan status kepenulisan saya, bidang ini telah memberi saya penghasilan, yang berapa pun banyaknya, patut disyukuri. Bagaimana jalurnya?

Mungkin banyak yang sudah paham tentang menghasilkan pundi-pundi rupiah melalui blog ya. Kalau untuk blog, sejauh ini saya belum begitu mengoptimasinya seperti kebanyakan teman-teman. Untuk yang satu ini saya masih fakir ilmu dan pengalaman. Ini salah satu tantangan besar saya ke depan, makanya akhir-akhir ini saya banyak 'berguru' pada para blogger yang sudah menekuni profesi bloggernya dengan profesional. 

Untuk saya pribadi, selama ini saya lebih sering menulis untuk media massa dalam bentuk opini dibandingkan nulis rutin di blog. Sebagian besar rubrik opini di media massa memberikan honor yang jumlahnya variatif, bergantung medianya dan juga kapasitas penulisnya. Bisa jadi medianya sama, namun honor penulisnya berbeda meski dimuat di media yang sama. Misal, yang satu masih berstatus mahasiswa (meski paskasarjana atau doktoral), yang satunya lagi dosen. Kisaran honor menulis opini di media massa rata-rata di kisaran ratusan ribu. Bisa 300 ribu, 500 ribu, 800 ribu, ada juga yang satu juta bahkan lebih. Jika ingin menekuni jalur ini, bisa kita kira-kira sekaligus kita targetkan berapa penghasilan yang ingin kita dapat dalam satu bulan misalnya. Sebagai contoh, ada teman saya sewaktu kuliah dulu yang menargetkan 3 juta per bulan. Ini pas di bawah 2010-an. Angka 3 juta per bulan pada waktu itu, lumayan banget ya. Sekarang juga masih lumayan :) Untuk memenuhi targetnya ini, ia menargetkan (setidaknya) satu tulisan dimuat di Kompas, satu di Jawa Pos, lalu tiga atau empat di media lain. Karena tidak semua tulisan yang kita kirim dijamin pasti dimuat, maka menulisnya harus lebih dari target minimal yang diharapkan dimuat. Agak berat memang. Terlebih tulisan untuk media massa, tulisan harus benar-benar aktual dan berbobot. 

Jalur lain yang bisa ditempuh untuk menghasilkan rupiah melalui menulis adalah dengan mengikuti lomba menulis. Hasilnya bisa lumayan banget. Kalau menang :) Bergantung juga dengan lomba yang kita ikuti. Kebetulan, lomba menulis yang saya ikuti kebanyakan adalah lomba menulis di tingkat nasional. Bukan berarti di level bawahnya saya gak pernah ikut. Pernah kok, lumayan juga frekuensinya. Tapi jarang banget menang, hehe. Rizki saya mungkin bukan di situ.


Baca juga Tips Sederhana Menang Lomba Menulis.


Soal lomba, beberapa yang pernah saya ikuti biasanya panitia mengundang para pemenang dan finalis ke Jakarta, atau ke daerah lain yang kebetulan menjadi tuan rumah acara yang diselenggarakan oleh panitia. Akomodasi dan transportasi umumnya ditanggung. Ini pengalaman yang luar biasa terutama bagi mereka yang tinggal di daerah. Selain prestise, pengalamannya juga sangat luar biasa. Karena selain bertemu dengan penulis keren dari seluruh Indonesia, juga berkesempatan bertemu dengan sejumlah orang penting.

Soal hadiah, biasanya berkisar jutaan hingga belasan juta. Ada juga yang puluhan juta, tapi biasanya ini untuk kategori jurnalistik. Selain uang tunai, akomodasi dan transportasi, biasanya ada ada hadiah dari sponsor yang gak kalah menarik dan nilainya lumayan. Kalau ditotal semua, bisa lho hitungannya mencapai belasan bahkan mendekati puluhan juta. Hanya dalam satu kompetisi. Satu lagi, biasanya karya kita dibukukan. Jadi dobel-dobel ya senangnya :)

Well, segini dulu cerita saya. Semoga bisa menyemangati teman-teman lain untuk keep writing...

1 komentar:

  1. Daku selalu senaaaanggg baca blog ini Mbaaa
    Kuyyy kuyyy, rajin update artikel, yes.

    BalasHapus