Minggu, 29 September 2019

Jember dalam Foto Bagian Lima (Puger dan Pancer)

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, langit, gunung, samudera, luar ruangan, alam dan air

Dari gunung, kita kembali ke laut :)

Kali ini kita lihat Jember dalam foto melalui foto-foto di Pantai Puger dan Pancer. Jika Papuma dan Payangan identik dengan panorama alamnya, kedua pantai ini identik dengan nelayannya. Bagi saya pribadi, mengunjungi dua pantai ini terasa sangat berkesan dan beda. Di sini, kita bisa merasakan langsung, bagaimana ekonomi kerakyatan itu berdetak melalui kehidupan nelayan dan masyarakat sekitarnya.


Gambar mungkin berisi: langit dan luar ruangan

Foto di atas adalah kapal nelayan yang sedang bersandar di Pelabuhan Puger. Ada tempat pelelangan ikannya. Jadi kalau ke sini, bisa sekalian belanja ikan segar. Ikannya cukup variatif dan murah. Suasana pasarnya saya suka, meski kadang saya gak beli apa-apa karena bingung ikannya mau dimasak apa, hehe. Karena tempatnya becek dan bau, anak-anak kurang interest kalau diajak ke sini. It's ok. Anak-anak mungkin mengidentikkan wisata pantai itu identik dengan pantai yang bersih dan bisa main ombak seperti di Papuma atau Payangan.

Biasanya, kalau niatnya memang untuk jalan-jalan, sampai Puger itu sepertinya kurang afdhol kalau gak sekalian ke Pancer. Mereka ini sebenarnya relatif berdekatan. Kalau lewat jalur laut, hehe. Kalau via darat, mesti muter dan menempuh jarak sekitar 3 km. Nah, di tengah perjalanan bisa kita nikmati pemandangan kapal-kapal yang sedang 'parkir' seperti di gambar paling atas. Cantik ya....


Gambar mungkin berisi: langit, awan, luar ruangan dan alam

Tugu Jalur Lintas Selatan atau JLS ini adalah pintu masuk menuju tempat wisata Pantai Pancer. Tiket masuknya lima ribu rupiah per orang. Dari pintu masuk, kita akan menyusuri jalan yang cukup panjang, sembari memilih pantai sebelah mana yang akan kita singgahi. Di bawah ini salah satu tepian pantai yang singgahi. Anginnya sangat luar biasa kencang dan kebetulan gerimis juga ketika itu sehingga tidak bisa berlama-lama.


Gambar mungkin berisi: langit, pohon, luar ruangan dan alam


Kencangnya angin bisa dilihat dari liukan dedaunan. Di pinggir pantai saja begitu kuatnya. Bisa kita bayangkan perjuangan nelayan saat di tengah laut mencari ikan ya.

Di lain waktu, saat kembali ke sana pada saat cuaca cukup baik, saya dan keluarga meneruskan perjalanan hingga ke pintu masuk para nelayan yang mencari ikan. Di sini ada bebatuan cantik yang sering berseliweran di IG, hehe.


Gambar mungkin berisi: samudera, langit, awan, luar ruangan, alam dan air

Aslinya, batu-batunya cukup besar. Dan anginnya lagi-lagi cukup kencang. Duduk di bebatuan ini membuat saya merasa takjub. Karena di depan saya ada Pelalangan, yakni pintu masuk bagi kapal-kapal nelayan yang baru pulang melaut untuk membawa hasilnya ke Puger.


Gambar mungkin berisi: samudera, langit, awan, luar ruangan, alam dan air

Ombak sedang relatif tenang. Gak membayangkan saat ombak sedang tinggi dan melihat langsung perjuangan nelayan untuk kembali pulang. Pantai ini masuk dalam list saya untuk saya kunjung kembali. InsyaAlloh....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
;