Minggu, 13 Oktober 2019

Perempuan Cerdas dan Kopi, Adakah Hubungannya?


Gambar mungkin berisi: tanaman dan luar ruangan
Kopi Arabika dari Kintamani. Teksturnya agak kasar.
Rasa sedikit asam.

Perempuan cerdas dan kopi, adakah hubungannya?

Pertanyaan ini sekian lama menghinggapi benak saya. Saat dalam banyak kesempatan, saya menemukan beberapa perempuan cerdas ternyata sama-sama menyukai kopi. Kopi, bagi mereka seperti teman baik. Yang kerap menemani di waktu-waktu yang 'spesial'. Saat dikejar dan atau mengejar deadline misalnya, hahaha.

Perempuan smart pertama yang saya ketahui merupakan seorang penyuka kopi adalah dosen yang sekaligus penulis. Di sela-sela aktivitas akademiknya, ia sering bercerita tentang membutuhkan kopi untuk menemaninya begadang. Karena ia juga memiliki masalah dengan lambungnya, maka sang suami mencarikan kopi dengan kadar kafein rendah yang bisa lebih bersahabat dengan lambung istrinya, yang sepertinya, tak bisa meninggalkan kopi dari list konsumsinya.

Kamis, 03 Oktober 2019

Berkunjung ke Pasar Lumpur Ledokombo

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih dan luar ruangan

Sejak lama, ingin mengajak anak-anak ke pasar lumpur Ledokombo, sekalian main ke Tanoker yang fenomenal. Ingin mengenalkan pada anak-anak, suasana dan nuansa tradisional yang kini kian terkikis. Agar mereka masih bisa mengenal kekayaan nusantara dan kearifan masyarakat.

Ledokombo memiliki jarak tempuh sekitar satu jam perjalanan dari tempat tinggal kami. Perjalanan ke sana relatif lancar dengan infrastruktur yang cukup baik. Suasana desanya masih terasa. Lokasi pasar lumpur sendiri agak melosok. Sehingga untuk orang yang memiliki ingatan terbatas soal jalan, rute dan lokasi seperti saya, perlu punya guide yang mumpuni :)

Minggu, 29 September 2019

Jember dalam Foto Bagian Lima (Puger dan Pancer)

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, langit, gunung, samudera, luar ruangan, alam dan air

Dari gunung, kita kembali ke laut :)

Kali ini kita lihat Jember dalam foto melalui foto-foto di Pantai Puger dan Pancer. Jika Papuma dan Payangan identik dengan panorama alamnya, kedua pantai ini identik dengan nelayannya. Bagi saya pribadi, mengunjungi dua pantai ini terasa sangat berkesan dan beda. Di sini, kita bisa merasakan langsung, bagaimana ekonomi kerakyatan itu berdetak melalui kehidupan nelayan dan masyarakat sekitarnya.

Sabtu, 28 September 2019

Jember dalam Foto Bagian Empat (Gunung Pasang)

Gambar mungkin berisi: luar ruangan, air dan alam


Setelah dua bagian sebelumnya mengulas tentang pantai, kali ini kita ke gunung yang kebetulan posisinya berseberangan dengan pantai. Kalau pantai ada di Jember bagian selatan, gunung berada di sisi bagian utara.

Jember memang unik. Selain diapit oleh laut dan samudera, Jember juga dikelilingi oleh beberapa gunung. Dan wisata gunung yang kali ini akan saya post adalah Gunung Pasang. Sekitar satu jam perjalanan dari kota.

Jumat, 27 September 2019

Jember dalam Foto Bagian Tiga (Bukit Samboja)

Gambar mungkin berisi: satu orang atau lebih, rumput, luar ruangan dan alam


Foto di atas adalah foto saya saat di lereng Bukit Samboja. Salah satu foto favorit karena entah kenapa sangat suka dengan ilalang :)

Bukit Samboja ini bisa dibilang satu komplek dengan Teluk Love :) Tapi meskipun satu komplek, rasanya akan cukup berat kalau mengunjunginya dalam satu waktu. Cukup menguras energi untuk mereka yang sudah berumur dan mungkin sedikit berlebih berat badannya. Eh :)

Kamis, 26 September 2019

Jember dalam Foto Bagian Dua (Teluk Cinta)

Gambar mungkin berisi: samudera, luar ruangan, alam dan air

Memandang teluk yang berbentuk cinta, dulunya saya pikir hanya ada dalam cerita. Ternyata benar ada di kota saya :) Sesuai dengan bentuknya, namanya pun Teluk Cinta. Atau dikenal juga dengan Teluk Love.

Selain Papuma, Teluk Cinta juga gak kalah eksotis dan instagramable lho. Papuma dan Teluk Cinta di pantai Payangan relatif berdekatan, dengan jarak kurang lebih sama dari kota Jember, yakni sekitar 1,5 jam.

Untuk bisa menikmati Teluk Cinta, mesti naik ke bukit dulu, yang lumayan lah perjuangannya. Apalagi untuk emak-emak seperti saya yang mesti bawa anak pula, hehe. Tapi sama halnya dengan menapaki tangga-tangga menuju Siti Hinggil Papuma, pemandangan setelah di atas sangat luar biasa. 

Rabu, 25 September 2019

Jember dalam Foto Bagian Pertama (Papuma)

Gambar mungkin berisi: samudera, langit, pantai, awan, luar ruangan, air dan alam
P A P U M A.

Dalam rangka melemaskan jari untuk menghidupkan kembali semangat ngeblog dan nulis yang mati suri, saya ingin berbagi beberapa koleksi foto di galeri :) 

Jadi ceritanya selama saya hibernasi nulis, saya cukup sering jalan-jalan dan foto-foto, hehe.

Lumayan banyak koleksinya. Mau dishare di sini sekalian untuk arsip dan dokumentasi, juga untuk kasih tau pada lebih banyak orang, ini lho Jember... :)

Senin, 23 September 2019

Mencetak Generasi Muda Candu Membaca ala Keluarga Kampung Baca

Gambar mungkin berisi: 3 orang, orang tersenyum
Pendiri Kampung Baca, Bapak Imam Suligi, bersama cucu.

Kampung Baca telah banyak di kenal masyarakat, baik di lingkup lokal, nasional bahkan ke mancanegara. Hadir sebagai oase di tengah kegersangan minat dan fasilitas baca masyarakat, Kampung Baca mencoba menawarkan sesuatu yang unik dan beda. Membaca diharapkan hadir sebagai kebutuhan, bukan sebagai tuntutan. Dan perpustakaan adalah tempat rekreatif yang menyenangkan, bukan tempat usang yang membosankan. Untuk itu, Kampung Baca hadir dengan konsep perpustakaan yang baru, yakni dengan konsep garden libraryBagaimana Kampung Baca tumbuh dan berkembang sebagai taman baca masyarakat, telah banyak diulas baik dalam bentuk tulisan maupun video. Untuk postingan di blog ini, salah satunya bisa dilihat di tentang Kampung Baca

Untuk update blog kali ini, penulis akan mengulas sisi lain dari Kampung Baca yang mungkin belum banyak diulas. Yakni tentang bagaimana aktivitas membaca keluarga Kampung Baca sendiri, terutama generasi mudanya. 

Dirunut dari pendirinya, yakni Bapak Imam Suligi, generasi muda Kampung Baca kini telah sampai pada generasi ketiga, yakni para cucu yang hingga saat ini berjumlah belasan. Usia mereka variatif, dari belasan tahun hingga bawah lima tahun. Hampir semua cucu umumnya suka membaca, gila membaca bahkan mungkin masuk dalam kategori candu membaca. Benarkah?

Selasa, 17 September 2019

Bom Waktu Kesehatan Masyarakat



Per 1 Januari 2019, Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Kesehatan atau BPJS Kesehatan genap berusia 5 tahun. Dengan jumlah peserta per 1 Juli 2018 yang mencapai 199 juta jiwa atau sekitar 80 persen dari keseluruhan populasi penduduk Indonesia, BPJS Kesehatan menjadi peserta program jaminan sosial terbesar di dunia. Jumlah peserta BPJS akan terus meningkat sebagaimana target pemerintah mencapai Universal Health Coverage (UHC) pada 2019. Artinya, sebanyak 257 juta penduduk Indonesia sudah harus menjadi peserta program Jaminan Kesehatan Nasional-Kartu Indonesia Sehat (JKN-KIS). Sejumlah sanksi telah disiapkan bagi mereka yang tidak mematuhi aturan ini. Seperti, tidak bisa membuat sejumlah dokumen kependudukan. Pra kondisi peraturan ini bahkan telah berlangsung sejak 1-2 tahun terakhir. Menjadi peserta BPJS Kesehatan telah menjadi syarat wajib untuk berbagai kepentingan, seperti melamar pekerjaan di sejumlah instansi. Baik pemerintah maupun swasta.

Minggu, 15 September 2019

Problem Sampah saat Ramadan


Salah satu masalah klasik yang kita hadapi saat Ramadan adalah peningkatan jumlah sampah yang sangat fantastis. Untuk wilayah Jakarta saja, Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta pada 2018 lalu mencatat terjadi peningkatan tonase sampah sebesar 289 ton per hari atau meningkat empat persen dari bulan biasa. Peningkatan ini disebabkan oleh perubahan dan peningkatan pola konsumsi masyarakat pada waktu berbuka puasa dan sahur. Kenaikan jumlah sampah umumnya juga terjadi di daerah-daerah lain terutama kota-kota besar yang memiliki tren peningkatan konsumsi selama Ramadan. Sejumlah aktivis lingkungan memperkirakan, setidaknya terjadi peningkatan sebanyak 500 ton sampah makanan khusus Ramadan. Sama dengan Jakarta, kebanyakan sampah adalah gabungan dari makanan yang tidak habis serta kemasan makanan.

Peningkatan jumlah sampah yang sangat signifikan ini tentunya sangat mengkhawatirkan mengingat pada bulan-bulan lain di luar Ramadan, produksi sampah kita terutama yang berasal dari sisa makanan, menempati peringkat kedua dunia yakni sebanyak 300 kilogram per orang per tahun. Data yang dilansir oleh Pusat Makanan dan Nutrisi Barilla pada tahun 2018 yang juga dimuat oleh The Economist Intelligence Unit ini mencatat Arab Saudi di posisi pertama dengan jumlah sampah makanan mencapai 427 kilogram per orang per tahun. Disusul oleh Amerika Serikat di posisi ketiga dengan jumlah 277 kilogram per orang per tahun.

Senin, 05 Agustus 2019

Revolusi Sehat dari Dapur

Keterangan foto tidak tersedia.

Kesehatan kini merupakan salah satu isu utama kehidupan, baik pribadi, keluarga, masyarakat, maupun dunia internasional. Kualitas kesehatan sendiri sangat dipengaruhi banyak faktor seperti gaya hidup, pola makan, lingkungan, dan hubungan sosial. Banyak penyakit masa kini yang sering dikaitkan dengan kesalahan pola makan. Dua isu utama yang kini menjadi perbincangan hangat, kekurangan gizi kronis (malnutrisi). Hal ini dikaitkan dengan stunting (postur kerdil) dan obesitas (sumber berbagai penyakit serius seperti stroke, diabetes, darah tinggi, dan jantung).
Malnutrisi sering dikaitkan dengan kemiskinan. Ini identik dengan negara-negara berkembang dan daerah tertinggal. Akses orang miskin terhadap makanan bergizi dan berkecukupan tidak bisa optimal. Ditambah lagi sanitasi buruk dan layanan kesehatan kurang baik. Di negara-negara maju, problem kesehatan utamanya berat badan berlebih atau obesitas.
 
;