Minggu, 04 November 2018

Menyiapkan Generasi Muda Tanggap 1000 Hari Pertama Kehidupan


“Kalian tahu ‘stunting’”? tanya saya pada anak-anak yang sedang asyik menonton tivi. Kedua putri saya, Sasha (14 tahun) dan Naura (10 tahun), mengeryitkan wajah tak paham hampir bersamaan.

“Stunting. S-T-U-N-T-I-N-G?” saya pun mengejanya, tapi ekspresi tak paham masih saja mereka tunjukkan. Saya paham jika mereka merasa asing dengan istilah ini, dan saya merasa bersalah. Baru terpikirkan untuk ‘mengajari’ mereka setelah masalah ini mencuat hingga perlu dikampanyekan secara nasional.

“Stunting artinya gagal tumbuh. Tanda yang mudah terlihat apakah seseorang itu mungkin terkena stunting, dia berperawakan lebih kecil bahkan cenderung kerdil di antara orang kebanyakan….” jelas saya kemudian.

“Teman kalian ada yang seperti itu?” anak-anak pun lalu menceritakan tentang teman-temannya yang memiliki ciri-ciri seperti stunting. Cerita mereka cukup mengejutkan. Bahwa di daerah perkotaan, bahkan di sekolah favorit yang identik dengan kalangan mampu, anak-anak berciri stunting ternyata jumlahnya cukup signifikan.

 
;