Sabtu, 09 Juni 2018

Pengalaman Pertama Ikut Kopdar Blogger

Kalau nyebutnya dirinya 'blogger', terus gak pernah ikut kopdar alias kopi darat itu rasanya koq ketinggalan kereta banget ya? Hehe. Apalagi tinggalnya di kota yang atmosfir ngeblognya bagus, ditambah jumlah bloggernya lumayan. Tapi inilah yang benar-benar saya alami. Ketika aktivitas ngeblog saya hampir genap semua jari di dua tangan, alias hampir satu dekade, seumur-umur saya baru sekali ikut kopdar. Gak murni kopdar juga, karena acara utama yang saya hadiri hari itu adalah talkshow dan buka bersama dengan para pemenang lomba blog destinasi Jember yang dihelat oleh Blogger Jember Sueger (BJS), Taman Botani Sukorambi dan Dinas Pariwisata Jember pada 2 Juni lalu. It's ok. Setidaknya saya pernah kopdar, hahaha.




Kembali ke pertanyaan awal, kenapa baru kali itu ikut kopdar? Sepanjang yang saya tahu, acara kopdar para blogger di Jember relatif baru ada. Sekitar 1-2 tahun tahun terakhir. Dulu-dulu sepertinya ada tapi mungkin sosialisasinya gak sesemarak seperti akhir-akhir ini. Semarak kopdar para blogger bertepatan dengan masa hibernasi saya dari aktivitas menulis yang dimulai kurang lebih saat Ramadhan tahun 2014, atau sekitar empat tahun lalu. Saya saat itu sedang dalam proses aplikasi mengajar di sebuah universitas. Yang ternyata tidak jadi lalu berlanjut dengan kehamilan Bilal. Nah, drama kehamilan saya hampir sama dari anak pertama hingga anak ketiga. Hiperemesis akut hingga harus rawat inap di rumah sakit. Untuk kehamilan yang ketiga ini saya bahkan harus dua kali 'ngekos' di rumah sakit. 

Hiperemesis parahnya hanya pada bulan kedua dan ketiga. Setelah itu kondisi lumayan enak tapi tetap saja jam terbang pendek, mudah capek. Duh, jangankan kopdar, ke rumah mertua aja ada mungkin sampai dua bulan gak sowan karena sangat powerlessnya. Aktivitas menulis jadi mandeg. Tapi kayaknya masih sempat ikut lomba sih sekali. Topiknya suka sekali soalnya.

Hamil dan mesti mengurus dua anak tanpa asisten cukup menguras tenaga dan pikiran meski suami sudah mengambil alih banyak pekerjaan dengan cukup signifikan. Menjelang kelahiran, kondisi semakin payah. Efek usia yang sudah masuk risiko tinggi juga mungkin. Jadinya, bisa mandiri tanpa terlalu banyak mengeluh sudah disyukuri oleh semua, suami dan anak-anak. Usai melahirkan, kerepotan tentu semakin bertambah. Bye bye menulis. Apalagi kopdar. Bahkan ikut taklim pun harus break. 

Bilal, sebagaimana kakak-kakaknya, tipikal anak yang gak bisa jauh dari ibunya. Padahal saya ingin juga sesekali jauh-jauh dari dia. Untuk me time, beraktualisasi diri. Semacam itulah. Menitipkan pada suami dan kakak-kakaknya koq ya gak tega. Saya saja kewalahan. Menitipkan pada mertua? Sejak anak pertama opsi ini sudah kami buang jauh-jauh. Menitipkan ke daycare atau cari pengasuh yang bisa datang ke rumah? Pilihan ini pun tidak kami masukkan dalam list.

Saat Bilal mulai bebas makan, tidak seperti ketika masih mp-asi, diapun tak perlu digendong lagi, langsung merdekakah saya? Belum ternyata. Bilal semakin dekat dan tidak mau jauh dari saya. Dia akan tantrum jika saat bangun siang misalnya, saya tidak ada. Padahal saya mungkin sedang menjemput kakaknya yang paling lama hanya sekitar 25-30 menit. Frekuensi tantrum yang cukup sering, membuat suami angkat tangan kalau harus mengasuh Bilal sendiri. Apalagi kakak-kakaknya. Ini ketika usia Bilal berkisar antara 1,2-2 tahun.

Melewati usia dua tahun, Bilal semakin mandiri dan kadang bisa main sendiri. Tapi di masa ini, keterlambatan bicara dan sikap hiperaktifnya semakin kentara. Tantrumnya juga masih ada. Kompleks. Bilal semakin sulit untuk ditinggal.

"Ikut ya Mbak, acaranya bagus" salah satu senior di komunitas yang saya ikuti menawarkan untuk ikut sebuah acara parenting dengan tema dan pembicara yang bagus. Dalam hati ingin ikut. Tapi begitu tahu acaranya indoor dan berlangsung empat jam, saya langsung ciut. Belum pernah selama itu meninggalkan Bilal. Tapi mengajaknya juga bukan pilihan yang bagus. Sikap hiperaktifnya akan membuatnya dia tidak bisa diam. Saya harus mengikuti ke mana pun dia pergi. Kalau begini maka seminar yang saya ikuti tidak akan maksimal saya serap ilmunya. Saya pun urung ikut.

Keabsenan saya dalam berbagai aktivitas termasuk kopdar blogger memang tidak semata karena anak-anak. Setahun yang lalu saya juga intens berdamai dengan HNP yang saya derita. Lalu jika pada acara BJS kemarin saya bisa hadir, ada beberapa kondisi yang memang cukup kondusif bagi saya untuk mengikutinya.

Pertama, Bilal mengalami kemajuan yang cukup signifikan dalam hal tantrum dan hiperaktifnya meski belum sepenuhnya cool. However, alhamdulillah. Setidaknya, saat keluar rumah atau berada di tempat terbuka, saya tidak perlu selalu memeganginya dan lari ke sana ke mari.

Kedua, saat acara BJS kemarin, kebetulan suami sedang libur kerja sehingga beliau bisa menemani dan menjaga Bilal saat acara berlangsung.

Ketiga, acara bertempat di Taman Botani Sukorambi Jember. Anak yang aktif seperti Bilal sangat suka berada di tempat yang terbuka. Taman Botani Sukorambi sangat kondusif sebagai tempat bermain dan bereksplorasi. Saya tidak perlu khawatir dia akan merasa bosan lalu berulah, tantrum dan membuat acara saya bubar, haha. Ada sejumlah sarana dan wahana yang bisa dinikmati. Mulai kolam ikan, aneka burung, selain juga kolam renangnya. Tamannya juga luas sehingga Bilal bisa berlari ke sana ke mari.

Alhamdulillah, acara kopdar kemarin relatif bisa saya ikuti dengan baik. Meski sempat rempong juga ketika sesi acara di kolam ikan koi dan blogger lain bisa khusyuk mengikuti, saya sibuk menjaga Bilal yang juga antusias ingin memberi makan ikan. Untunglah suami sigap mengambil beberapa foto lalu memegangi Bilal sehingga saya bisa memegang HP. Huff, cukup hectic tapi bahagia dan bersyukur juga. Saya tak boleh banyak mengeluh dan mensyukuri kesempatan yang sudah ada. Iya kan? 

Not so bad. Hanya sesekali saya menghampiri Bilal dan ayahnya. Selebihnya, saya dan suami lebih sibuk dengan acara masing-masing. Sedikit accident yang Bilal lakukan hanya meminta saya untuk mengambil kotak konsumsi dan minuman lebih dulu padahal adzan Maghrib belum berkumandang. Untunglah panitia memaklumi. 

Senang sekali bisa ikut acaranya BJS. Bertemu teman-teman blogger dari kawasan Tapal Kuda. Bahagia juga bisa ngobrol meski hanya sebentar dengan para pemenang. Khususnya untung pemenang kedua dan ketiga. Sayang untuk pemenang pertama hanya bisa say hello saja. Semoga ada kesempatan lain yang lebih baik.

Sukses selalu untuk Blogger Jember Sueger. Semoga semakin kompak dan semakin banyak karya berkualitas yang dihasilkan.

Selamat dan terimakasih pada Taman Botani Sukorambi yang begitu totalitas dalam mendukung kiprah para blogger, khususnya dalam mempromosikan destinasi wisata Jember ke kancah yang lebih luas. Salut dengan dedikasi dan inovasinya yang tiada henti.

2 komentar:

  1. Alhamdulillah akhirnya mb Ririn bisa ikutan kopdar. Jgn kapok ya mb :) Insyaallah Bilal nya udh terkondisi ya, hehe

    BalasHapus

 
;