Minggu, 20 Mei 2018

Lima Lomba Menulis Paling Mengesankan yang Pernah Saya Ikuti (Bagian Pertama)

Image result for sang pemenang
Foto dari lebahmaster.com

Saya cukup familiar dengan lomba menulis, meski tentu saja masih banyak yang belum saya tahu dan perlu saya pelajari lebih jauh lagi. Honestly, saya pernah mencoba cukup variatif berbagai jenis lomba. Mulai yang artikel ilmiah populer tanpa publikasi, karya jurnalistik, blog, juga yang semacam kuis. Beberapa berhasil menang atau jadi finalis, dan lebih banyak lagi yang gak menang. Haha, tapi kadang tetap happy juga. Biarpun kadang sedihnya lebih banyak, hehe.

Dari beberapa lomba menulis yang pernah saya ikuti, ada beberapa yang sangat berkesan sekali bagi saya. Saya pilih lima yang paling berkesan, kebetulan sebagian besar alhamdulillah menang. Ada juga koq yang cuma jadi finalis. it means, yang paling berkesan tidak selalu identik dengan kemenangan. Dan karena sharing ini akan cukup panjang jika dijadikan satu tulisan, maka saya membaginya menjadi dua artikel. Selamat membaca....


Pertama, LKT Mahasiswa tentang Koperasi oleh Depkop RI

Ini kemenangan pertama dalam lomba menulis yang pernah saya raih. Sudah lama sekali, saat masih menjadi mahasiswa S1, sekitar tahun 2002. Enam belas tahun yang lalu ya? 

Berkesan karena pertama kali menang? Yup, salah satunya. Selain itu, prosesnya juga sangat berkesan. Panitia ketika itu mensyaratkan salah satu referensinya adalah tulisan Bung Hatta tentang koperasi. Awalnya saya kira, tulisan itu dalam bentuk buku. Maka di sela-sela kuliah, saya rajin ke perpus untuk mengubek-ngubek buku ekonomi. Nihil. Berhari-hari saya melakukan itu. Beda dengan jaman sekarang saya bisa berselancar dengan jari dan hasil bisa didapat dalam hitungan menit atau jam. Saat itu, ketika seusai kuliah teman-teman bisa langsung ke kantin, pulang ke kos atau jalan-jalan, saya ke perpus jalan kaki di bawah terik matahari. Tak hanya di perpus, saya juga mencari di toko buku dan juga tanya ke teman-teman dari Fakultas Ekonomi. Nihil juga. Saya hampir putus asa, ketika entah pada hari pencarian yang keberapa, tulisan itu saya dapat dan ternyata sebuah artikel, bukan buku. Pantes susah dicari.

Tibalah saatnya menulis. Judul yang saya pilih ketika itu, "Dari Demonstrasi ke Koperasi", ada lagi kelanjutannya tapi lupa hehe. Format tulisan ilmiah populer dengan jumlah halaman yang lumayan banyak, 10 atau 15 halaman. Lupa juga. Done, kirim. Sempat berharap semoga menang, meski gak terlalu optimis karena saingannya mahasiswa se-Indonesia. Saya pun kembali ke aktivitas kampus. KKN ketika itu. "Berlibur" ke desa.

Saat berada di tempat KKN, sebuah desa yang gak terlalu desa, berjarak sekitar 40 menit dari kota, bada Maghrib saat saya dan teman-teman ada acara di balai desa, ibu host kami datang dan bilang bahwa ada telpon dari Jakarta untuk saya. Jaman itu hanya mahasiswa yang benar-benar tajir ya yang punya handphone, hehe. Jadi sarana komunikasi kami ya telpon rumah. Untunglah host family kami punya telpon jadi gak begitu terisolir dari peradaban. Lalu, dari Jakarta? Asing sekali telpon itu. Biasa dari Jember atau dari Lampung. Dan benar, dari Jakarta. Dari panitia lomba.

Saya sempat speechless, sempat lupa dengan lomba yang pernah saya ikuti, tapi kemudian bahagia juga ketika akhirnya panitia menyatakan saya terpilih sebagai salah satu finalis yang diundang ke Jakarta untuk presentasi. Dan untuk pertama kali dalam hidup saya, malam itu, saya gak bisa tidur, sama sekali gak tidur hingga adzan Subuh berkumandang, karena begitu excitednya.

Saya memenuhi undangan panitia, ijin beberapa hari dari KKN. Di Jakarta saya bertemu dengan finalis dari kategori lain. Untuk mahasiswa, ada yang dari Jakarta, Semarang, Bali, lupa satu lagi dari mana. Waktu presentasi, presentasi saya bisa dibilang yang paling sederhana. Hingga kabarnya nilai sama dengan peserta lain sehingga perlu 'diundi' untuk memilih salah satu dari kami yang berhak berada di posisi ketiga. Alhamdulillah, saya yang terpilih untuk posisi itu dan berhak untuk ikut Napak Tilas 100 Tahun Bung Hatta di Bukit Tinggi Sumatera Barat. Wow, di luar dugaan, alhamdulillah. Diundang ke Jakarta saja sudah gak bisa tidur semalaman. Ini diajak pula ke Bukit Tinggi untuk ikut acara keren, bertemu dengan orang-orang keren. Inilah kali pertama juga saya naik pesawat dan menginap di hotel berbintang. Alhamdulillah. 

Ada beberapa tokoh yang hadir di acara itu. Dari pemerintahan, lembaga pendidikan, media, dan sebagainya. Kami juga sempat mengunjungi rumah Bung Hatta. Pengalaman yang sungguh berharga. Kembali ke Jakarta, saya kira acaranya sudah selesai. Ternyata sebagai acara puncak, masih ada undangan lagi yang dihadiri oleh Presiden RI ketika itu.
Prosesnya, kemenangannya, hadiah dan kesempatan berharga yang diberikan kepada pemenang begitu berkesan.


Kedua, Lomba Esai oleh BBC dan Media Indonesia Biro Surabaya

Lomba ini saya ikuti ketika masih berstatus sebagai mahasiswa juga. Bedanya, saya sudah menikah dan sedang hamil muda. Setelah melewati masa hiperemesis yang parah, dengan tenaga yang sebenarnya masih lemah, saya mencoba kembali ke kampus. Saya kebetulan masih ada sisa mata kuliah, juga sedikit kegiatan di lembaga pers kampus mahasiswa.

Lomba ini dibagi dalam beberapa regional. Untuk Jawa Timur, mendapat tema tentang budaya. Topik yang agak asing untuk peminatan saya. Mau melewatkan sayang, mau terus bingung. Jadinya, saya sempat stuck untuk beberapa waktu. Lagi, saya rajin ke perpus. Karena berselancar dengan jari, ketika itu tak semudah seperti sekarang. Masih ingat, saya menembus Jember yang gerimis sambil mengendara sendiri. Demi apa coba? Hehe. Aktualisasi diri memang mahal, dan kadang mesti sangat diperjuangkan.

Akhirnya, setelah membaca beberapa literatur dan beberapa liputan yang pernah diangkat oleh media kampus, saya memilih topik tentang musik Patrol. Lupa, topik khususnya. Akhirnya juga, alhamdulillah, esai dengan jumlah sekitar 2-3 halaman itu selesai juga saya buat dengan perjuangan yang cukup keras.

Pengumuman pemenang berjarak cukup lama sehingga sepertinya saya agak lupa tentang lomba itu. Hingga di suatu hari, dapat telpon dari panitia, kalau diundang ke Surabaya untuk menghadiri talkshow sekaligus pengumuman pemenang. Sempat ragu mau datang, karena kehamilan yang sudah menginjak usia 8 bulan. Tapi sayang juga untuk dilewatkan, maka bismillah, dengan ditemani suami saya memenuhi undangan itu.

Bertempat di sebuah hotel, acara didahului dengan talkshow oleh Andi F.Noya. Banyak mahasiswa yang undang, sepertinya bukan saja yang menjadi pemenang. Jika mahasiswa lain bisa konsen menyimak talkshow, saya malah bolak balik ke kamar mandi. Bawaan bumil, hahaha. Meski kandungan sudah menginjak hitungan 8 bulan, saya gak terlalu terlihat seperti bumil, karena waktu itu masih langsing, uhuk. Teman yang hampir tiap hari jalan bareng di kampus saja sempat tidak tau saya sedang hamil. Kangen langsing lagi, hehe.

Akhirnya, tiba waktunya pengumuman. Berdebar pastinya. Berharap juga, tapi ya bersiap diri untuk menerima kenyataan yang sebaiknya. Dimulai dari urutan ketiga, bukan nama saya. Urutan kedua, bukan juga nama saya. Saya hanya mengelus perut yang kian terasa tak nyaman. HIngga pada urutan pertama, ternyata nama saya yang disebut. Saya sempat diam, ragu, tidak percaya. Sampai kemudian saya lihat Andi F Noya sudah menunggu saya di atas panggung untuk menyerah hadiah, piagam, dan sebagainya. Alhamdulillah.

Lomba kali ini bertabur lumayan banyak pernak pernik hadiah. Selain uang tunai, beberapa cenderamata yang keren untuk ukuran mahasiswa, dalam brosur lomba juga disebutkan bahwa pemenang pertama berkesempatan untuk magang di Media Indonesia Biro Surabaya. Kesempatan yang sangat bagus sebenarnya. Namun saya enggan bertanya dan menindaklanjuti lebih lanjut mengingat hari perkiraan lahir yang semakin dekat. Belum lagi bagaimana baby dan studi saya yang belum juga selesai jika kesempatan itu ambil.

Bersambung ke Bagian Dua.....



2 komentar:

  1. Wah keren mbak bisa menang lomba-lomba bergengsi. Jadi nggak sabar nunggu lanjutannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo Mbak Antung, kelanjutannya sudah publish Mbak.... :)

      Hapus

 
;