Rabu, 30 Mei 2018

4 Hal yang Sangat Dirindukan dari Jember

Sharing tentang Jember kali ini tidak semata pendapat dan pengalaman pribadi saya. Saya juga merangkumnya dari beberapa cerita teman yang pernah tinggal cukup lama di Jember. Lalu ketika mereka kembali ke kampung halaman atau kota masing-masing, sulit untuk move on dengan cepat pada satu kota yang sangat mengesankan, Jember.

Potret 35 Ribu Penonton Mata Najwa On Stage Pemecah Rekor Muri
Jember Sport Garden (JSG), stadion olahraga kebanggaan kota Jember.
Sumber Foto : metrotvnews.com

Jember merupakan kota 'singgah' bagi beberapa orang. Baik karena studi, atau pekerjaan. Beberapa waktu tinggal di kota Santri ini, kerap membuat beberapa orang merasa sangat berat ketika tiba waktu untuk meninggalkannya. Banyak yang berkesan, banyak yang sulit dilupakan. Dari kota yang sebenarnya kecil ini. Lalu, apa yang membuat banyak orang terkesan hingga kadang sulit untuk move on. Saya merangkum 4 hal yang sangat mengesankan dan kerap dirindukan dari Jember.


Pertama, Keramahannya...

Masyarakat Jember adalah masyarakat yang plural. Komposisi antara penduduk asli dan pendatang relatif imbang dengan keragaman suku yang cukup variatif. Karakter masyarakat setempat yang ramah dan terbuka pada pendatang, membuat interaksi keduanya nyaris tanpa hambatan. Berbaur dalam damai. Disambut dengan ramah dan tangan berbuka adalah sebuah kebahagiaan besar bagi pendatang. Suasana yang membuat banyak pendatang cepat merasa betah dan jatuh hati pada kota ini.


Kedua, Persaudaraan yang Kuat....

Banyaknya perantau atau pendatang di Kota Suwar-suwir ini menciptakan rasa solidaritas yang tinggi. Merasa senasib, jauh dari keluarga dan handai taulan, membuat satu sama lain saling mengeratkan pegangan sebagai saudara ketemu besar, sahabat dekat, ataupun ikatan lainnya. Rasa persaudaraan yang tercipta bisa begitu kuatnya. Dan inilah salah satu sebab yang membuat beberapa orang terasa begitu berat meninggalkan Jember saat masa tinggalnya sudah berakhir. Sedih dan berat meninggalkan orang-orang yang  sudah dekat seperti saudara sendiri.

Ketiga, Makanannya....

Daya tarik lain dari kota ini adalah makanannya. Ya, makanan di sini cukup beragam. Tidak hanya mewakili makanan khas dari Jawa bagian timur namun mulai mencakup banyak ragam makanan dari beberapa penjuru tanah air dengan cita rasa yang nyaris sama atau mendekati rasa asli daerah asalnya. Selain beragam, makanan di Jember juga relatif murah. Mudah didapat dengan suasana tempat yang nyaman. Apalagi dengan tren munculnya kafe dan resto yang marak akhir-akhir ini, pilihan kuliner semakin banyak. Dan lidah semakin dimanjakan dengan beraneka macam pilihan. Baik modern maupun tradisional.

Ketiga, Kesederhanaannya....

Sentuhan metropolitan adalah satu hal yang tak bisa dihindari Jember dalam perkembangannya yang kian pesat akhir-akhir ini. Beberapa hotel dan swalayan besar mengembangkan ekspansinya hingga ke kota yang berada nyaris di pengujung pulau Jawa ini. Beberapa saranan dan prasarana yang dimiliki kota Jember hampir menyerupai dan menyamai dengan fasilitas yang ada di kota besar. Tentu dalam skala yang lebih kecil. Uniknya, nuansa metropolitan ini seperti bisa bersanding harmonis dengan nuansa tradisionalis dan religius yang masih cukup kental. Setidaknya, inilah yang masih saya rasakan hingga sekarang sebagai penduduk tetap di kota ini. Ingin suasana seperti kota besar? Datang saja ke salah satu mallnya, atau gerai fastfoodnya yang semakin lengkap. Ingin suasana pedesaan yang alami dan tradisionalis, cukup berkendara tak sampai 30 menit, nuansa itu akan segera kita dapatkan.

Masih ada lagi hal lain yang berkesan dari kota ini yang belum saya list di sini. Penasaran? Mari berkunjung ke Jember. Ada banyak tujuan yang bisa menjadi destinasi. Baik untuk tujuan wisata, edukasi, maupun bisnis.

Tulisan lain tentang Jember, Kota Serba Lima Menit.

2 komentar:

  1. Meskipun Jember dekat dengan Malang dan aku pernah 5 tahun di Malang ternyata aku belum pernah sekalipun ke Jember mbak. Hiks..padahal kotanya keren ya. Temen kosku jg banyak orang Jember dulu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga segera ada kesempatan ya Mbak Nunung :)

      Btw, saya juga belum pernah ngubek-ubek Malang, cuma mampir doang.... :) Semoga segera ada kesempatan juga....

      Hapus

 
;