Kamis, 01 September 2016

Pengalaman Melaporkan Penipuan Online

WASPADA PENIPUAN BELANJA ONLINE
Foto dari www.xohop.com

Setahun lalu, saya kena tipu waktu belanja perlengkapan bayi di salah satu situs belanja online. Agak panjang ceritanya kenapa saya sampai tertipu. Lain waktu saya ceritakan sekalian dengan tips mengenali gelagat buruk saat belanja online (InsyaAllah). Khusus untuk tulisan saya kali ini, saya akan sharing tentang bagaimana melaporkan penipuan online, yang dalam kasus saya, Alhamdulillah uang bisa kembali.

Nominal kerugian saya sebenarnya tidak terlalu banyak, Rp 650.000 (kayaknya banyak juga ya :) ). Nominal ini untuk dua jenis barang dalam dua kali transaksi. Saya mulai merasa ada yang salah ketika tanya resi, lama dijawab. Lalu didelcon dari BBM. Masih mencoba berprasangka baik. Tapi barang tidak juga datang. Setelah menunggu sekitar seminggu, lalu dua minggu, fix saya tertipu.

Sempat trauma untuk intip-intip situs belanja lagi. Namun karena barang yang saya cari belum dapat, dan saya butuh, maka hunting lagi deh. Hehehe. Nah, pas lagi cari-cari, ada barang murah yang ditawarkan. Iseng saya hubungi nomor yang tertera, ternyata terhubung dengan salah satu  nomor si penipu. Huff, kekesalan yang sempat mereda mencuat lagi. Kali itu saya merasa tidak bisa tinggal diam.

Langsung tanya-tanya Mbah Gugel bagaimana 'menghentikan' aksi penipuan online semacam itu. Dari beberapa referensi yang saya baca, pertama, lapor polisi. Lalu, dengan bekal surat kepolisian, melapor ke bank di mana pelaku membuka rekening agar rekening yang bersangkutan diblokir. Tujuannya, agar pelaku tidak menggunakan lagi rekeningnya untuk menerima uang hasil penipuan. Dan kalau kita beruntung, pihak bank bisa melakukan mutasi dari rekening pelaku ke rekening kita sesuai jumlah nominal kerugian. Untuk yang ini bergantung apakah saldo pelaku masih masih ada.

Lalu berbekal informasi dari teman yang bekerja di kepolisian bahwa pengaduan/laporan penipuan dilayani 24 jam (saya baru tahu soal ini, mirip IGD rumah sakit ya, siaga 24 jam :) ), siang itu juga, saya langsung ke Polres untuk melaporkan si penipu. Saya tidak mau menunggu lama, karena bisa saja sudah ada calon korban yang masuk dalam perangkap si penipu. Karena hari itu hari Minggu, kantor polisi relatif sepi, jadi saya tak perlu menunggu lama. Sayang, acara pelaporan tak bisa berjalan lancar karena beberapa hal.

Pertama, bukti-bukti penipuan yang saya bawa kurang lengkap. Agak mendadak juga ya perginya, jadi tidak terlalu siap. Apalagi, ini pertama kali saya melaporkan kasus penipuan. Bukti-bukti yang diperlukan antara lain bukti percakapan. Untuk yang satu ini, karena saya didelcon oleh si penipu dan saya tidak sempat menyimpan bukti percakapan, pihak kepolisian sulit untuk memproses lebih lanjut. Selain itu, bukti transfer saya juga kurang. Nominal Rp 650.000 yang hilang itu terbagi dalam dua kali transaksi. Nah, salah satu bukti transfernya hilang sehingga hanya satu yang bisa ditunjukkan. 

Kedua, karena hanya satu bukti transfer dan itu tidak sampai Rp 500.000, maka laporan saya tidak bisa diproses. Karena berdasarkan UU (lupa UU yang mana), laporan atas penipuan bisa ditindaklanjuti jika nilai kerugian minimal lima ratus ribu. Kurang dari itu, tidak bisa. Lalu, nominal kerugian yang bisa dipidanakan minimal Rp 2 juta, itu pun masuk kategori pidana ringan. Wow, baru tahu saya aturan ini.

“Pintar sekali si penipu” bisik saya geram di hati. Saya perhatikan, si penipu menjual barang yang secara umum memang di bawah Rp 500 ribu. Dengan begitu, sulit bagi korban untuk melaporkan ke pihak kepolisian karena terganjal aturan tadi. Kelihatannya seperti penipu kelas teri, menyisir uang ratusan ribu. Tapi jika dalam sebulan ada sepuluh korban, lalu aksinya sudah berjalan bertahun-tahun, nominalnya banyak juga. Saya semakin mantap untuk menindaklanjuti laporan.

Akhirnya, setelah sempat berdebat cukup lama dengan polisi di bagian kriminal, saya pulang. Keesokan harinya, saya datang lagi dengan membawa bukti transfer yang lengkap. Dan karena hari itu hari senin, kantor polisi sangat ramai. Sungguh tidak nyaman karena saya harus membawa Bilal yang masih berumur 4 bulan. Demi....

Selain antri cukup lama, ada rasa tak enak juga selama proses pelaporan berlangsung.

“Berapa nilai kerugian Ibu?” tanya polisi yang bertugas setelah saya menceritakan maksud kedatangan saya.

“Enam ratus lima puluh Pak”

“Juta?”

“Hmmm, ribu Pak” jawaban saya seolah membuat si bapak polisi menjadi kurang antusias lagi. Di sini tak enaknya :(

Sembari mengurus berkas laporan, si bapak ‘menasehati’ saya panjang lebar. Mulai dari mahalnya perangkat teknis pelacakan cyber crime yang mahal, maraknya penipuan online yang sebagian besar tidak ada penyelesaian alias si pelaku akhirnya tidak terungkap apalagi tertangkap. Si bapak juga menasihati saya agar lebih berhati-hati saat belanja online, dan sebagainya, dan sebagainya.

Well, akhirnya selesai juga, tinggal tanda tangan. Dan huff, yang ditandatangani lumayan banyak, berlembar-lembar. Lupa saya berapa jumlah tepatnya. Oya, tidak ada biaya ya, hanya keluar beberapa ribu rupiah untuk fotocopy saja.

Setelah berada sekitar 2-3 jam di kantor polisi, saya dan Bilal melanjutkan 'laporan' ke salah satu bank plat merah, bank tempat rekening pelaku. Di bank yang gedungnya megah itu, di mana saya harus naik tangga sembari menggendong Bilal, saya sempat ‘dilempar’ ke sana kemari. Entahlah, mungkin karena nominal yang saya perkarakan hanya ratusan ribu. Padahal saya sudah ingin bilang, "Please, permudah. Saya sudah lelah....", tapi hanya di hati saja.

Setelah sempat menunggu beberapa puluh menit, dengan ekspresi agak menyesal, CS yang menerima saya berkata bahwa mereka tidak bisa memproses laporan saya karena terhalang aturan untuk menjaga kerahasiaan data nasabah. Pengajuan blokir hanya bisa dilakukan oleh instansi, bukan per orangan. Sebagai solusi, mereka menyuruh saya untuk melapor ke bank di mana rekening saya dibuka. Dan biarkan bank saya yang mengajukan proses lebih lanjut.

Sudah hampir tengah hari, saya semakin lelah. Ya, lelah fisik karena kemana-mana harus menggendong Bilal yang lumayan chubby. Belum lagi lelah perasaan, hihihi. Bilal pun semakin rewel. Tapi, mengingat si penipu akan terus beraksi dan bisa jatuh lebih banyak korban, saya menyemangati diri untuk melanjutkan laporan ke bank di mana rekening saya dibuka. Salah satu bank syariah di kota Jember.

Alhamdulillah, Mbak CS menyambut saya ramah, memproses laporan saya tanpa memandang sebelah mata atas nominal kerugian saya. Si Mbak membantu hampir semua proses administrasi yang cukup rumit, kecuali pada bagian pernyataan yang harus saya tulis tangan sendiri. Melihat Bilal yang rewel sehingga saya agak kesulitan menulis, si Mbak CS menawarkan diri untuk menggendong Bilal. Sebuah tawaran yang menyejukkan hati meski akhirnya Bilal tetap di gendongan saya.

Sembari saya menulis pernyataan yang cukup panjang (berisi kronologi penipuan), Mbak CS menelpon ke sana kemari untuk mendapatkan data asli di penipu. Penipu yang mengaku beralamat di Tangerang, ternyata rekeningnya dibuka di salah satu kota di Jawa Barat. Mbak CS pun segera menghubungi kantor cabang tempat si penipu membuka rekeningnya. Lalu diketahui bahwa rekening sudah nyaris nol saldonya. Sehingga tidak bisa dilakukan mutasi ke rekening saya.

“Maaf ya Bu, rekeningnya sudah kosong” kata Mbak CS dengan ekspresi agak sedih.

“Tidak apa-apa Mbak, setidaknya mulai sekarang dia tidak bisa menipu lagi karena rekeningnya sudah diblokir” jawab saya. Dengan nada lelah, kesal, dan entah apa lagi.

Setelah menandatangani 3 berkas bermaterai, selesai juga. Lelaaaaah, dan tidak tahu akan bagaimana akhirnya, bagaimana hasilnya. Setidaknya saya sudah berusaha. Perlahan saya mencoba kembali melupakan soal penipuan itu hingga nyaris benar-benar lupa. Sampai kira-kira sebulan kemudian sejak saya melakukan pengaduan, saya mendapati saldo saya bertambah dengan jumlah berkisar sekitar Rp 650 ribu. Setelah tanya sana-sini yang mungkin transfer ke rekening saya dan tidak mendapatkan jawaban yang memuaskan, saya memutuskan pergi ke bank untuk mencari informasi. Kembali ditemui oleh Mbak CS yang sebelumnya membantu saya.

Di layar monitor si Mbak tertulis kalau memang ada transfer senilai Rp 650 ribu atas nama seorang bapak-bapak (rekening si pelaku atas nama perempuan), dengan keterangan bahwa nominal itu adalah pengembalian belanja online. Alhamdulillah.

“Bagaimana bisa dikembalikan ya Mbak?” tanya saya pada Mbak CS.

“Jadi begini Bu, setelah Ibu melaporkan aksi si pelaku, maka rekening yang bersangkutan diblokir. Dia tidak bisa melakukan transaksi apapun. Jika ingin rekeningnya aktif kembali, maka si pemilik rekening harus datang ke bank. Nah, saat dia datang maka petugas bank meminta ybs untuk mengembalikan sejumlah uang yang dilaporkan sebagai penipuan kepada pemiliknya. Jadi ada dua opsi yang ditawarkan. Mengembalikan uang atau jika tidak mau, maka akan diproses melalui jalur hukum. Rupanya si pelaku memilih opsi pertama sehingga uang ibu kembali” begitu ceritanya.
Jadi, jangan ragu untuk melaporkan penipuan yang terjadi saat belanja online. Tidak semata untuk mengupayakan uang kita kembali, namun juga agar tidak jatuh korban lagi. Ribet memang. Tapi kejahatan harus kita hentikan.

Agar tidak mengalami proses pelaporan yang agak berbelit seperti yang saya alami di atas, ada sedikit tips antisipasi. Pertama, simpan bukti percakapan dan bukti transfer dengan baik. Bukti percakapan bisa berupa screenshot terutama yang berisi poin transaksi. Barang apa yang dibeli, berapa harga, juga percakapan yang menunjukkan kita sudah melakukan pembayaran dan sebagainya. Agar pengaduan kita bisa diproses, perlu dicatat bahwa laporan baru bisa diproses jika nominal kerugian mencapai minimal Rp 500 ribu. Bagaimana jika tidak sampai dan si pelaku ternyata terus menjalankan aksinya? Kata Pak Polisi, laporan bisa dilakukan secara kolektif dengan mengumpulkan sejumlah bukti dari orang-orang yang menjadi korban hingga mencapai nominal minimal.

Saya beruntung, uang saya kembali. Beberapa yang lain juga, kata Mbak CS. Sayangnya, banyak juga yang tetap harus kehilangan uangnya. Karena si penipu nampaknya memiliki banyak cara untuk terus menjalankan aksinya. Setidaknya dengan melaporkan ke kepolisian, lalu ke bank hingga rekening yang bersangkutan diblokir, satu rekening sudah tidak bisa lagi digunakan untuk menampung hasil curian.

Sedikit saran, jangan ragu untuk melaporkan penipuan online yang terjadi. Meski nilai kerugiannya terbilang kecil. Karena belum tentu, hanya kita yang menjadi korban. Laporkan, blokir rekeningnya. Agar tidak jatuh korban lagi.

Finally, lebih berhati-hati saat belanja online adalah langkah antisipasi terbaik…. :)

Semoga bermanfaat.

132 komentar:

  1. Sy baru tau, minimal 500rb toh. Makasih infonya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga tahunya pas sudah di kantor polisi Mbak. Ketentuan yang membuat banyak korban penipuan tidak bisa memproses kasusnya lebih lanjut, kecuali bersama korban lain sehingga nominal kerugian bisa memenuhi syarat.

      Hapus
    2. Mba mau nanya dong prosesnya brp lama ya? Aku tadi laporan ke kantor polisi tapi di suruh balik ke sana senin. Bisa ga ya ke bank langsung?

      Hapus
    3. Kalo nominal nya 113.000,00 bisa dilaporkan??

      Hapus
    4. Nilai nomimal sy kecil 114 rb tp yg bikin gregetan wa nya msh online trus, cm chat sy ga dibc, telp jg ga diangkat...ada saran mbak?

      Hapus
    5. Saya juga cuma 198rb. Nama IG nya myflanel.gram. WAnya aktif tp ga pernah balas wa saya lagi sejak saya minta resi.

      Hapus
  2. Wah ada aturannya juga ya, kirain dibiarin gt aja laporannya.. Harusnya banyak orang yg kayak mbak, yg mau repot demi berkurangnya penipu online.. Kebanyakan yg ketipu lebih milih ngebiarin aja, dan penipu makin berkeliaran di banyak situs..
    Semoga kita lebih waspada dan hati2 ya..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, ada aturannya ternyata Mak, dan saya taunya pas sudah di kantor polisi :)

      Betul Mak, harus waspada dan hati-hati, karena penipu sekarang semakin kreatif dan main halus untuk menjebak korbannya...

      Hapus
    2. Saya kena tipu online 280 yg saya transfer dan 20 via pulsa itu bisa diurus tidak ya mbk mohon bantuannyaenjawab

      Hapus
  3. Mb klo lgsg lapor ke bank tanpa ke kantor polisi bisa gak? Di cerita mba polisinya berperan apa ya? Surat pengantar doang kah?

    Yg kedua lapor ke polisi bayar gak mba?

    Yg ketiga bukti percakapan ngrekamny gimana? Klo misal cm pake percakapan tertulis bs kah?

    Suwun jawabannya mba :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pemblokiran rekening tidak bisa dilakukan tanpa surat kepolisian Mbak. Iya, hanya buat surat pengantar, tapi pengantar yang memiliki kekuatan hukum :)

      Kebetulan untuk kasus saya kan cepet happy ending ya (alhamdulillah), kalo misal berlarut-larut sehingga proses hukum jalan terus, maka surat kepolisian yang kita buat di awal adalah 'modal' utama kita Mbak. Semoga gak keliru ya penjelasannya, bukan orang hukum soalnya :)

      Oya, di kantor polisi free Mbak, cuma fotocopy beberapa ribu. Di banknya beli materai 3 biji kalo gak salah

      Hapus
    2. Soal bukti percakapannya ketinggalan :)

      Pakai rekaman bisa juga Mbak, screenshot saja juga bisa. Itu kenapa saya sekarang sedikit-sedikit nge-screenshot percakapan transaksi, buat jaga-jaga :)

      Hapus
  4. Luar biasa perjuangan Mbak Ririn. Salut deh. Terkadang, malasnya orang mengusut adalah karena dia pakai rekening atas nama orang lain & belum tentu kembali. Xixi. Rata2 karena rekening kosong.
    Plus, malas menghadapi orang yang suka memandang sebelah mata gitu ya, Mbak. 650rb besar lho menurutku. Dan, UU-nya itu lho? Uang di bawah 500rb ga ada artinya? Hehe
    Salut sama niat baik Mbak Ririn.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mak, kelemahan kita adalah malas melaporkannya. Ribet sih soalnya, agak makan hati juga ya, hehe....

      Tapi kalau ingat akan jatuh korban lagi, hiks, kasihan. Harus ada yang berinisiatif menghentikan atau mempersempit ruang gerak mereka. Karena kata Pak Polisi, cyber crime di Indonesia perangkat teknisnya mahal sekali. Alhasil banyak kasus tidak terlacak. Dengan pelaporan dan pemblokiran rekening, pelaku paling tidak harus buat rekening baru atau pake rekeninng lain untuk menjalankan aksinya....

      Hapus
    2. kalo pelaku buka rekening baru apa bisa lagi? misal beda bank

      Hapus
  5. wow tenkyu sharingnya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mbak Ceria, semoga bermanfaat.... :)

      Hapus
  6. Salut... !!!
    بارك الله فيك

    BalasHapus
  7. di lapak emak2 yang jualan online banyak banget kasus penipuan, emang mesti hati2 belanja online. aku sekarang mau belanja yang sudah rekmended aja atau pakai marketplace

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mak, penipu banyak bergentayangan di grup belanja, makanya merasa punya utang janji untuk cerita pengalaman ini....

      Iya, sekarang saya juga lebih selektif dan lebih hati-hati kalau belanja :)

      Hapus
  8. bener banget mba kebanyakan korban malas untuk ngurusinnya akhirnya si pelaku makin keenakan, salut sama perjuangan mba ririn, semoga ada efek jera buat si pelaku :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin. Akan lebih bagus lagi jika para korban mau melaporkan Mbak, jadi semacam perlawanan bersama, hehe. Soalnya penipu online itu ternyata sangat banyak jumlahnya, entahlah apa juga terorganisir. Yang pasti, kerugian masyarakat cukup signifikan

      Hapus
  9. INSPIRATIF : mohon ijin utk share ke komunitas fb ....

    BalasHapus
  10. Makasih sharingnya, mba. Biar kapok tuh penipu. Tega2nya menipu konsumen ya mba. Iparku pernah ketipu juga mba

    BalasHapus
  11. Mbak Ririn keren... Kalau saya pasti sudah malas ribetnya. Barokallah, Mbak... Sudah memberi manfaat untuk orang lain.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduh, aslinya saya juga sudah mau menyerah Mbak, sejak pertama datang ke kantor polisi :) Sempat debat lama dengan polisi di bagian kriminal, bahas soal aturan yang min 500 ribu plus bukti2 yang dirasa kurang. Pas di bank plat merah juga sudah mau 'menyerah'. Alhamdulillah pas di bank syariah mendapat respon yang bagus dan simpatik... :)

      Hapus
  12. wah kalau seperti ini sebenernya keenakan si penipu, alias uang hanya dikembalikan saja, pihak bank masak cuman memberikan opsi yang sangat biasa saja, kalau kayak gini berarti para penipu online itu sebenernya sudah melihat celah ini, jadi mereka tidak ada rugi sama sekali, hanya transfer balik saja. kalau begini caranya enakan jadi penipu dong.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang banyak celah yang bisa dimanfaatkan penipu, terutama soal jumlah minimal yang bisa dilaporkan. Setidaknya, pelaporan akan membuat ruang gerak mereka sedikit banyak terbatasi. Syukur-syukur setelah itu mereka insaf :)

      Hapus
  13. Sekarang ini memang untuk kasus penipuan semacam ini sudah 'diperhatikan' oleh pihak terkait tidak seperti tahun 2013 yang masih bingung harus mengadu kemana, alih2 melapor ke kantor polisi yang ada malah terkuras uang didompet untuk ngurus kasus ini
    Untuk kasus yang sudah lama bisa dilaporkan ga nih hihihihi
    Berharap uang balik sih ga mungkin tapi pengen ngasih pelajaran buat aksi penipuannya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Soal waktu ini saya lupa tanya, apakah ada batas kadaluarsa kasus? Tak ada salahnya dicoba Mas :)

      Hapus
  14. Malam Bu, saya baru saja ditipu uang sebesar 555rb, nah saya berniat lapor ke polisi, nah tp saya ini masih umur 16 tahun kira kira ditanggepin gak ya nanti, oh ya saya transfer dri rekening bca ke rekening penipu yg rekeningnya bni, nah nanti saya harus ke bank yg saya buka (yaitu bca) atau ke rekening penipunya (bni) terima kasihh

    BalasHapus
  15. https://agenkayurimba.blogspot.co.id/2016/02/kayu-kamper-medan.html?showComment=1485914663446#c872596459455193790
    A/n : SUN PHIN
    A/c : 0030501500013862
    Bank : BTN

    menipu dengan modus menjual kayu.

    BalasHapus
  16. Jangan berharap banyak sih sama polisi dan Bank. Sangat tidak membantu.. Pengalaman Juni 2016 yg lalu ditipu pemilik rek dari Bank Sumsel Babel. Saldo CIMB niaga saya ludes. Yg anehnya lagi, pihak banksumsel bilang nasabah yg saya laporkan tdk terdaftar. Walaupun sdh di tutup gak mungkin tdk ada datanya,Bagi nasabah CIMB NIAGA harus berhati2, banyak penipuan dr bank tsb. Pihak bank memang sering memperingatkan baik via sms maupun email. Saya agak curiga pelakunya dr pihak bank. Secara logika, agak tidak mungkin org lain bisa tau kita pny rekening di bank tsb dan tau id cimb clicks + no telp kita. Agak mustahil kalau pelakunya bukan dari pihak bank.

    BalasHapus
  17. Sekedar saya infokan, sangat penting ...!!
    Untuk toko online yang punya label 'Polisi Online (verified online)', tidak menjamin olshop yang berlabel tersebut bisa dipercaya.
    Misalnya jasa web 'www.solodesain.com', terdapat label 'polisi online', tapi pengalaman saya, mereka ternyata tidak memberikan jasa pelayanan SEO terhadap web saya dalam kurun yg mereka janjikan.
    Ketika dihubungi dg berbagai cara utk menanyakan tanggung jawab mereka, tidak ada jawaban/ respon sama sekali dari mereka.
    Jadi hati-hati ya...

    BalasHapus
  18. saya semalam tertipu orang yg pura2 mau beli barang saya...
    pakai mandiri ecash saya digiring ke ATM... dan mungkin karena "terhipnotis" akhirnya saya ketik kode2 yg dia sebutkan..
    akhirnya duid saya ilang 3jt...
    pagi ini saya ke kantor polisi dan ke bank...
    saya mau urus sampe totalitas...
    kalo perlu sampe BI dan MK...siapapun itu saya ga terima klo kejahatan ini didiamkan saja...
    mati2an saya akan berjuang keras...
    uang ga kembali ga papa..yg penting sudah lega bisa memperjuangkan hak keadilan saya...
    doakan lancar ya... hehe

    BalasHapus

  19. no rekening penipu
    rek BNI habibullah 0469506525
    rek BNI ibu ani haryati 0425106812

    nomor hp 081293946433
    nomor hp 082299218089
    modus penjualan online dan memberikan contoh resi” pengiriman berhasil agar kita percaya, dan kita setelah mentrasnfer diberikan nomor resi palsu / salah
    http://olx.co.id/iklan/bluetooth-car-charger-dengan-handsfree-fm-transmitter-m318-IDlzMvn.html#9c022a28d8
    beriklan di OLX dengan ID dreamhousedenpasar

    BalasHapus
  20. Saya kena tipu 12,5jt mbak. Syarat syarat lapor polisi gimana

    BalasHapus
  21. Selain Pembeli, Penjual Online Shop Juga Harus Hati-Hati! Modus Penipuan Mengatasnamakan Rekening Online Shop Lain

    Saya Ghina Amania, owner online shopnya @missgstore. Jujur aja, kalo masalah ditipu saya udah pernah, hampir ditipu tapi gagal dan gajadi ketipu saya juga udah pernah. Tapi jadi KORBAN PIHAK KETIGA dalam kasus penipuan? Saya nggak pernah ngebayangin. Sama sekali. Yang saya tau penipuan selama ini cuma ada dalam 2 pihak aja.

    Jadi kemarin malam sekitar jam setengah 8 ada yang WA saya. Nanya kalo dia pernah transfer uang 1 juta lebih ke rekening BCA atas nama saya, Ghina Amania, tapi belum ada respon sama sekali. Dia bilang transferan itu buat nyicil handphone. Loh, bingung kan saya? Si Miss G mana ada jualan handphone kredit? Awalnya saya kira dia mau nipu, tapi ternyata......

    Jadi beberapa hari kemarin ada yang beli pulsa di Miss G lewat LINE dengan nama Phill. Awalnya 250 ribu, terus jadi 500 ribu dan terakhir ini 1,5 juta. Saya gak pernah ada rasa curiga sama sekali karena uangnya selalu masuk di rekening saya. Saya juga ngira dia punya perusahaan marketing makanya butuh pulsa banyak.

    Ternyata... Dia pakai rekening saya buat nipu customer nya juga. Jadi si penipu ini punya olshop kredit hp, nah dia pakai rekening saya deh tuh buat nyuruh si customer nya transfer. Abis si customer transfer, si penipu ini pura2 chat ke saya mau beli pulsa dalam jumlah banyak dan lapor kalo udah transfer. Seakan2 yg transfer itu dia...

    Tapi ternyata... Yang transfer ke rekening saya itu customer olshop kredit hp yang dia tipu. Dan uang transferannya buat beli pulsa di Miss G. Di situ saya gak ada rasa curiga sama sekali. Karena ya... Namanya juga orang jualan. Asal uangnya udah kita terima toh, tinggal kewajiban kita ngasih apa yang dibeli sama customer, kan?

    Nah, dari mana saya tahu kalau transferan itu ternyata bukan dari si penipu? Balik lagi di cerita awal, si customernya ngechat saya. Dia sampai nge-google nama saya dan menemukan nomor saya di blog saya. Alhamdulillah nya dia orang baik. Gak ngechat saya pakai marah2 dan gak keburu judge saya macem2. Dia ngebiarin saya jelasin dulu kalau rekening saya dijadikan alat ketiga untuk menipu. Yang mau saya tekankan di sini, siapapun kalian, yang punya rekening BCA atas nama Ghina Amania cuma bisa keluar dari obrolan chat di nomor WA/kontak LINE yang ada di @missgstore aja. Selain itu, please, itu BUKAN SAYA. Saya cuma ada 2 akun untuk jualan, pertama akun produk @missgstore dan akun testimonial @missgtestimoni (yang sekarang saya lock karena saya gak mau hasil testimoni real dari customer saya nanti dipakai yang nggak2).

    Yang saya mau tanyakan, kalau jadi pihak ketiga seperti ini, bagaimana cata mengatasinya? Bagaimana cara hati2nya? Karena uang yang ditransfer itu masuk, ada, real, keliatan di histori dan toh kita sebagai penjual tinggal melayani kan? Tapi gimana cara kita tau itu beneran dari si penipu atau dari customer yang ditipu? Mungkin kalo temen2 ada saran/masukan boleh banget.

    Btw nama akun olshopnya @ cashkredithp , boleh banget di spam, atau kalau ada yang jago hack juga Alhamdulillah malah. Dan ini nomor yang dia minta isi pulsa 087821914622. Kalau yang di sini ada kenalan polisi boleh banget dilacak nomornya karena I really have no idea udah berapa banyak korban yang dia tipu.

    Sekali lagi, kalau kamu beli sesuatu dan minta kamu transfer BCA atas nama Ghina Amania, itu cuma ada di kontak WA/LINE @missgstore. Selebihnya, kamu harus hati2. Semoga kejadian saya ini bisa jadi pelajaran buat kita semua. Dan saya berharap banget ada yang bisa laporin olshop @ cashkredithp dan nomor 087821914622, biar orangnya bisa ketangkep. Aamiin Aamiin ya Rabbalalamin.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Ghina saya mengalami hal serupa dg mbak, apakah mba lapor polisi? Seperti apa prosesnya?
      Saya ingin melaporkan tapi takut ribet

      Hapus
  22. Ribetnya laporan penipuan ini yang membuat oknum penjahat semakin senang berkeliaran ......

    Gemes saya nelpon call centre bank ...
    Banyak bertele - tele..

    BalasHapus
  23. Saya baca ceritanya dari awal hingga ahir cukup antusias, terima kasih sis atas sharing pengalamannya...

    BalasHapus
  24. Saya barusan ketipu 1jt dari bank mandiri ke bank bni atas nama dayanto, no reknya 0522876177,saya mau lapor tapi masih 16th, trs takut respon polisinya juga ogah2an,gmn ya sis bingung.....

    BalasHapus
  25. Sya jga abis ktipu kmrn dr bnk BNI K BCA an/ KENNY ADITYA PRATAMA norek 1010969057
    nama IG : GERRYVISCO_
    nama bbm : GERRY CANDY (D0246B07) tp nominal dibawah 500rb jdi gk bisa melaporkan k kntor polisi ya mbk😢

    BalasHapus
  26. Saya juga habis kena tipu 2,470,000
    pembayaran nya transfer bank bri 141101004389505 an wita rohmawati
    alamat emailnya (ginseptia@gmail.com)
    Nama penipu YULIANA ULFA/GINA SEPTIANA *di instagram dan line namanya YULIANAULFA7, pada saat ngirim email namanya GINA SEPTIANA, dan no.rek a/n WITA ROHMAWATI *pokoknya hati2 dengan nama tersebut, saya juga tidak tau ini pelakunya 1/2 org tapi yg jelas nama2 tersebut berkaitan*
    Butuh kesabaran dan keyakinan kalau mau ngelapor. Bukti yang saya punya cukup banyak mulai dari alamat email yg penipu pakai *tapi sudah tdk aktif, bukti transferan, bukti percakapan saya dengan penipu, foto KTP penipu *kalau polisi blng sih foto wajahnya editan,tapi kalau no.ktp nya benar (sy harap no ktp ini bisa dilacak)
    Jadi kalau beli di online shop sebelum barang datang jangan pernah menghapus percakapan nya mbak *jaga2 kalau penipuan.
    Saya baru ngelaporin penipuan sekali di kantor polisi terdekat, seperti yg mbak ririn bilang "dilempar" alhasil polisi menyarankan saya untuk melapor ke polda yg peralatannya cangih dan kalau mau prosesnya cepat.
    mohon doanya agar si penipu ini tobat,sadar bisa kelacak,bisa tertangkap, sukur alhamdulillah kalau uang saya balik karena bagaimanapun juga itu hak saya.
    menipu itu tidak akan berkah dunia akhirat apalagi kalau korban tidak iklas. Setiap perbuatan harus dipikirkan karena akan ada balasannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya abis tertipu 2.949.000 gimana caranya melaporkan mohon bantuannya

      Hapus
  27. Mbak sangat membantu sekali ,,

    BalasHapus
  28. Hbs kena tipu juga
    Tp cm nominal 110.000
    Beli online kena tipu baru ini
    Karena tledor dan di imingi harga murah
    Emng ga seberapa sih nominalnya
    Tp klu lapor ada syarat dan aturanya jd mls mau lapor
    Niat lapor Bank percuma stelah melihat keterangan di atas

    Pasti penipu itu beraksi lg
    Doakan saja penipu mendapat hikmah dan hidayah

    BalasHapus
  29. Asallamualaikum pak saya mau laporkan orang ini biar jangan banyak korban lainnya
    Cara ya gmna ya

    BalasHapus
  30. Saya juga sedang sial kena tipu..
    Saya Vina.. 2 hari yang lalu itu (rabu, 17 mei 2017) saya membeli sebuah handphone sebesar 1,2 juta dari web
    http://warungkopi.okezone.com/thread/623899/jual-oppo-f3-plus-blackmarket-murah-dan-terpercaya
    Lalu saya transfer ke rekening Bank cimb niaga
    A/n: Andi yusuf
    No rekening: 761132852700.
    No hp : 082304320000

    Tapi setelah di transfer pemilik barang tidak lagi membalas chat saya.. dan baru saja (kamis 18 mei 2017) saya kembali menelpon pemilik namun dengan nomor hp saya yg lain. Pemilik mengangkat telp dan berkata bahwa barang telah dikirim dah no resi belum sempat dia kirimkan.. dia berjanji akan menhirimnya secepatnya namun hingga kini tidak ada kelanjutannya.. besok saya akan lapor ke polisi terdekat

    BalasHapus
  31. Saya juga baru kena tipu...via olx..hati2 skrng jual beli online di olx sulit dilacak mana penjual yg menipu...seakan2 betul pajang barang ketika sudah transfer trus diminta resi...resi yg dikirim bohong...ktika dikonfirmasi hp dan sms ga dijawab

    BalasHapus
    Balasan
    1. Belanja d toko online yg pake rekening brsama mas, d jamin aman

      Hapus
  32. Saya baru saja tertipu 2 juta raib, saya mau lapor moga tidak di persulit,
    Mohon doanya kawan

    BalasHapus
  33. Mbak..sy transfer tgl 6 juni...sampe tgl 8 blm ada kbr. Apa msh bs dlapor.

    BalasHapus
  34. Mba mau tanya saya kmrin baru saja hampir kena penipuan online gitu...tapi saya tau .dan menjebak si pelaku supaya mengirimkan no rek nya.dan hasilnya dia kasih no rek nya .apakah itu bisa di proses? Trima kasih

    BalasHapus
  35. Saya juga baru kena tipu mbak 1,5jt sedih rasanya cerita dengan teman ada yang polisi dia dilupain aja ngk ada gunanya toh uang ngk bisa kembali
    Saya binggung harus gmn mbak padahal nominal uang yang saya transfer menurut saya sudah lumayan banyak.
    Tolong sarannya mbak

    BalasHapus
  36. Wah makasih banget buat share ceritanya , aku juga kena penipuan 1,4jt. Baca cerita mba ririn langsung jalan ke kantor polisi hari ini. Alhamdulillah langsung dilayanin dengan baik sama polisinya .. langsung jelasin perkara kejadiannya kasih bukti bukti nya dan langsung dibuatin suratnya. Udah dpt surat langsung jalan ke bank yang capek antri itu, disambut baik sama mas mas CS nya .. kasih surat polisi sambil cerita ga sampe setengah jam udah dimutasi balik ke rek 😊😊😊

    BalasHapus
  37. Saya juga pernah ketipu blanja online. Karena saya langsung kirim k rekening pelaku. Saran saya buat temen2 yg suka blanja online lebih baik beli d market place yg punya rekening bersama, seperti tokopedia, bukalapak, shopee. In shaa Allah aman.

    BalasHapus
  38. Saya kena tipu semalam. Uang saya hilang 1.200.000
    TErimakasih Sharingnya.
    Hari ini saya akan urus semuanya..

    BalasHapus
  39. Klo laporin k bank trus kitanya g punya rekening bisa g yah?

    BalasHapus
  40. Mbak itu transfernya lewat atm to? Kalau misal tfnya lewat teller kira-kira bisa nggak? Soalnya saya lewat tellet. trus saya juga nggak punya rekening di bank yang saya pake buat transfer

    BalasHapus
  41. Info yg sangat bermanfaat. Makasih yaa udah mau share :)
    Mungkin lain kali bisa coba pakai rekber dari marketplace spt shopee atau tokped. Lebih aman, krn uangnya bakalan tertahan di rekber dan baru bisa ditarik penjual kalo barangnya sudah sampai ke pembeli. Saya skrg juga lbh suka beli/jualan lewat shopee sama tokped. Gak bakalan di php in sama pembeli nakal hehehee

    BalasHapus
  42. itu gimana yaa cara buat surat pernyataannya?? mohon jawabannya yaa
    soalnya saya juga ditipu online shop yg berjualan sepatu dan tas dengan harga murah dan saya sudah tf ke no rek 1760000408268 atas nama FAULUN OKTA rina sebesar 600 rb

    BalasHapus
  43. Mba bukti transfer bisa lewat screenshoot gak ya? Trus kan ak ditipu dbwh 500 tp ak kumpulin bukti chat n screenshoot tfr tmn lain, bs kah mb? Tks

    BalasHapus
  44. Mba barusan saya tertipu olshop beli po tas make up di sosmed akun instagram .sudah dibayar sampai sekarang gk ada kbarnya juga.. Gimana caranya ya lapor biar akun instagram si penipu xi Blacklist/ Blokir pihak instagram

    BalasHapus
  45. Saya juga mbak, rp.4.300.000 buat mahasiswa kayak saya nominal nya lumayan buat bayar semesteran hikss* hari pertama saya santai saja menganggap semuanya berjalan sesuai keinginan,TANPA SENGAJA, JARI INI MENEKAM TOMBOL KONFIRMASI BARANG TELAH SAMPAI'di notif tokped tertera kalo seller mengirimkan barang pada 10sept 13.56 lalu diterima 10sept 19.40, saya sudah hubungi pihak tokped tetapi seperti tidak ada pembenaran kalau dilogika aja barang dari jkt ke purwokerto hanya 5 jam waw banget kan 😂😂 lanjut hari ke dua saya mulai tuh coba cek resi nya loh kok not found, lalu saya ke pihak ekspedisi hasilnya nol juga, saya diminta meminta resi yg benar kepada seller, tapi tidak ada tanggapan, sedangkan dia sedang Online di situs tokopedia tempat saya membeli barang tsb. Setelah mengajukan bantuan dr tokopedia sepertinya tidak membantu sama sekali yg hanya menyuruh untuk menunggu (sampe kiamat) jadi mungkin seller memberikan resi palsu agar seolah2 barang sudah dikirimkan. Karena saya lelah dengan jawaban Cs tokped dan bisu nya si seller ini, Saya punya pemikiran untuk menunggu sekitar satu minggu lagi kalau barang masih tidak ada di tangan dan tidak ada yang bisa membantu, mungkin UU perlindungan konsumen dapat membantu 👌👌🙏 doakan sist, gan 🤒🤒😂

    BalasHapus
  46. Makasih info nya mba.
    Mungkin saya juga korban penipuan online, neransfer uang ke salah satu toko online hp yah lumayan sih uang 1,3 kalo di pake resiko sehari hari.

    BalasHapus
  47. Jika Anda mengalami penipuan online dengan jenis apapun. silahkan mengirimkan keluhan dan pengaduan anda ke email polri : cybercrime@polri.go.id

    semoga dapat membantu

    BalasHapus
  48. Salut sama perjuanganya mbak ,, terharu campur'' rasanya ,, saya juga baru ditipu sama pusat karpet karakter 1.000.000
    atas nama rekenening
    BRI A/N BUDI MULYADI 0787-0102-4360-533
    NO WA +6288258202320

    kemudian dia bilang rekening ada masalah WA lagi suruh transfer ke rek berikut
    BRI MIA RAHUTAMI 7202-0100-7630-538
    Dan konfirmasi ke no
    085219990837 Skrng juga katanya ,,tapi saya bilang uang sudah saya transfer ke rek BUDI dan berhasil ,,
    Keesokan hari nya saya diblokir kejadian 21 agustus 2017 yg saya baca disini kebaynkan penipu dari karpet karakter ,, gimana ya agar membuat mereka jera 😭😭
    Yg transfer pake rek ponakan tapi yg beli & melakukan transaksi pmesanan lwat WA say ,, mau lapor polisi & ke bank rasanya tdak mngkin berhubung saya diluar negri 😢 ,,semoga penipu diberi hidayah rejeki yang banyak supaya bisa sadar uang yg didapat tdak akan barokah ,, padahal karpet buat kado ultah anak saya 😭😭😭😭😭😭😭

    BalasHapus
  49. Salut sama mb RIRIN 🙏😭😭😭 apapaun itu trimakasihlah mbak ,, smoga para penipu dibukakan hatinya bahwa sebanyak apapun uang itu tidak barokah ,, tdak selamat dunia akhirat

    BalasHapus
  50. makasih sharingannya kak.bermanfaat banget.ini barusan aku ketipu olshop. dan barusan lapor polisi.

    BalasHapus
  51. Bismillah qodarullah saya baru kena tipu juga hari senin kemarin,pembelian hp, seharga 1,2juta,hari ini saya akan dtg kepolisi mau buat laporan,dan akunnya sdh memblokir saya,dr situ saya sadar jika saya sdh ditipu,kesal memang karena anak saya sdh mengatakan jgn beli hp online mama,itu penipuan,subhanallah benar...apa yg anak sy katakan...tetapi kejadian ini sya sendiri yg tanggung sy tidak mengatakan hal ini kpd anak dn suami saya,mereka bisa marah besar.semoga Allah memberi hidayah kepada pelaku...untuk sadar dn tidak menipu lagi...saya tidak mau ada yg saudara kita yg lainnya mengalami hal sm seperti saya,semoga allah memudahkan polisi untuk bisa mengungkapkan komplotan penipu ini...Aamiin...

    BalasHapus
  52. Aku juga mau coba mba....sedihnya..sudah baik2 janji dibalikin ga dibalikin2

    BalasHapus
  53. makasih info nya...
    saya juga baru kena tipu...nominal sdikit sih ..cm 500 rb....tp namanya tertipu pasti jengkel...meskipon nominal sdikit

    BalasHapus
  54. halo kalo boleh tau, ini kejadiannya bank nya sama atau gak ya? kalo beda bank, apa uang masih bisa kembali? makasih ya.

    BalasHapus
  55. Waah keren seandainy saya jd mba mungkin saya sudah menyerah, kmrn saya jg mengalami hal yg sama, tp alhamdulillah bank saya dan pelaku sama jd langsung d blokir pas saya melaporakn k call centerny. Tp dengan syaray bsok saya hrs melengkapi laporan kepolisiaan dan surat prnyataan. pas d polisi jg sama penglamanny sprti mba f sepelein ma mereka n d nasehati bla2, tp untungny saya k sana sama suami jd bkn cm saya yg hrs mereka ajak adu argumentasi tp jg suami, dan akhirny g nyampe stgah jam mereka pun mau mmbuat laporannya,males jg trnyta mereka ngadepin 2org yg ngotot😁. Dan alhamudillah dr pihak bank langsung d tangani dengan baik dan uang pun alhamdulillah bs kembali.
    Syaran saya kalo k kantor polisi hrs siap mental untik d tanya2 kayak trsangka sekalipun sudah jelas kalo kita sebenarny korban dan hanya ingin melakukan hal yg sudah seharusny d lakukan sebagai warga negara yg baik. Oya catatan nominal saya kmrn g nyampe 500rb tp alhamdulillah ttp d proses😊

    BalasHapus
  56. Kakak dari Jember? Ke kantor polisinya hari minggu emang buka ya mbak? Trus ke kantor polisinya itu bayar gak mbak?

    BalasHapus
  57. Kakak dari jember? Lapornya ke kantor polisi hari minggu bisa ya kak? Apa lapor dipungut biaya?
    Mohon penjelasannya kak

    BalasHapus
  58. Makasih banyak ya mba infonya sangat bermanfaat untuk saya1383191400009
    Saya sendiri baru saja kena tipu belanja online 1.800.000 bagi pelajar sprti saya uang segitu banyak bgt mba
    Mau saya laporkan juga mba siapa tau uang saya kembali

    BalasHapus
  59. Saya juga kena tipu tapi sudah lewat dari 24 jam, bingung juga ini

    BalasHapus
  60. halo mba saya mau nanya, kalau buktinya pembayarannya berupa screenshot gitu gapapa? saya juga kena tipu beli kucing mba :( tp anehnya saya belum di delcon tp dia gak bales2 saya niatnya mau laporin biar jera, cuman bukti asli transferannya hilang, masih bisa ga? terimakasih! saya kagum sama mba btw :)

    BalasHapus
  61. Sis...bs minta wa nya?aq jg kena tipu..mau minta saran apa bukti2ku udah ckup...

    BalasHapus
  62. Terimakasih ka info nya 😊 kalo engga lpor ke kntr plsi, tapi lpot ke phak bank bisa ? Soalnya sya jga ktpu tpi emng nmnalnya kurng dri 500rbu, tapi kasihan tkut jdi bnyak krbannya.. mnta sran nya ka 😊

    BalasHapus
  63. Mba saya ketipu tapi saya memakai rekening ibu saya buat mentrnsfernya, bagaimana prosesnya apakah harus dngan ibu saya k kntor polisi dan ke bank nya atau hanya saya saja ngga papa

    BalasHapus
  64. Mbak saya baru saja kena tipu ceritanya sama persis seperti cerita embak . Tapi saya menyadari nya setelah uang di kirim pelaku tidak mau lagi bals chat saya di situ saya mulai curiga. ketika saya cari lagi toko pelaku di online shop toko nya sudah di blok dan berganti nama. saya geram mbak dak bisa ngerelaiin uang saya begitu saja . Dengan mudahnya dia ngamvil uang saya . Saya mau lapotin dia ke polisi semua bukti lengkap mbak . Saya juga tidak mau ada korban lain lagi . Doakan saya ya mbak semoga laporan saya si terima oleh kepolisian dan cepat di urus

    BalasHapus
  65. Saya baru kena tipu nih mba. Besok mau ke kantor polisi. 500rb beli motor aki anak2 .sudah 4 hari belum dikirim juga.

    BalasHapus
  66. Saya juga kena tipu mba. 500rb. Besok saya mau ke kantor polisi dan ke bank yang penipu pakai. Mau diblokir biar gak tambah banyak lagi korbanya.

    BalasHapus
  67. share saja info penipuan ke situs, crimecyber.net

    BalasHapus
  68. Percuma lapor polisi perbandingannya 1:1000 kalo di tindak lanjut

    BalasHapus
  69. mbak, ini pakai bank apa ya?
    saya hari ini kena tipu 9,5 jt saya proses di bank BRI disuruh nunggu 20 hari kerja baru bisa diproses selanjutnya

    BalasHapus
  70. Seru sekali kisah perjuangan Mbak Ririn melaporkan penipuan online. Kagum dan hormat melihat kegigihannya... Kejahatan sekecil apa pun harus dibasmi tuntas... Sedihnya karena jumlah kecil, polisi dan bank tempat rek penipu ogah2an membantu... Ini gak boleh terjadi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. YUp. Semoga ke depan pelayanan kepolisian semakin baik ya Mbak. Kasusnya juga semakin berkurang, aamiin....

      Hapus
  71. Saya baru di tipu 1.3jt dr rekening BNI an ibu rahma.
    Awalnya blg domisili situbondo, saat di telusuri, alamat rekening di makassar.
    IG dan WA saya di blocked sm pelaku.
    Saya lapor ke polsek tdk diterima ktnya hrs ke polda utk dpt surat blokir rkening.

    BalasHapus
  72. Saya baru di tipu 1.3jt dr rekening BNI an ibu rahma.
    Awalnya blg domisili situbondo, saat di telusuri, alamat rekening di makassar.
    IG dan WA saya di blocked sm pelaku.
    Saya lapor ke polsek tdk diterima ktnya hrs ke polda utk dpt surat blokir rkening.

    BalasHapus
  73. O iya mbak, kan mbak udah happy ending tuh, uang dibalikin oleh penipunya, terus kasus untuk laporannya nya gmana? Dicabut kah? Atau dibiarin aja? Kalau penipunya nuntut dicabut gmana mbak?susah ga cabut laporannya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. 'Laporan' saya di sini bertujuan untuk mendapatkan pengantar yang berkekuatan hukum untuk meminta bank memblokir rekening tersangka Mbak, bukan laporan untuk mengasuskan si pelaku ke meja hijau. Sehingga bank juga punya landasan hukum yang kuat untuk memblokir rek ybs. Kalau asal blokir, banknya kan bisa dituntut balik. Dalam kasus saya, saya tidak melakukan pencabutan laporan.

      Hapus
  74. Terima kasih ya tulisannya sangat membantu sy juga kena tipu olshop ya memang nominalx sedikit tp krn barangx sy butuh dan di jnjiin terus serta chat gak direspon kolom koment di ig di nonaktifkan. Jjd sy mlaporkan pelaku dngn tujuan rek tidak bisa digunakan lagi dan tiddak banyak yg ketipu

    BalasHapus
  75. Mau tanya jika ditipu tapi nominalnya dibawah ketentuan misalnya 200rb itu di proses apa engga yaa? Tolong dong infonyaa biar kejahatan transaksi berkurang

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau dari info yang saya dapat, minimal 500rb. Kalau kurang, kita tetap bisa melaporkan tapi dengan menyertakan bukti dari korban lain sehingga nominal mencukupi. Saya baca di komen di atas ada yang tetap diproses meski kerugian di bawah 500rb. Tidak ada salahnya mencoba....

      Hapus
  76. Kak saya juga ketipu beli online tapi gimana saya mau ngelapor orang olshop yang saya order hanyalah dropship dia juga ketipu, saya rugi 12.3jt order hp. Gimana ya kak biar uang saya kembali ? Olshop yg saya order gak bisa bertanggungjawab gak mau ganti rugi karna dia ketipu banyak jg

    BalasHapus
  77. gan kalau saya kan masih anak sekolah bakal percaya gk tuh?

    BalasHapus
  78. Terimakasih informasinya, sangat membantu sekali.

    BalasHapus
  79. Ka mau mnta solusi, Saya kena tipu 4jt, saat ini sdh pegang surat dr kepolisian.
    Rek saya bni rek pelaku bri, saran dr polisi saya hrs ke bank bri rek si pelaku.
    Tpi klo baca artikel kk ada sprti nya brtolak dgn saran dri polisi?
    Baiknya saya ikutin saran polisi ke bank rek pelaku? Atau saya lgsg ikutin jejak kakak ke bank tpmt saya buat rek?

    BalasHapus
  80. Kak Tyas, ke bank bni terdekat kak. Laporkan kejadian itu bwa surat polisi, buku tab, kartu ATM dan kartu identitas. Jika tdk segera hub call center bni atau bisa lewat email

    BalasHapus
  81. persyaratan nya apa kak kalo mau melaporkan atas tindak penipuan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kakak lapor saja ke polres/polda terdekat. Bawa bukti2 yg menguatkan ttg penipuan tsb. Stelah mndapat surat dr kepolisian bisa digunakan di bank u/ melakukan pemblokiran rekening si penipu.

      Hapus
  82. kalo udah lewat 5 hari boleh nggak kak ngelapor ke polisi atau kebanknya nanti ? ada batasan waktunya nggak kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dicoba saja Mas. Dalam kasusnya saya malah lebih dari 5 hari. Asal bukti dan berkasnya lengkap....

      Hapus
  83. Saya barusan ketipu 1,4 jt :((. Saya akan ikuti dan laporkan

    BalasHapus
  84. Mba ririn, saya gatau ini ketipu atau ga, olshop nya masih ada tapi hiatus, akun kakaotalk dia juga saya ada tapi off sampai sekarang gaada kabar, saya juga punya nomor telfonnya dan panggilan selalu sibuk, apa saya harus melapor ya mba? Soalnya semua kontak dia masih ada di saya, saya juga anak sekolah mba:(,tertipu 1,2 juta lumayan banget buat kantong pelajar:(,itupun titipan teman saya:(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hmmm, rumit juga ya Mbak...

      Prnh ada kejadian something happen pd penjualnya, misal hp hilang atau musibah lain shg transaksi mangkrak. Dia gak bisa hub org2 yg masih ada transaksi dg dia.

      Kalau dlm kasus saya, akunnya dihapus. Jadi mgk indikasi penipuannya lebih kuat.

      Kasus mbak sdh lamakah?

      Hapus
  85. mbaa tolong dibantu jawab yaa, sy kena tipu 4jt beli hp tp bukti screenshoot chatnya hilang pertama dia block sy dan tbtb wa sy error dan chatnya hilang semua. kira2 bisa di proses ga ya di kantor polisinya? trs si penipu memakai banyk cimb niaga sedangkan sy pake bca, kl sy datng ke cimb niaga gmn? apa dtg ke bca saja spt yg mba lakukan? makasih mba tolong dijwb

    BalasHapus
    Balasan
    1. Coba mbak print out buku tabungan yg dipakai utk transfer. Ngeprint di bank kan ya, coba sekalian tanya CS-nya baiknya bgm kalau kasusnya seperti yg mbak alami.

      Kalau chat terhapus, bukti transfer dan atau cttn transaksi di buku tabungan bisa dipakai sbg bukti utk meminta surat ket dari kepolisian utk selanjutnya meminta bank melakukan pemblokiran. Good luck ya Mbak....

      Hapus
  86. Mba kalo transaksi pembayaran nya lewat teller gimana cara melaporkan nya?

    BalasHapus
  87. bak.kalau penipunya susah di lacak..trus kasusnya gmn..apa masih berkelanjutan...
    trus apakh pelapor di kenai biaya .slma kasus blm slsae..

    BalasHapus
  88. Bukti screenshot nyanini di print gak ya mbak? Atau Cuman ditunjukan dari hp

    BalasHapus
  89. Salut sma mbk ririn ...mkasih share'y sya jg kna tipu 3,8 juta sperti'y wa sy di block sma ig sy saat mnnyakan kpan brang sy mw dkirim.....kjdian'y sdah 1 minggu sjak trnsfer prtma krn sy 2 x trnsfer.....smua bukti msih lngkap sy mliki......mohon doa'y ya sist ririn nnti sy mw kkntor polisi buat laporan penipuan.......astungkara di lncrkan

    BalasHapus
  90. Semoga yg kena tipu n mau melaporkan dipermudah jln nya. Amin. Kesel jg barusan kena tipu cuma 250an rb sih

    BalasHapus
  91. Kalau ke polisi cukup bawa syarat apa saja ya?

    BalasHapus
  92. Saya juga kenak tipu nominal 2.800.000 bukan olshop tapi saya tertipu di pasar tanggul (jember )kronologinya itu beberapa sales menghapiri saya dan bilng kalok tokonya baru buka n ada undiannya jadi saya di suruh ngambil kupon awalnya saya tdk mau /tdk percaya takut penipuan berhubung saya di kerubungi 5 sales jadi saya tdk bisa berfikir akhirnya saya byar 500rb ...pas ngambil kupon undian saya mendapat home theater merk alusi trus saya di suruh bayar 2.300.000 sebagai bukti klog saya mau menerima hadiahnya...ternyata sampai sekarang hmpir 1.5buln barangnya gak ada pas saya cek lokasi ke pasar tanggul kata salesnya di suruh sabar soalnya kntor expedisi dari jakarta masih ada keterlambatan...dan sekarang nmor saya udah di blokir lewat wa jadi saya tdk bisa nelpon dan sms lagi...menurut mbk ririn bagaimana solusi nya... mohon pencerahannya mbk..kejadian itu tgl 28 mei 2018

    BalasHapus
  93. Saya juga kemarin kena tipu tapi saya mau ngurusin sist

    BalasHapus
  94. Mau cerita juga nih, aku kan baru kena tipu 4.7jt. Nah aku laporlah ke kepolisian, di kantor polisi pertama aku disuruh ke kantor polsek yg gede jdi lah aku kesana. Nah setelah disna polisi ity langsung mengarahkan untuk dikeluarkannya surat pelaporan buat dibawa ke bank. Setelah dari polisi awalnya aku bank bni soalnya bank yg dipakai penipu itu bni, ternyata aku harus ke bank mandiri kebutulan aku trf pakai mandiri, setelah dimandiri aku langsung disambut sama csnya, cs langsung tuh buat pengaduan ke bni syariah, ada satu jam aku di mandiri buat di proses pengaduan ke bni syariah, aku diarahkan ke bni syariah kalo mau tau saldo rek si bank, nah pergilah saya ke bni syariah sampai disana bank cuman ngasih tau biasanya penipu itu kalo udh di trf uangnya langsng diambil, jdi saldo rekenngnya udh gak ada nah habis itu bank bni minta lagi nih surat dari bank mandiri dan bukti transferannya, oh iya aku dapat surah dari bank mandiri nnti kita bakal dihubungi nah dan harus bawa surat itu, kita bakal dihubungi maksimal 10 hari dari pelaporan. Oh iya aku juga disuruh balik sama kepolisan buat masukkan berkas jdi nnti dilakukan penyelidikan. Bukan maksd apa tapi kalo kita diam aja. Semakin banyak yg suka nipu. Semoga aja dalam 10 hri ini ada kejelasan mengenai ini

    BalasHapus
  95. saya sudah ditipu 1.050.000,juga sudah lapor polisi. tapi polisi seperti ogah untuk menindak lanjuti perkara yang saya ajukan, katanya penipuan dengan nominal segitu sudah sering terjadi malah ada yang kena tipu 60 juta lebih. malah saya disuruh untuk ikhlasin uang yang sudah ditipu, moga dapat rejeki yang baru kata pak polisi. sedikit kesal juga sih, niat mau lapor malah diceramahi.

    BalasHapus
  96. Tadi pacar saya juga kenap tipu 1,3jt besok mau dilaporkan ke polisi dan datang ke pihak bank. Semoga besok lancar dn berhasil. Mubta doanya kak. Terima kasih sharingnya (:

    BalasHapus
  97. Ikut comen ya,saya juga sama baru ketipu juga 4.100.000, tapi saaya mssih takut dan ragu mau laporkanya,soalnya penipunya jauh ada d pari' setelah saya cek rekeningya sedangkan saya ada d batam takut ngga di proses ? Kasih solusi gimana donk ? Mba

    BalasHapus

 
;