Jumat, 12 September 2014

Serba-serbi Pasien BPJS Kelas III

  warga binaan Sosial (WBS) menunjukkan kartu BPJS miliknya pada acara penyerahan kartu BPJS Kesehatan di Panti Sosial Bina Insan Bangun Daya 2, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (24/4).  (Republika/Rakhmawaty La'lang)
Sumber Foto : www.republika.co.id

"Bu, tolong bilang sama mbak perawatnya, gak usah kasih bapak makan, nanti bayarnya mahal. Ibu bawa bekal saja dari rumah" bisik seorang pasien BPJS kelas III yang seumur-umur baru pertama kali rawat inap di rumah sakit, pada istrinya, saat petugas rumah sakit mengantarkan makan siang. Bagi pasien yang lugu ini, dikiranya yang gratis untuk pasien BPJS kelas III seperti dirinya, hanya tempat tidur dan botol infus saja :)

Hampir setiap kali perawat memasukkan obat ke selang infusnya, dengan wajah tegang si bapak bertanya, "Mbak, obat ini berapa harganya? Bayar tidak?"

Dan ketika dinyatakan boleh pulang oleh dokter, bukannya girang, wajahnya justru semakin tegang dengan jantung yang semakin berdegup kencang.

Berapa yang harus ia bayar untuk menginap 5 hari di rumah sakit, dokter spesialis yang berkunjung setiap hari, belasan botol infus, belum lagi obat-obat yang disuntikkan ke selang, makan 3 kali sehari, pemeriksaan lab yang berkali-kali, sedang yang ia bayar hanya 25 ribu setiap bulan, itupun sering nunggak.


* * *

Orang-orang di atas membutuhkan kita untuk mendapatkan informasi sebanyak-banyaknya tentang apa saja yang menjadi hak mereka sebagai peserta BPJS, berapapun kelasnya :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
;