Rabu, 10 September 2014

Pilih Klinik atau Puskesmas, sebagai Faskes Tingkat I BPJS?

Sumber Foto : health.detik.com


Salah satu prosedur untuk mendapat layanan kesehatan sebagai peserta BPJS adalah memilih fasilitas kesehatan tingkat pertama (Faskes I). Ada beberapa pilihan yang bisa dipilih. Yakni puskesmas, klinik, ataukah dokter praktik perorangan yang bekerja sama dengan BPJS. Untuk pilihan yang pertama dan kedua, biasanya dokter umum dan dokter gigi langsung menjadi satu. Sedang untuk pilihan ketiga, keduanya biasanya terpisah.Untuk tiga opsi ini, pilihan saya jatuh pada klinik, dengan sejumlah pertimbangan.

Pertama, pertimbangan jarak. Kebetulan, ada sebuah klinik yang jaraknya hanya sekitar 2 kilometer dari rumah. Sementara untuk puskesmas terdekat jaraknya sekitar dua kali lebih jauh dari klinik. Kedekatan dengan faskes I saya anggap penting, terutama ketika ada anggota keluarga yang sakit cukup parah dan perlu penanganan segera.

Pertimbangan kedua, ketersediaan dokter dengan waktu buka praktik yang lebih lama. Sepanjang yang saya tau, puskesmas rata-rata tutup jam 12 siang. Itupun, sepanjang jam buka, dokter tidak selalu stand by di tempat. Sedangkan di klinik, selain buka sampai siang seperti puskesmas, biasanya buka lagi pada sore hingga malam. Dengan waktu buka praktik yang lebih lama, saya dan keluarga merasa lebih leluasa dan fleksibel untuk berobat.

Ketiga, faktor kebersihan dan profesionalitas pegawai. Ini mungkin pengalaman saya saja yang kebetulan belum pernah menemui puskesmas yang cling di kota tempat saya tinggal. Sejumlah puskesmas yang pernah saya kunjungi biasanya identik dengan penampakan yang agak kumuh dan petugas medis yang seperti robot. Jarang senyum dan sangat formalitas sekali bicaranya. Agak berkebalikan dengan klinik yang cenderung lebih ramah dan dokter yang friendly.

Keempat, fasilitas poli gigi lebih ‘meyakinkan’. Dokter gigi di klinik pilihan saya lebih friendly pada pasien, hampir sama dengan dokter gigi swasta pada umumnya. Selain itu, peralatan giginya relatif lebih lengkap dan bersih :)

Kelima, klinik biasanya include dengan lab, meski untuk pemeriksaan lab yang terbilang sederhana. Di sejumlah puskesmas ada yang punya layanan serupa, lagi-lagi layanan di klinik terlihat lebih 'meyakinkan' :)

Selain kelima faktor di atas, soal obat dari klinik sebenarnya relatif sama dengan obat yang diberikan oleh puskesmas yakni sama-sama obat generik. Bedanya, mayoritas obat di puskesmas biasanya ‘tak berbaju’, sedang di klinik hanya segelintir yang demikian. Jadi, kalau pasien tidak terlalu paham soal ini, akan mengira kalau obat dari klinik adalah obat paten karena tampilannya yang lebih elegan :)

Well, sekalipun pilihan saya jatuh pada klinik sebagai faskes tingkat I, tidak berarti saya anti sama puskesmas ya :) Harapan saya, ke depan puskesmas bisa terus memperbaiki diri sehingga benar-benar bisa menjadi ujung tombak layanan kesehatan bagi masyarakat.


26 komentar:

  1. Terima kasih mbak..
    opininya bener juga hehe, dan sangat membantu..
    (y)

    BalasHapus
  2. betul banget, kondisi yg ibu ceritakan sesuai yg terjadi di lingkungan saya, apalagi yg punya anak balita, klinik sangat membantu sekali dgn buka pagi dan sore. sayang saya blm bisa daftar BPJS yg harus antri banyak. katanya bisa daftar online y?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kabarnya ya, kebetulan saya didaftarkan kolektif oleh kantor suami jadi tidak punya pengalaman langsung soal daftar. Saya perhatikan, pas awal-awal BPJS mulai ada yang antriannya banyak. Setelahnya, antriannya relatif normal. Asal persyaratannya lengkap, biasanya diprioritaskan untuk segera mendaftar :)

      Hapus
  3. bagaimana jika mau menukar faskes I dari puskesmas menjadi klinik Mbak Ririn?

    BalasHapus
    Balasan
    1. harus ikut BPJS tiga bulan dulu baru bisa merubah faskes, dengan datang langsung ke kantor BPJS

      Hapus
  4. Terimakasih mba Ririn untuk opininya yang berdasarkan pengalaman langsung, sangat membantu saya.

    BalasHapus
  5. Kalau dengan balai pengobatan mb ? Atau klinik dan balai pengobatan itu sama saja ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau klinik sepertinya banyak yang sudah bekerja sama dengan BPJS Mbak, tapi kalau balai pengobatan saya belum pernah dengar. Setidaknya untuk di kota saya....

      Hapus
  6. Klinik atau dokter gigi yang bekerja sama dengan BPJS di wilayah jakarta barat dimana ya mbak? humes221b@gmail.com

    Thanks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf, saya di Jember jadi tidak tahu :) mungkin bisa digoogling saja atau tanya melalui no hotline BPJS wilayah Jakbar. Biasanya mereka cukup responsif menjawab sejumlah pertanyaan meski hari libur :)

      Hapus
  7. Saya mau tanya mba...misalkan saya mau berobat ke faskes tingkat 1 (satu), ternyata pada waktu itu kliniknya tidak buka. Apakah bisa ke klinik lain?

    Terima Kasih..

    BalasHapus
    Balasan
    1. untuk kasus emergency bisa langsung ke IGD mba/mas wlopun tanpa rujukan dari faskes tingkat 1. jika d IGD ditolak mungkin sakitnya mba/mas tidak termasuk emergency.

      Hapus
  8. Maaf mbak mau tanya, 2 bulan yg lalu istri saya mengalami pendarahan yg banyak di kehamilannya, karena waktunya malam dan saya anggap emergency, maka langsung sy bawa ke faskes tk II , dan lamgsung masuk ugd, tp oleh dokter dianggap janin bisa dipertahankan akhirnya di suruh beriatirahat total di rumah, ketika biaya pemeriksaan sy klaimkan bpjs di tolak oleh petugasnya, karena tidak ada rujukan dan rawat inap, terus bagaimana yg dimaksud emergency ituoleh bpjs. Terima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf atas keterlambatan membalas. Saya tidak bisa memberi penjelasan terhadap mslh ini.

      Aturan bpjs terus berkembang dr waktu ke waktu yg mengharuskan kita utk terus up date agar bisa menggunakan hak kita dgn semestinya. Terkait dgn rujukan, itu mmg semacam 'surat sakti' yg tanpa itu kdg kita kesulitan saat akan menggunakan fasilitas bpjs.

      Hapus
  9. hmm.. mohon maaf sebelumnya.. mbk yg posting ini tinggalnya dimana ya? kok sepertinya jarang ke puskesmas.. terus terang nih sy awalnya ingin memilih klinik sbg faskes 1. tp akhirnya pilihan sy jatuh pd puskesmas.. puskesmas di tempat sy utk UGD buka 24 jam. jd salah total klo bilang jam 12 siang sdh tutup. dan akan mnemui kesulitan saat emergency..

    karena Puskesmas di Surabaya buka sampai siang tp sore buka lagi. s/d jm 19.00, itupun utk pelayanan umum. tp klo ada pasien darurat tetap bisa dilayani & jika perlu maka akan dirujuk ke RS.

    sy sdh mengalaminya.. klinik di dekat tmpat tinggal memang buka sampai jam 21.00 bahkan jm 22.00, klo sj dulu sy pilih klinik.. wow.. bisa kelabakan saat istri akan melahirkan tengah mlm. bayangkan kalau klinik itu sdh tutup ya kita hrs langsung ke RS. sedangkan saat daat dtg ke RS, pertamakali yg dilakukan adalah cek Srt Rujukan dan pnyelesain administrasi.

    klo saat itu tdk membawa surat rujukan maka tentu akan dikenakan biaya. karena dianggap penjamin biaya sendiri.

    untung ada puskesmas.. jd tengah malam pun bs dilayani.. bahkan saat perlu tindakan caesar sy pun mndapat surat rujukan mlm2 itu juga. & lgsung ke RS. ..

    sy ingin ucapkan terimakasih utk Puskesmas Medokan Surabaya & RS Pura Raharja yg sangat sangat bagus pelayanannnya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya tinggal di Jember Pak, yg kondisi puskesmasnya secara umum tdk bs dibandingkan dgn mayoritas puskesmas di kota bapak :) selain itu, tulisan ini juga sdh ckp lama saya buat. Dan sepanjang itu, byk perbaikan terjadi dlm layanan puskesmas, meski tidak pada semua puskesmas...

      Hapus
    2. Wah berarti Puskesmas di Surabaya bagus donk, ga ada yg bilang semua puskesmas jelek kok. Dulu saya pilih Puskesmas kok dgn pertimbangan sama dgn Mas Edward. Tapi, kondisinya sama dgn Mbak Ririn. Bayangin Istri saya mau melahirkan, udah pecah ketuban bukannya dikasih rujukan malah dibiarin nginep semalem. Ga ada AC, nyamuknya banyak, ga ada selimut, kamar mandi bau dipake byk orang, tempatnya kumuh dan remang. Akhirnya??? Saya kapok!!! Tapi pindahnya ke Dokter Umum/Keluarga, dgn harapan mereka bisa secara personal mengerti kondisi dan riwayat kesehatan keluarga saya.

      Hapus
  10. Faskes 1 kami pakai dokter keluarga krn kondisi di tmpt tinggal yg jauh dr kliNik. Pd saat butuh periksa ke dokter trnyata dokter tu2p tdk praktek pd hr sabtu. Sy bw ke puskesmas, tdk bs di pakai kartu BPJS nya, hrs byr.sebenarnya byr pun, kita mampu. Lhaaa trus gimana nh pertanggungan jawab BPJS trhadap konsumen yg tiap bulan rutin bayar. Mosok sakit ..... nunggu hr kerja???? Adakah solusi dr rekan2 pembaca???

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, betul itu Saudara NIKNAK ...
      Harus lebih sabar dan bijaksana menyikapinya, siapa tahu ke depannya, hari libur tetap buka ..

      Hapus
  11. menurut saja semuanya sama saja, dan tergantung individu masing-masing, kadang ada kcocokan tersendiri dari pelayanan dan dokternya

    BalasHapus
  12. Faskes 1 saya di puskesmas, dan waktu itu anak saya yg sakit butuh salep kulit tapi di puskesmas tdk tersedia salepnya, maka dr meresepkan nama salepnya dan pasien beli sendiri di apotik dan pakai uang sendiri seharga 150ribu. Disitu saya agak kecewa seakan bpjs tdk terpakai padahal tiap bln rutin membayar biaya tingkat/kelas 1..

    BalasHapus
  13. Faskes 1 saya di puskesmas, waktu itu anak saya sakit dan diberi obat salep kulit tetapi di puskesmas salep itu tdk tersedia dan dr bilang memang tdk untuk dsediakan. Lalu dr meresepkan salep tsb dan dsuruh beli sendiri di apotik seharga 150.000 Disitu saya agak kecewa lalu buat apa menggunakan bpjs, padahal tiap bln rutin membayar bpjs kelas/tingkat 1.. Seharusnya obat2 an yg disediakan bisa lebih dilengkapi dan berkembang baik agar pasien lekas sehat..
    Karna klu menurut pengalaman saya obat yg diberikan di puskesmas dengan rs yg notabene kita bayar pribadi itu beda ampuhan obat yg diberi dari dr rs..
    Mohon maaf jika pernyataan saya ada yg tdk berkenan, saya hanya ingin bertukar cerita dan pikiran saja, terimakasi..

    BalasHapus
  14. Mu tnya ne mb..klu untuk imunisasi anak bisa gak mb di puskemas sedangkan askes 1 nya di klinik..??!

    BalasHapus
  15. Dlu waktu saya pilih faskes 1 untuk pertama kali saya pilih klinik A..
    Sekalinya saya mau coba gunakan karna waktu itu sakit, saya dtg k klinik A jm 7 mlm karena baru plg kerja..
    Begitu sampe saya dtolak dan dsuruh balik lg besok pg nya..
    Lalu bagaimana dengan pekerjaan saya kl terus seperti itu.. sungguh mengecewakan..
    Kmudian saya ubah faskes k klinik B yg lbh dkt dr rmh..
    Ketika saya baru tau saya hamil.. saya k klinik B..
    Saat saya bilang d resepsionisnya mau cek kandungan dgn bpjs, dbilang tidak bs, karena kl sperti itu lgsh k dokter spesialis, dan itu tidak dcover bpjs. Apa benar seperti itu,??
    Dan d klinik B, dokter kandungan hanya ada 3x smnggu d jm 7 mlm.

    BalasHapus

 
;