Senin, 16 Juni 2014

Berkunjung ke 'Negeri 5 Menara' (Bagian Pertama)

Pada 14-15 Juni lalu, saya berkesempatan berkunjung ke Kampus Universitas Darussalam (Unida) Gontor di Ponorogo. Berkunjung ke kampus yang masih 'satu paket' dengan Pondok Pesantren Gontor yang tersohor itu mengingatkan saya pada novel 'Negeri 5 Menara'.


gerbang masuk area kampus darussalam university isid gontor siman ponorogo
Pintu masuk kampus ISID Gontor, foto dari http://muslimera.wordpress.com


Perjalanan dimulai dengan kereta api Logawa pada pukul 5 pagi. Dan ini merupakan perjalanan pertama saya ke arah barat dengan kereta api dalam jangka waktu hampir 2 tahun terakhir sejak tak lagi wira-wiri Surabaya-Jember yang sebelumnya saya lakoni hampir setiap minggu. Perjalanan pertama saya pula ke sejumlah kota di Jawa Timur bagian barat.

Jember-Ponorogo dengan kereta api harus berganti sejumlah kendaraan, mulai kereta api Jember-Madiun selama kurang lebih 7,5 jam, dilanjutkan dengan bus Madiun-Ponorogo sekitar satu jam. Lalu, dan ini yang membuat saya agak shock, harus naik ojek menuju kampus Unida karena ternyata di Ponorogo susah sekali cari angkot, hiks :) Untunglah saya dapat becak motor meski jalannya sangat pelan.

Sekitar 25 menit dengan becak motor, sampai juga saya di Kampus Unida. Rasanya luar biasa. Saya seperti menapaki 'tanah surga', menembus batas impian dan cita. Tak pernah terpikirkan sebelumnya, saya akan menginjakkan kaki di sebuah kampus dan pesantren yang menjadi impian banyak anak muda di negeri ini :)

Berdasarkan arahan yang saya dapat ke mana mesti menuju sesampainya di area pesantren, maka saya langsung menuju ke wisma tamu, yang menurut saya sangat unik. Unik tak hanya karena lokasinya yang menyatu dengan kampus, tapi desainnya yang juga wah untuk ukuran sebuah pesantren di kota kecil. Wisma tamu di Unida disebut dengan 'Hotel Darussalam University''.


Suasana wisma tamu Unida pada malam hari....

Sesuai dengan namanya, desain dan fasilitas wisma tamu ini memang menyerupai dengan desain dan hotel bintang empat. Sejumlah perbedaannya antara lain perangkat fasilitas kamar yang masih memakai sistem manual, juga restoran hotel yang tak selengkap hotel berbintang. Namun hal ini menurut saya bisa dimaklumi mengingat wisma tamu ini bukan sepenuhnya hotel komersil sebagaimana hotel berbintang lain pada umumnya.

Kamar yang saya tempati mirip dengan ini :)

Fasilitas lain yang cukup representatif


Hal lain yang membuat saya takjub dengan wisma tamu di Unida ini adalah ketika melihat pemandangan melalui jendela kamar belakang. Dari sana saya bisa melihat hamparan sawah sepanjang sekitar 300 meter menuju jalan raya. Kebetulan, kampus Unida berjarak sekitar itu dari jalan raya sehingga kita akan langsung disambut dengan hamparan sawah ketika mulai memasuki area kampus. Sejuk dan tenang.


Penampakan teras hotel dari sisi lain


Pemandangan unik lainnya saya dapati ketika berdiri di balkon hotel lantai dua dengan pemandangan kampus dan masjid. Apalagi ketika malam hari. Cahaya yang terang namun suasana hening kecuali suara lantunan ayat suci Al Quran dan adzan membuat saya merasa serasa ada di Mekkah saja (haha, padahal saya belum pernah ke sana, tapi semoga segera, aamiiin.....".


Bersambung.....

* * *

Catatan : keseluruhan foto-foto Hotel Darussalam University berasal dari Fanpage Hotel Darussalam University

5 komentar:

  1. Hotelnya disewakan untuk umum juga, Mbak Rin? ira

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, meski diprioritaskan untuk wali santri yang ingin mengunjungi putra-putrinya. Tarif kamar yang saya pakai itu kalau tidak salah, 250 rb/mlm Mbak, luas dan desainnya hampir sama dengan hotel bintang semacam Santika, cuma fasilitasnya masih manual dan sedikit kurang lengkap...

      Hapus
  2. cakep ya, mba. teras dan kamarnya bagus. kalo 250 rb aja bisa sebagus itu udah murah lho, hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, di Jember mungkin bisa mendekati angka 400 ribu. Mungkin karena Ponorogo kota kecil jadi harga hotelpun menyesuaikan :)

      Hapus
  3. Alhamdulillah, terimakasih Mba Ririn Atas apresiasinya dan ulasannya. salam dari Kami (staff Hotel Unida)

    BalasHapus

 
;