Kamis, 19 Juni 2014

Beginikah Rasanya Jadi Pasien BPJS?


Foto dari http://health.detik.com

Per Juni 2014, akhirnya saya resmi terdaftar sebagai peserta BPJS setelah kantor tempat suami bekerja mengganti fasilitas kesehatan untuk karyawan dari asuransi swasta ke BPJS.

Jauh sebelum menjadi peserta, bahkan sebelum BPJS sendiri resmi diluncurkan, saya sudah cukup intens mencari tau tentang bagaimana seluk beluk BPJS. Dari yang saya baca dan dengar, lebih banyak pihak yang kontra dan kecewa. Perbandingannya kurang lebih (berdasarkan info acak yang saya dapat), sekitar 3 : 1 dengan pihak yang puas dan merasa diuntungkan.


Saya sendiri berpendapat, terlepas dari sekian banyak kekurangannya, kehadiran BPJS masih seperti ‘malaikat penolong’ bagi banyak masyarakat terutama dari kalangan menengah ke bawah yang umumnya tidak memiliki persediaan dana untuk kesehatan mereka. Atas pertimbangan ini, saya ‘gencar’ menyosialisasikan dan memotivasi sejumlah orang yang memungkinkan dan dirasa memerlukan fasilitas asuransi kesehatan yang satu ini. Sayapun kerap menceritakan pula bagaimana kekurangan dan kelebihannya sehingga mereka tidak terlalu kecewa nantinya jika ternyata layanan yang didapat tak seperti yang dibayangkan. Sayapun cukup proaktif memberitahu perihal prosedur (rumit) yang harus mereka jalani agar biaya kesehatan mereka bisa tercover optimal oleh BPJS.

Lalu, ketika saya sendiri akhirnya menjadi peserta BPJS, bagaimana kesan yang saya rasakan?

Dibanding dengan asuransi kesehatan sebelumnya, ada sejumlah kelebihan dan kekurangan BPJS. Dari segi kelebihan, BPJS meng-cover lebih banyak layanan, seperti gigi, persalinan, mata, juga jumlah anak yang turut ditanggung. Dari segi administrasi, BPJS juga lebih simple. Tapiiii, kekurangan BPJS juga lumayan banyak :)

Karena fasilitas kesehatan tingkat pertama sudah ditentukan (meski peserta boleh memilih), ini terkadang menyulitkan jika kebetulan peserta kurang cocok dengan pilihannya. Sementara sebelumnya, pihak asuransi terdahulu ‘membebaskan’ peserta untuk memilih dokter (umum) manapun yang mereka mau, bahkan yang di luar kota sekalipun. Ini karena pihak asuransi menggunakan sistem klaim (reimburse), yang di satu sisi merepotkan karena harus membayar sendiri dan dokumen harus lengkap jika ingin penggantian maksimal, namun di sisi lain juga enak karena kebebasan untuk memilih dokter. Dan karena tergolong pasien umum, dengan layanan asuransi yang lama, biasanya saya dan keluarga mendapat layanan ‘optimal’. Dokter dengan ‘baik hati’ menyarankan pemeriksaan laboratorium lengkap dan memberi obat paten berharga wah meski keluhannya hanya sakit kepala :)

Bertahun-tahun ‘dimanjakan’ dengan fasilitas asuransi kesehatan yang lama sekaligus telah terbiasa dengan keribetannya, saya agak shock juga ketika beberapa hari yang lalu menggunakan kartu BPJS di klinik yang saya pilih. Layanan pertama yang saya gunakan adalah layanan kesehatan gigi.

Dalam bayangan saya, karang gigi yang akan saya bersihkan ketika itu akan bersih sih sih :) Hohoho, si  dokter memang membersihkan dengan alat yang relatif canggih, tapi beliau sepertinya gak terlalu care ketika saya mengeluh sakit saat pembersihan karang gigi berlangsung. Ini cukup berbeda ketika sebelumnya saya membersihkan karang gigi dengan tanpa asuransi. Dokter melakukannya dengan pelan dan mengingatkan agar tak segan memberi isyarat jika saya merasa kesakitan. Ajaibnya, bu dokter BPJS juga segera bilang bahwa gigi saya relatif bersih sehingga tak perlu dibersihkan banyak-banyak padahal saya merasa ada beberapa sedikit karang gigi yang seharusnya juga dibersihkan.

Bersama dengan karang gigi, saya juga mengeluhkan gigi yang linu. Oleh si dokter, tanpa kompromi, langsung ditambal. Saya hanya bisa diam dan melongo. Tambalan itu beberapa hari kemudian lepas, hahaha.

Saat saya bercerita pada suami soal pengalaman di atas terutama soal karang gigi yang tidak bersih tuntas, komentarnya sepertinya mewakili pendapat umum masyarakat.

“Pakai BPJS koq mau bersih total?” hehehe.

Hal lain yang mungkin harus saya biasakan adalah sedikitnya obat yang didapat. Saat dulu menggunakan askes swasta, dokter biasanya sangat loyal memberi obat mahal dan dalam jumlah banyak pula. Tapi kalau sekarang, obat yang diberikan sangat irit. Biasanya hanya untuk 2-3 hari. Dan bisa ditebak, pasti obat generik. Untunglah saya tidak masalah dengan obat jenis ini.

Jadi, setelah merasakan sendiri bagaimana rasanya menjadi pasien BPJS, ada beberapa hal yang ingin saya share di sini. Di antaranya, layanan yang kita dapat mungkin tak seperti yang kita bayangkan dan harapkan; apalagi jika sebelumnya kita menggunakan fasilitas asuransi swasta, tidak hanya dari segi layanan dan fasilitas namun juga sikap SDM yang terlibat seperti dokter dan perawat. Ada kesan (semoga saya keliru), mereka (agak) meremehkan pasien yang datang dengan kartu BPJS, berapapun kelas layanan rawat inap mereka. BPJS sepertinya (masih) identik dengan askes murah karena memang preminya terbilang murah jika dibandingkan dengan askes swasta namun (sangat) besar bagi masyarakat kecil yang terpaksa menjadi peserta.

Terlepas dari layanannya yang mungkin masih jauh dari kata ideal, layanan dan fasilitas BPJS terbilang lengkap. Karena itu kita harus proaktif mencari informasi apa saja yang dicover dan mana yang tidak. Ketidaktahuan ini acapkali dialami oleh peserta yang sebelumnya bukan peserta Jamsostek atau Askes. Cari tahu juga berapa kisaran biaya yang harus ditambah jika naik kelas untuk layanan rawat inap untuk mereka yang menginginkan layanan lebih baik. Karena konon, jika naik kelas dari haknya, layanan SDM biasanya menjadi lebih baik. Ah, semoga ini hanya kabar burung saja :)

Sebagai penutup, kita semua tentu berharap, BPJS bisa memberi layanan kesehatan yang lebih baik lagi; syukur jika setiap warga negara berhak mendapatkannya tanpa perlu membayar premi lagi. Cukup dari pajak yang sudah kita bayarkan. Ini (seharusnya) bukan mimpi kan? :) :) :)




88 komentar:

  1. saya sedang akan menggunakan BPJS, cukup ribet tapi jika dijalani nggak jg hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebenarnya termasuk gak ribet Mbak Susan, apalagi jika memang dalam kondisi sangat diperlukan. Mungkin akan jadi ribet jika sebelumnya tidak pernah berurusan dengan masalah asuransi, atau sebelumnya menggunakan askes yang sangat simpel secara administratif namun fasilitasnya ok banget :) Sehat selalu ya Mbak.....

      Hapus
    2. gimana mau peduli dokter bpjs.wong cuma dihargai 10rb per pasien.pada protes.tuh bpjs, uang iuran dikemanain?

      Hapus
    3. "gimana mau peduli dokter bpjs.wong cuma dihargai 10rb per pasien.pada protes.tuh bpjs, uang iuran dikemanain?" masalahnya bukan di bayar murah tapi hati nurani para dokter ?

      Hapus
    4. dokter libur secara bersamaan pada hari minggu ataupun di tanggal merah dan sulit di hubungi meskipun pada keadaan darurat ? apakah ini yang di ajarkan semasa kuliah kedokteran ? pasien merasakan sakit, sedangkan dokter ahli tidak bisa di hubungi karena libur ? SEANDAINYA PASIEN TERSEBUT KELUARGA ANDA ? SEANDAINYA ANDA DI PERLAKUKAN SAMA SEPERTI HALNYA PASIEN KETIKA ANDA SAKIT PARAH ? MASIH ADA HATI NURANI UNTUK MENOLONG SESAMA ? ga tau dah semua dokter ahli, merasa dirinya pintar, dan dibutuhkan memperlakukan pasien semena-mena, SEMOGA KELAK ANDA MENGLAMI HAL YANG SAMA KETIKA ANDA MEMPERLAKUKAN PASIEN SEMENA-MENA..

      Hapus
    5. SEMESTINYA ANDA DI BAYAR ATAUPUN TIDAK, ITU SUDAH MENJADI KEWAJIBAN ANDA UNTUK MENOLONG SESAMA, BUKAN JUSTRU SIBUK MENGUMPULKAN HARTA ... UNTUK IKATAN DOKTER INDONESIA, SEMOGA ANDA MEMBACA INI,

      Hapus
    6. Mohon maaf sekali pada saudata TNC None, jgn meng generalisir semua orang hanya dr kelakuan beberapa oknum saja :)
      Apa begitu sangat tidak peduli kah dokter kepada kesehatan masy. Indonesia? Seharusnya anda mencari tau juga betapa susahnya mjd dokter yg dihargai di tanah sendiri. Mohon koreksinya jika saya salah :)

      Hapus
  2. Setuju dengan semua yg mbak tulis di atas? Saya jg nyesel punya kartu BPJS,

    BalasHapus
    Balasan
    1. keluar aja ..gitu aja repot

      Hapus
    2. Soal ini yang saya belum tau, bisakah berhenti sebagai peserta BPJS sementara di masa mendatang seluruh WN diwajibkan jadi peserta? Coba nanti saya konfirm langsung ke BPJS

      Hapus
    3. Sama..sy jg nyesel!!

      Hapus
    4. saya binggung asli, kok wajib ya punya BPJS? bukankan masyarakat diberi hak untuk memilih dan memiliki asuransi nya masing2 ?

      belum lagi kena denda pula kalo terlambat, apa itu bukan namanya pemaksaan?

      sekedar menambahkan saja, soal fasilitas dan pelayanan saya belum mencoba dan merasakan, tetapi kalo soal ngurus mertua yang menggunakan kartu jenis serupa, ga kebayang ngantri ngambil obatnya kayak apa....

      Hapus
    5. tidak semua orang seberuntung kalian semua yang punya biaya untuk berobat, coba bayangkan bagaimana mereka orang2 kecil seperti pemulung , tukang becak dll. mereka sangat bersyukur denga adanya layanan gratis salah satunya ya BPJS ini, apapun bentuknya syukuri aja nikmat yang sudah diberikan NYA

      Hapus
    6. brader artwoxs.....kita selalu bersyukur kalau diberikan kemudahan apalagi bantuan yang gratis....tetapi kalau kita telah membayar alih alih yang kelas 1...tetapi masih mendapatkan pelayanan yang tidak sesuai...

      Hapus
    7. Bpjs ini sistemnya subsidi silang, yg tidak membutuhkan diharapkan dpt mengcover yg membutuhkan. Bersyukur lah kalo anda termasuk yg tidak membutuhkan, jgn liat negatifnya saja. Mari berdoa saja semoga perlahan pelayanannya membaik

      Hapus
    8. Sistem 'pemalakan'. Sekali kejebak tidak bisa keluar. sekalipun pindah kewarnanegaraan. Seharusnya layanan kesehatan gratis tidak hanya untuk kalangan menengah ke bawah saja, tapi juga untuk seluruh rakyat tanpa ada pilih-pilih. Kalau dibilang indonesia tidak mampu, itu hanya alibi.

      Hapus
    9. coba dong BPJS terbuka, berapa sih dia bayar dokter, dan berapa sih dia bayar rumah sakit ? pelayanan sering ditolak, kartu lama jadinya, selisih saldo malah kita didenda, terlambat didenda, pelayanan lambat ga ditanggapi... emang mental pengurus BPJS yang harus dibina dulu

      Hapus
  3. Semoga makin membaik pelayanannyabke depannya. Bagaimanapun kesehatan adl hak masyarakat dan tanggung jawab pemerintah menyediakannya.

    BalasHapus
  4. priksa lab pakai bpjs bayar atau gratis?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gratis, atau hanya membayar sedikit jika ada surat pengantar dari dokter yang merawat. Di klinik pratama biasanya sudah termasuk layanan lab sehingga tidak perlu surat rujukan kecuali untuk pemeriksaan yang lebih komplit sehingga biasanya di rujuk ke RS

      Hapus
  5. Klo mau priksa gigi ke puskesmas yah klo kita pake bpjs?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bagi peserta BPJS yg akan berobat gigi ataupun penyakit lainnya memang diwajibkan berobat di Puskesmas lebih dahulu. Jika nanti pihak dokter Puskesmas memandang perlu dirujuk ke rumah sakit besar, mereka akan membuat surat rujukan khusus peserta BPJS ke rumah sakit besar.

      Hapus
  6. Salam kenal mbak Ririn! Maaf, permisi numpang sharing sedikit.....
    Program BPJS Kesehatan memang sebuah program jangka panjang dari pemerintah yang tujuannya dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, baik masyarakat golongan mampu maupun yang tidak mampu. Untuk peserta yang tergolong mampu dapat menjadi peserta BPJS Mandiri (membayar iuran bulanan), sedangkan untuk peserta yang tergolong masyarakat tidak mampu dapat menjadi peserta khusus melalui program PBI-BPJS (Penerima Bantuan Iuran BPJS). Selengkapnya bisa dilihat di blog baru saya: http://ade-supriyatna-smile.blogspot.com/2014/09/bpjs-kesehatan-dan-cara-mendapatkannya.html

    Saya sendiri sudah menjadi peserta BPJS, dan menurut saya (khususnya untuk wilayah Jakarta Timur) pelayanannya secara umum sudah baik. Namun sama seperti program pemerintah lainnya, sistem administrasinya memang kental sekali nuansa birokrasi feodalnya, peserta harus rela ber-ribet-ria...hehehe...

    Bagaimana dengan asuransi swasta? Sampai dengan saya tulis comment ini, setidaknya sudah ada 30-an perusahaan asuransi swasta yang menjalin kerjasama dengan BPJS dalam bentuk CoB (Coordination of Benefit). Fasilitas layanan CoB diperuntukan bagi para peserta BPJS yang menginginkan Pelayanan lebih dari yg telah disediakan oleh pihak BPJS. Layanan lebih dimaksud adalah layanan untuk kelas di atas kelas I (VIP/VVIP). Tentu saja hanya peserta BPJS Mandiri (membayar) saja yang bisa memanfaatkan program CoB ini...teman-teman bisa googling sendiri di internet soal Program CoB BPJS dengan perusahaan asuransi swasta ini :)

    Semoga bermanfaat!
    Salam Indonesia Jaya!!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas sharingnya Pak... :)

      Hapus
    2. apakah ada bpjs kelas vip dan vvip?

      Hapus
    3. Ade supriyatna pegawai bpjs ya?
      Dibayar berapa lu bela2in bpjs, gw mah nyesel, tetangga sudah sakit tipes akut nunggu 5 hari, akhirnya ga kuat bayar sendiri deh tanpa bpjs.
      BPJS is stupid and deception

      Hapus
    4. Maaf mas ade
      Saya cuma mau bilang kalo yang ikut bpjs mandiri aja pelayanannya asal-asalan (semau gue), apalagi yang peserta bpjs khusus tidak mampu??
      bisa dibayangkankan....walaupun kita bisa ajukan keluhan2 di formulir keluhan bpjs, itu gak banyak membantu merubah pelayanan/SDM.
      Saya pernah liat di berita TV Bapak PRESIDEN-pun ikut bersuara/marah pada rmh sakit yg memperlakukan peserta BPJS seenaknya, tapi buktinya tetep aja pelayanannya seperti itu mas ade....gimana itu??? Orang no. 1 aja di republik ini kurang didengar himbauannya.

      Hapus
  7. Mohon penjelasan mbak Ririn..
    Dalam satu Kepala Keluarga terdiri 4 anggota...Suami,istri dan dua orang anak yg sah menurut hukum.Kewajiban sebagai peserta BPJS iurannya apa dikalikan jumlah anggota yang ada atau dianggap satu peserta.Bagaimana kalau anggotanya lebih dari itu....Kemudian mbak .....peserta BPJS yang telah menggunakan manfaatnya kemudian bulan selanjutnya menunggak sampai 6 bulan .apa dengan sendirinya batal kepesertaannya..? Trima kasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya coba jawab sebisa saya ya Pak, untuk lebih pastinya mungkin bisa ditanyakan langsung ke kantor BPJS terdekat :)

      Jika Pak Mursid berstatus sebagai karyawan, pengurusan kepesertaan BPJS biasanya diurus oleh perusahaan, begitu pula untuk pembayaran premi setiap bulannya. Jumlah anggota keluarga yang ditanggung maks 3 anak.

      Tapi jika menjadi peserta mandiri, mendaftar sendiri dan bayar sendiri preminya, setau saya sekarang harus satu keluarga yang tertera dalam satu kartu keluarga Pak, tak masalah berapapun jumlah anggota keluarga. Pembayaran preminya dihitung per kepala. Ini yang repot dan agak beratnya. Kalau kebetulan jumlah anggota keluarganya sedikit mungkin tidak terlalu memberatkan, tapi kalau anak ada 3, 4 bahkan lebih, ditambah ayah dan ibu dikali jumlah premi yang harus dibayar sesuai dengan kelas yang dipilih, akan terasa berat juga apalagi jika sebelumnya tidak pernah ikut asuransi. Jadi, intinya dihitung per kepala Pak.

      Untuk yang menunggak, selama maks 3 bulan, fasilitas BPJS tetap bisa dipakai seperti biasa. Dan baru bisa dipakai jika lebih dari 3 bulan dengan membayar tunggakannya terlebih dahulu.

      Saya pernah tanya, status kepesertaan BPJS melekat selamanya Pak, tidak bisa dibatalkan. Jadi misalnya ada yang nunggak sampai dua tahun, lalu tiba-tiba ia akan menggunakan lagi fasilitas BPJS, maka ybs tidak perlu mendaftar lagi, hanya melunasi tunggakannya saja....

      Hapus
  8. mba Ririn saya mau tanya,, BPJS bisa ganti preminy gak mba??

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa Pak, tapi setelah satu tahun dari tanggal mendaftar pertama sebagai peserta BPJS.

      Untuk lebih lengkapnya seputar BPJS, bisa disearch no hotline BPJS di tiap kota, bisa dipakai untuk tanya-tanya via SMS. Kadang, meski wiken dan liburpun tetap dijawab, walau kadang ada juga yang tidak dijawab :)

      Hapus
  9. mb gimana ya caranya beralih dr bpjs perorangan ke bpjs perusahaan ya? trims

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setahu saya, peralihan ini hanya memungkinkan jika perusahaan memang memfasilitasi kita dengan BPJS. Perusahaan yang akan mengurus administrasinya, termasuk pembayaran premi yang sebagian kecilnya akan dipotong dari gaji karyawan. Jadi tidak bisa kita urus sendiri Mas, semoga membantu :)

      Hapus
  10. Ass, mba sy mau tanya bgmn jika terlambat membayar iuran bpjs dr tgl yg dijadwalkan? Apakah ada byar tmbahan atau ttp iuran yg sm

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada dendanya Mbak, untuk yang kelas 3 kalau tidak salah Rp 500. Kalau dulu, terlambat maks 3 bulan, kartu tetap dapat dipakai seperti biasa (untuk yang mandiri). Lebih dari 3 bulan baru bisa dipakai kalau kita sudah melunasi tunggakan.

      Hapus
  11. Ass mba..sy mau tanya utk bpjs individu bila ke dokter gigi apa saja yg dicover? Siang td sy ke klinik fas kes daerah jak sel, hanya tambal, cabut, scaling. Nah kondisi gigi saya butuh perawatan sblm tambal,sedangkan biaya perawatan tsb tdk ditanggung :(.
    Tks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga jawaban dari Mas Izzul membantu, maaf telat membalasnya...

      Hapus
  12. mas Fairuz

    nih saya copy dari website jamsostek
    http://www.jamsostek.co.id/info/subcontent.php?id=16&subid=20

    Pelayanan rawat jalan tingkat pertama meliputi:

    Pemeriksaan dan pengobatan oleh dokter umum
    Pemeriksaan dan pengobatan oleh dokter gigi (penambalan, pencabutan, perawatan syaraf gigi, dan pembersihan karang gigi)
    Pemeriksaan penunjang diagnostik sederhana (darah lengkap, urin lengkap, dahak pada kasus TBC, foto rontgen dada, foto rontgen gigi, dan tes kehamilan)
    Tindakan medis sederhana yang dapat dilakukan oleh dokter umum maupun dokter gigi
    Pemberian obat-obatan/resep obat sesuai dengan indikasi medis mengacu ke Standar Obat JPK
    Pelayanan Keluarga Berencana (alat kontrasepsi dalam rahim/IUD, Pil KB dan suntik KB)
    Pelayanan KIA: pemeriksaan kehamilan, pemeriksaan bayi dan balita, pemberian imunisasi dasar (BCG, DPT, Campak, Polio, Hepatitis B)

    jadi perawatan sebelum tambal termasuk bagian BPJS

    BalasHapus
  13. bu Ririn, mohon info saat ini saya masuk rs swasta untuk perawatan ortu yg sedang sakit, apakah ada tindakan dan faskes yg tidak dicover bpjs ? spt apa jenisnya ? karena saya mendandatangani surat yg isinya bersedia membayar bila tidak di cover bpjs
    mohon infonya...terima kasih bu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf terlambat mereply...

      Semoga jawaban di bawah bisa membantu. Sebagai tambahan, layanan dan fasilitas BPJS cukup lengkap. Biasanya tidak ada atau hanya sedikit tambahan biaya jika layanan yang kita pakai sesuai haknya, tidak naik kelas. Untuk yang naik kelas, misal dari kelas I ke kelas I utama, biasanya memang diminta untuk menandatangani kesediaan membayar yang tidak dicover BPJS

      Hapus
  14. Mas nahrawi zain,,,sekedar share,yg tidak di cover bpjs adalah alat,misal,minggu lalu swami saya oprasi hernia,dengan pemasangan alat mesh,,nah alat itu yg bayar,selebihnya obat,oprasai,dan rawat inap gratis,kecuali ada obat yg tdk tersedia di rs trsbt,kita hrus beli mandiri,,,,sya sdh merasakan manfaat bpjs,dan sya rasa tdk ribet,,mudah dan pelayanannya bagus,maka sebaiknya pilih rs rujukan yg bagus,,terimaksih bpjs

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kebetulan saya juga mengalami pengalaman yang sama untuk kasus rawat inap, so far tidak terlalu banyak masalah :)

      Hapus
  15. Menurut saya gak ribet. istri saya operasi secar waktu melahirkan gratis dan gak di persulit...cuma agak lambat dikit. padahal RS Swasta. tapi kalo rawat jalan dgn perawatan gigi/nambal baru coba. semoga gak di persulit. mgkin oknum RS yg sebagian menganggap BPJS buat pasien gak mampu. padahal kitanya bayar tiap bulan.....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga pernah mengalami sedikit perlakuan tidak enak dari oknum RS, terkesan sepertinya pasien BPJS itu pasien 'kelas dua' :)

      Hapus
  16. Nah...kalau kita sengaja ingin berhenti paksa dgn tdk membayarkan premi,dan berniat utk tdk menggunakan faskes BPJS itu bagaimana mba? mungkin dgn bbrp alasan kecewa dgn pelayanan atau lain sbgnya...mohon pencerahan mba...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini yang saya belum dapat jawabannya Mbak, bisa atau tidak. Dari info yang saya dapat, sepertinya koq malah BPJS itu keanggotaannya seumur hidup ya :( Suka atau tidak, pakai atau tidak fasilitas. Semoga dalam waktu dekat ada kejelasan soal ini, dan ketentuannya tidak memaksakan setiap orang untuk menjadi peserta seumur hidup....

      Hapus
    2. dari pelajaran2 yang sudah saya pahami, bahwa BPJS wajib untuk semua masyarakat karena niat pemerintah adalah "gotong royong". pelayanannya mngkin skrang kurang baik akibat kurangnya pengawasan dari pemerintah,lemahnya regulasi pemerintah, juga bertambahanya peserta BPJS dan rendahnya subsidi dari pemerintah.sebenarnya sistem sudah bagus akan tetapi implementasi dari undang2 sangat jauh dari hrapan.
      mngkin solusinya bagi peserta yang merasa tidak mndptkan haknya bisa memberikan kritik dan saran pada BPJS it sndiri agar dapat menjadi bahan evaluasi.

      Hapus
  17. mau tnya nih klo untuk periksa mata kan gratis..klo untuk kcamatanya sendiri di cover jga ga yah ???? mohon informasi..makasii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dapat 'subsidi' 300 ribu untuk kelas 1, dan 200 ribu untuk peserta kelas 2 dan 3. 'Subsidi' ini diberikan setiap dua tahun sekali.... :)

      Hapus
    2. Mbak ririn? mau bertanya misalkan perawatan kesehatan gigi seperti pembersihan karang gigi atau menambal gigi, melalui puskesmas. apakah bisa menggunakan ASKES Dan biaya 0 Rp?

      Hapus
  18. Setuju bu, saya mengalami sendiri ketika nambal Gigi depan says, dokternya blng bhn tmblnya yg bias a until bpjs, trs says Tanya brp LM kekuatanya, tergantung perawatanya....hadooooh jwbnya , setelah di tambal kekuatanya CMA 3 hari, jdi mls sy blik lgi, pdhl sy Bpjs yg bayar tiap bulanya DRI gaji says, sblmnya jamsostek


    Tks

    BalasHapus
  19. saya juga punya pengalaman ga enak di puskesmas kebayoran lama satu,saat periksa gigi depan anak yang patah,dia bilang untuk pasang crown gigi biayanya 1,5juta dan ronsen gigi tidak ditanggung bpjs,gimana tuh ,katanya kurang sosialisasi dari bpjs,dan drg perempuannya ga sabar hadapin anak kecil umur 8 th,kesal sih anak ku ga diperiksa

    BalasHapus
  20. Salam kenal mbak Ririn,

    Saya mohon informasi, jika mau berobat gigi, apakah harus datang ke faskes primer dulu? atau saat mendaftar ke BPJS kita harus daftar keduanya (faskes primer dan dokter gigi)?

    terima kasih

    BalasHapus
  21. mau tanya mba ririn, aq anggota BPJS & aq daftarin ibu ku jg yg sdh tua, klu seandainya sakitnya cuma sakit biasa kyk demam gitu kita mau periksa ke dokter umum bkn yg di puskesmas apa bs menggunakan kartu BPJS? Mohon di bls

    BalasHapus
  22. Bner tu.lyanan BPJS emg playanany msh blm bsa dblg baik.
    Sya 8th mnikah&blm bsa pny momongan.bbrapa mggu yg lalu sya terfikir untuk mncoba ikut program cpt hamil mggunakan bpjs(PEMERINTAH).awaly sya dtg kPuskesmas.lalu phak puskesmas mnganjurkan untk mnemui dr specialis kandg.kmudian dgn dbekali srt rujuk dr pskesmas prgilah sya lgsg mnemui dr trsbut.Stelah ikut prosedur&antri slm 3jam bru tba gliran sya.Sgguh mengejutkan...dr mnanyakan kluhan sya,dan saat sya mnyampaikan kluhan sya.tiba"mmotong pnjelasan sya tnpa ad jwaban appun.lalu dr mnyuruh sya brbaring &mmeriksa rahim sya dgn scan.bgtu slesai,,tdk ad pjlasan ap".beliau hny mngatakan sya hrs kmbali kontrol pd saat haid dhari 1-3.rasanya bru 5 menit &sdh selesai????Benar" nasib pgguna BPJS...
    Oh ya 1 lg,,pda saat mau kluar,suster mngatakan bhwa jika sya pnya rencana ikut program cpt hamil.untuk kontrol slanjuty pihak BPJS tdk mau mnanggung.Artinya sya hrus mbayar scra pribadi/uang sndiri.Jadi sya ptuskan untuk mundur.Uang drimna sya,untuk kbtuhan shari" sja sya &suami hrus bntg tulang sharian.Klo mmg sya byk uang,,gk perlu smpe slama in (8th) sya brharap bsa hamil. Sudahlah kecewa dg playanan Dokter,,dtambah pula adanya penolakan dri pihak BPJS. Beginilah kendala mnjadi org miskin.Mgkin harapan sya untuk mmiliki anak hanyalah sebuah MIMPI yg gk akn prnh trwujud.

    BalasHapus
  23. Pelayanan BPJS di RS Islam Cempaka putih Jakpus cukup baik. Awal mengurus mmg agak ribet karena blum tau ,harus banyak tanya saat mengurus BPJS di rumah sakit ,kalo sdh tau tata caranya dilain waktu sdh tdk ribet lagi. Dokter dan perawat harus melayani pasien dengan sebaik mungkin tanpa melihat pasien BPJS atau bukan ,karena mereka sudah di Gaji sama pemerintah yang mana uangnya juga uang dari rakyat juga. Seharusnya begitu. terima kasih.

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya salah satu peserta bpjs, tapi Alhamdulillah semua berjalan lancar dan pelayanan baik dari dokter bahkan perawatnya ramah dan baik, nama RS nya ANNA MEDIKA di depan perumahan wisma asri, di rekomendasikan....

      Hapus
  24. kami sebagai dokter gigi juga sangat dirugikan oleh BPJS. Untuk membersihkan karang gigi sebanyak kurang lebih 32 gigi dengan waktu kerja antara 1-2 jam,kami hanya mendapatkan klaim sebanyak Rp.3000 ribu. Mungkin biaya parkir saudara2 lebih banyak daripada upah kami.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maaf sebelumnya, Pengabdian bukan diukur dri uang. Setau saya seseorang pabila akan jadi seorang dokter sudah disumpah utk mengabdi dan melayani pasien sebaik-baiknya. Itupun klu memang ingin betul2 jadi Dokter. klu tidak silakan pasang tarif.

      Hapus
    2. Maaf sebelumnya, saya setuju dengan sejawat diatas, sudah seharusnya kita saling menghormati, walaupun kami sudah di sumpah untuk mengabdi dan melayani, kalo klaim BPJS seharga masuk "TOILET" apakah pantas untuk kami.? sedangkan saudara menuntut pelayanan "OPTIMAL".? seharusnya anda jangan menuntut kami, tanyakan solusi ke BPJS dan pemerintah..

      Hapus
    3. Kami tidak memasanh tarif, kami hanya ingin diperlakukan manusiawi
      Kalau anda sekolah sudah sangat mahal, harus selalu mengikuti seminar harga selangit, beli bahan dan alat praktek yg tidak murah, namun kami disuruh bekerja tanpa henti dg upah yg minimal

      Hapus
  25. gimana ya cara berhenti jd bpjs perseorangan? karena mau daftar jd peserta bpjs pekerja

    BalasHapus
  26. Hehehe... kmrn bersihn karang gigi cuma dibersihin gigi seri bwh doang. Mingdepnya suruh balik lg, jg gigi seri dpn atas doang. Kaco nih kalo pake bpjs huhuhuhu....

    BalasHapus
  27. Dulu (umur 20) aku pakai asuransi dari orang tua. Asuransinya masih ASKES. Nggak ribet sih menurutku. Minta surat pengantar ke dokter yang ingin dituju (saat itu poli mata). Lalu aku ke rumah sakit tersebut dan masuk ke loket khusus ASKES.
    Setelah mendapat berkasnya, aku langsung periksa.
    Dari dokter mata diberi surat rujukan dokter. Surat tersebut juga jadi berkas untuk kemudian serahkan ke kantor ASKES untuk dapat surat keterangan potongan biaya sebesar 200.000.

    Saat itu aku beli frame + lensa di Optik Duta Lensa Jember. Total biaya 425.000. Dapat potongan askes 200.000, jadi aku tinggal membayar sisanya deh. Selesai.

    Sekarang memang ASKES namanya BPJS Kesehatan. Kalau aku lihat di kantor dekat Prosalina Jember, selalu ramai apalagi hari Senin. Ketika aku sakit dan harus ke dokter penyakit dalam di umur 22 tahun, ternyata nggak diperbolehkan. :(
    Minimal dicover asuransi (sebagai anak) maks 21 tahun. Jadi sekarang pakai UMUM.

    Btw, memang betul, pelayanan sedikit berbeda ketika antara pakai asuransi dan umum. Merasakan sendiri.

    BalasHapus
  28. saya tidak tau apa yg ada disini kecewa terhadap pekayanan BPJS Mandiri saya punya cerita yg saya dapat langsung dari suami istri yang sudah tua ( usia sekitar 65 - 70 tahun ) yang bertemu saya dan ngobrol seputar bpjs
    bapak ini tinggal di pinggiran kota jakarta istri dan bapak ini menceritakan bahwa dia dan istri ikut bpjs mandiri dengan kelas rawat inap kelas 1 pada bulan agustus 2014 dan baru memnbayar iuran pertama sebesar 59.500
    singkat cerita pada bulan nov sang istri kena serangan jantung dan di bawa ke igd rscm dan hasil dengan hasil pemeriksaan harus segera mendapat penangan medis lebih lanjut
    singkat cerita sang suami membawa hasil diagnosa selain ke poli jantung di rscm dia juga langsung ke faskes ! dimana dia ditunjuk dan di sana dibuat surat runjukan ke RSUD ( faskes 2 ) antar cikini atau ridwan maureksa , sementara itu keluar juga hasil pemeriksaan harus segera di tindak
    dengan bekal rujuk dari faskes 1 dan surat diagnosa dr igd cipto di rs cikini ( faskes 2 ) pasien tdk boleh pulang dan harus segera di rawat sang suami bicara bagai mana jika ruangan tdk ada harus ada kata dokter setelah sang suami ke adm dikatakan kelas satu penuh semua kecuali nmau upgrade di atasnya dan memnbayar selisih harga sang suami bertanya apa kelas dua ada di jawab ada ok saya ambil itu ( kita bukan mau di hotel kita mau di rawat turun kelas tidak masalah )
    akhirnya ibu tersebut di rawat selama sebulan di cikini dan saat keluar sang suami bertanya ke adm berapa biaya kira kira yg harus di keluarkan jika saya harus bayar
    untuk kateternya saja sudah 16 juta total total sekita 30 juta biaya yg harus di bayar tetapi karena di tanggung bpjs tidak sepeser rupiah pun dikeluarkan
    disini kita lihat betapa bersyukurnya sang suami dengan adanya bpjs dan kita liat berapa banyak keluarga keluarga seperti di atas ????

    kalau kita baca dengan seksama aturab bpjs atau panduan bpjs tdk ada yg susah kok

    karena bangsa kita malas baca jadi baca semua dengan seksama baca dengan teliti aturan dan landasan nhukum serta hak dan kewajiban dari bpjs maka semuanya lacar ok kita yg mampu dan sehat uang kita tdk akan sia sia karena digunakan membantu mereka yg tdk mampu

    BalasHapus
    Balasan
    1. selama ini pemerintah kurang gamblang tentang penjelasan bpjs, yang di gembor-gemborkan cuman manfaatnya saja sedangkan prosedur dan alur penggunaan bpjs kebanyakan masyarakat masih buta dengan masalah itu

      Hapus
  29. Aq pnya bpjs perorangan/mandiri bkin sendiri lalu d perusahaan aq d ikut sertakan utk bpjs perusahaan apkh benar utk mndptkan bpjs yg dr perusahaan qt hrs menonaktifkan yg perorangan terlebihdahulu

    BalasHapus
  30. selamat sore,mau tanya mba saya baru mau ikut BPJS,setelah baca sana sini kok jadi ragu ya? trus klo kita sudah ada asuransi swasta apakah perlakuan pihak RS berbeda ya?jug mau tanya jika kita meninggal adakah santunan juga?trimakasih salam
    .

    BalasHapus
  31. Mba gmn klo kita sakit diluar kota ,padahal faskes 1 di jakarta berarti kartu bpjs ini tak berlaku diluar kota karna faskes 1 dijakarta!klopun berlaku harus UGD,sungguh ribet mending pake jamkesmas!BPJS sungguh ribet dan. Memusingkan tolong pencerahanya karna masyarakat selalu di iming2i oleh berbagai kemudahan tapi sungguh banyak diluar dugaan pasilitas yg didapat banyak makan atinya daripada makan dagingnya!

    BalasHapus
  32. saya punya kakak mengalami penyempitan pembuluh di arteri jantung dan harus dipasang ring pada dua titik. lalu dia ke rs tarakan dirawat dulu selama seminggu lalu diperbolehkan pulang sambil menunggu operasi yang di jadwalkan 2 bulan setelah perawatan. Setelah waktu yang ditentukan maka kakak sy pun kembali ke rs tarakan dan dirawat lagi selama seminggu lalu tindakan pemasangan ring pun dilakukan. Setelah pemasangan ring selesai dirawat selama 1 minggu lagi lalu diperbolehkan pulang tanpa membayar sepeserpun mkecuali ada obat2an yang memang harus dibeli sendiri yang harganya tidak terlalu mahal. diperkirakan biaya yang seharusnya dikeluarkan sebesar Rp. 160 juta tetapi kakak saya tidak membayar sedikitpun. betapa kakak sy bersyukur kepada Tuhan Yang Maha Esa dan kepada BPJS hingga kakak sy kembali hidup sehat.

    BalasHapus
  33. Sejauh ini sy sngat trbantu dg bpjs. Sy peserta kelas 3. Trdaftar sejak maret 2015
    Sy sdh 2x brobat ke dokter spesialis mata
    Dilayani dg baik
    Sy pun bru aja beli kcamata dg bantuan bpjs.
    puas bnget.
    thanks bpjs

    BalasHapus
  34. Lucu yg muji bpjs kebanyakan anonim...wkwk hoaks jg nih, sebagai peserta bpjs sy jg merasakan pelayanan berbeda ketika berobat ke puskesmas..seperti yg mba sebutkan, mulaj dr pelayan perawat hingga penjelasan soal penyakit dan obat"an pun sy rasa jauh dari pelayanan umum..tp adpula tmn yg istrinya melahirkan tidak dipunggut biaya sepeserpun, bahkan kelebihan infus disuruh bawa pulang..dari pengalaman itu sy kira kekurangan bpjs memang msh banyak..hanya sj ad benarnya jg terkait pelayanan dan tarif yg ditetukan sesuai tipe rs..krn pelayanan yg buruk itu kebanyakan di rs yg tipe standart, ttp utk faskes sedikit baik pelayananx sdh berbeda..semoga kedepan lebih baik, dan bpjs bisa menganti generik ke obat yg lebih baik..thanks mba

    BalasHapus
  35. sebenarnya soal bpjs itu sy lihat tergantung dari kota masing2 deh, sy di bontang kaltim pelayanan cukup baik. tergantung kita menyikapi saja, terlebih menggunakan jaminan bpjs tdak mengeluarkan biaya apapun kecuali potocopy..
    hnya sj yg masih buat sy belum paham adalah ketika berobat menggunakan bpjs, dokternya dibedakan antara yg pke bpjs dan yg tanpa jaminan.. entah beda pelayanan, kualitas kerjaannya, atau apalah itu namanya semoga para dokter bisa lebih profesional tanpa membanding-bandingkan antara pasien yg berobat, terima kasih

    BalasHapus
  36. any nuringtyas23 Juni 2015 08.44

    saya peserta aktif BPJS.....awalnya saya sempat direpotkan dengan aturan BPJS....apalagi waktu perlaihan dari jamsostek ke BPJS saya keebetulan diharuskan opname selama 2 minggu......dan pihak rumah sakit pun masih bingung dengan peraturan yang baru.....tp bbrp bulan kemudian.....saya sakit lagi dan ternyata saya diharuskan ke poli jantung....awalnya saya pake jalur umum....saya periksa ke bethesda....bbrp kali kontrol di bethesda, dokter menganjurkan saya memakai BPJS karena biaya perwatan jantung tergolong mahal......hebat bukan....akhirnya saya dijelaskan tatacaranya......saya bawa surat kontrol dari beliau, saya tunjukkan ke faskes 1 untuk meminta surat rujukan, setelah itu saya berobat dengan BPJS....dari yang per bulan saya harus membayar 1,2jt turun menjadi 467.000 karena ada vitamin yang tidak tercover.....setelah itu, saya dirujuk ke faskes 3 RS sardjito karena belum ada perubahan signifikan, sayapun ke sardjito, BPJS saya kelas 2, dirujuk untuk dokter VIP....memang saya harus bayar biaya dokter VIP yang tidak di cover BPJS sebesar 115.000 tapi obat gratis, dokter dan perwatpun tidak membedakan pasien....saya juga sering melakukan pemeriksaan lab...yang rata2 mahal harganya dari USG abdomen dan pembuluh sejumlah 700 rb an hingga usg jantung yang mencapai 852.000....semua gratissss tis...hanya bayar biaya dokter....just sharing pengalaman saya selama ini....dan saya tidak mengada ada

    BalasHapus
  37. Istri saya udh daftar bpjs alhamduillah dia sesar kalo bayar sih 8 jt, sesar 13 jan 2015, tapi masih membayar buat perawatan bayi 1jt, untuk keseluruhan masih bagus

    izin share sista :

    Guru Ke Rumah Pusatles.com SOLUSINYA!
    Free Pendaftaran, Guru 100% PTN !!!
    Plus Diskon 20%

    Fast Respon BB 57506EED
    atau WA 0878 78 516 382
    email : cspusatles@gmail.com
    website www.pusatles.com
    Alamat: Griya Kalisuren Blok A2 N0.19
    Jl. Kalisuren Raya Ciputat Parung Bogor

    BalasHapus
  38. Inti dari pungutan iuran bpjs adalah mengumpulkan dana sebesar2nya dan sebanyak banyaknya dari jutaan pekerja aktif di Indonesia
    Jika jumlah pekerja di indonesia adalah (asumsi) 20% dari total penduduk yg 350juta lebih artinya ada 70jt pekerja di Indonesia.
    Bila dipukul rata gaji umr sebesar 2jt dikali (asumsi tarif)*4%=80ribu dan dikali jumlah pekerja aktif 70jt total=5.600.000.000.000,-

    5,6triliun setiap bulannya wow angka yg fantastik bukan? Itu klo dipukul rata gaji smua orang 2jt banyak pula yg gaji diatas angka tsb betul?

    Angka tsb bisa untuk bangun rumah sakit besar, angka tsb bisa beli ratusan peralatan medis canggih, angka tsb bisa beli jutaan obat-obatan, lalu kemana uangnya ketika banyak orng mengeluh atas pelayanan tsb?

    Berapa angka pastinya dana yg masuk setiap bulan dan biaya yg dikeluarkan untuk masyarakat hanya tuhan dan mereka yg bermain disana yg mengetahui

    Semoga ada badan yg bisa melakukan control atas hal tersebut dan dapat mempertanggung jawabkan dana yg sudah dipungut dari rakyat

    BalasHapus
    Balasan
    1. itu baru pendapatan dari pasien BPJSnya om... belom pendapatan dari klinik yang berani bayar marketing BPJS untuk menaikan kapitasi kliniknya... beeeuuuhh banyak bo!!! masuk kantong deh

      Hapus
  39. saya peserta BPJS tp ngga pernah menggunakannya......lebih baik bayar dokter.

    BalasHapus
  40. share jamsostek Vs BPJS
    Jamsostek: operasi sesar tidak dipungut biaya apapun
    BPJS : Dipungut biaya perawatan anak
    Jamsostek: susntik KB gratis
    BPJS : Suntik KB bayar
    Jamsodtek: cabut gigi gratis
    BPJS : haya gigi tertentu yang gratis

    Bener gak sih...
    ternyata seperti itulah kenyatan yang dialami oleh sya pribadi dan masyarakat disekitar lingkungan saya.

    BalasHapus
  41. kartu bpjs istri saya sudah tidak aktif, karena tidak bayar premi, karena tidak ada uang, adakah cara untuk mengaktifkannya kembali tanpa harus bayar tunggakan premi, sebab saat ini premi bpjs istri saya akan di tanggung oleh perusahaan tempat saya bekerja, namun karena kondisinya tidak aktif maka perusahaan menyarankan untuk mengaktifkan dulu, sedangkan kalau untuk mengaktifkannya harus membayar tunggakan premi, saya tidak punyak uang, adakah solusi lain yang bisa di tempuh tanpa harus bayar tunggakan premi no kartu dapat di aktifkan kembali.

    BalasHapus
  42. sebelum membanding-bandingkan bpjs dengan asuransi swasta bandingkan dulu dengan rupiah yang di bayarkan.kalau kata orang

    ada harga ada rupa. tapi jangan salah untuk kasus penyakit penyakit serius saya lebih pilih BPJS karena pembayaran di

    talangin dulu sama Rumah sakit baru di klaim ke BPJS.

    kebetulan saya pengguna ASKES dan semenjak ada BPJS, pelayanan tambah parah terlebih lagi dengan masalah antrian kalau

    dahulu ASKES cuma diperuntukan oleh PNS beserta keluarga maksimal 2 sekarang coba bayangkan semua orang bisa menggunakan

    BPJS.

    karena banyaknya peserta baru...dan maaf yang dahulu ke rumah sakit mikir - mikir sekarang mata gatel sedikit aja berobat

    kerumah sakit. karang gigi sedikit aja minta dilayani. bagus sih secara sadar masyartakat sekarang sadar kesehatan tapi

    kalau tiap hari kerumah sakit ..kasihan atuh sama yang bener bener sakit.

    sekarang ada peraturan untuk unit gawat darurat anak yang panas kurang di atas 40 derajat tidak ditanggung BPJS . kebetulan

    saya bawa anak saya karena panas 39,4 derajat celcius karena takut sebelum bawa anak di bawa ke RS secara inisiatif saya

    berikin oabat penurun panas. sesampai di UNIT GAWAT DARURAT di ukur lagi suhu ternyata sudah turun 38,5 derajat...otomatis

    saya harus membayar biaya pemeriksaan dokter karena tidak di tanggung dengan BPJS

    BalasHapus
  43. saya ingin berubah faskes kok sulit yah knp tidak bisa secara online ?

    BalasHapus
  44. Klo untuk biaya oprasi patah tulang gmna ya?
    Mohon sharenya donk.

    BalasHapus
  45. Siapa yg bilang bahwa bpjs adalah jaminan kesehatan dari pemerintah, anda salah besar... bpjs sebenarnya asuransi iuran dari anggota, yg sehat membantu yg sakit, semuanya murni uang rakyat, bukan uang pemerintah, rakyat sudah di bodohi dengan jaminan kesehatan bpjs sebagai jaminan kesehatan nasional, pemerintah malah di untungkan dgn iuran bulanan dari anggota, sebagai contoh penduduk indonesia yg sakit hanya 25% saja atau 50%nya, anda hitung sendiri total penduduk indonesia seluruhnya, sekitar 80% penduduk ikut bpjs, jumlah penduduk yg ikut bpjs di kalikan iuran yg paling murah yaitu 25.000, ternyata nilainya sangat mengagumkan, dari kelebihan iuran itu pemerintah di untungkan kurang lebih 4 triliun, ternyata rakyat sudah di bodohi, dgn iming iming jaminan kesehatan nasional, padahal semua uang yg di gunakan adalah uang rakyat sendiri, sungguh bodoh kita semua, trus pemerintah membantu rakyatnya dimana????????????????????????????????

    BalasHapus