Sabtu, 17 Mei 2014

Sarapan yang Baik untuk Tubuh dan Jiwa

Sumber Foto : suprememastertv.com

Dalam food combining, meminum air perasan jeruk nipis di pagi hari sebelum makanan dan minuman lain termasuk 'wajib' hukumnya karena sejumlah manfaat penting yang dimilikinya. Bagi saya pribadi, meminum minuman ini biasanya akan membuat kontrol diri terhadap makanan kurang sehat dan berlebih sepanjang hari, menjadi lebih baik dibanding jika makanan/minuman pertama yang saya santap adalah mie instant atau roti bakar dan segelas kopi/coklat misalnya.

Soal jeruk nipis ini sekali lagi membuat saya merasa menemukan keterkaitan antara food combining dengan tazkiyatun nafs. Apalagi tatkala mendengar sharing seorang ummahat dengan 3 balita yang luar biasa beberapa waktu lalu.

"Pagi-pagi, biasanya hal pertama yang saya pikirkan dan lakukan bukan soal dapur yang berantakan, atau cucian piring dan baju yang menumpuk, rumah yang seperti kapal pecah. Selagi anak-anak belum bangun, sebisa mungkin menyempatkan qiyamul lail dulu, terus tilawah, lanjut sholat sunnah sebelum subuh, sholat subuh, terus dzikir. Ini dulu deh amunisi yang harus dipersiapkan supaya bisa melalui 'pertempuran' hari itu dengan hati adem" katanya. Hiks, saya nyengir kuda dalam hati mendengarnya :) Yang anaknya 3 dan masih kecil-kecil juga, ibadahnya masih komplit euy :)

Jumat, 16 Mei 2014

'Rumah Impian' yang Disita Bank

Sumber Foto : swa.co.id

Sore tadi tak sengaja berkesempatan keliling perumahan dan melihat lagi sebuah rumah yang beberapa tahun lalu, beberapa kali saya gumami sebagai 'rumah impian' :)

"Warna catnya cantik. Desain rumahnya juga oke. Aku suka kalau posisi kamar tidur dan ruang tamu seperti itu. Taman mungilnya membuat rumah semakin cantik. Posisi garasi juga sangat strategis" bla bla bla puji saya pada si 'rumah impian' saat suatu hari berjalan kaki bersama suami.

Sangking kesengsemnya sama rumah itu, saya sering melewatinya saat akan bepergian meski itu berarti saya harus berputar arah. Dan hampir setiap kali melewatinya, saya sering bergumam dalam hati, "kau rumah impianku", sambil tersenyum sendiri. Sampai segitunya ya :)

Lama-lama saya merasa lelah sendiri. Terus memikirkannya telah mengurangi rasa syukur dan bahagia saya pada apa yang telah saya miliki. Dan seperti biasa ketika menghadapi situasi seperti ini, saya berusaha segera melupakannya. Dan saya benar-benar lupa hingga tadi sore kembali melewatinya.

 
;