Kamis, 03 April 2014

Pola Makan Lebih Sehat dengan Food Combining

Foto by www.sehatplus.com


Ceritanya, dalam dua bulan terakhir saya mencoba menerapkan pola makan yang lebih sehat untuk keluarga. Saya tertarik dengan Food Combining sebagai panduannya. Karena pola makan sehat ini tidak hanya untuk saya namun seluruh keluarga, maka semua dilakukan secara perlahan. Target pertama saya di bulan-bulan pertama adalah menghilangkan sejumlah menu kurang sehat yang selama ini sering kami konsumsi. Dan taraa, berikut sejumlah daftar makanan dan minuman yang hilang atau berkurang cukup signifikan dalam daftar menu kami selama dua bulan terakhir :


Daftar makanan berat yang pertama adalah NASI PADANG (hiks, masih ada rasa sedih mengingat nostalgia makan yang satu ini ). Dulunya, nasi padang ini menjadi salah satu 'makanan wajib' saya dan suami. Rata-rata dua kali makan siang dalam seminggu. Belinya memang cuma seporsi karena kami masih sering makan sepiring berdua (walau akhir-akhir ini sering rebutan lauk, haha :) ). Kalau untuk saya, makanan satu ini hampir tiga bulan tidak pernah saya santap. Kalau suami pernah makan sekali.

Makanan favorit berikutnya adalah siomay, pempek, gudeg, bebek galak (banyaknya :) ). Kalau yang satu ini biasanya hanya kami makan seminggu sekali, sekedar refreshing kalau lagi bete, malas masak dan sebagainya. Dalam dua bulan terakhir kayaknya gak pernah makan makanan di atas ini selain bebek galak soalnya untuk pengobat bete waktu itu (memang bebek galak bisa ngilangin stress Rin? Bukannya malah tambah stress karena kepedesan :) )

Selanjutnya yang raib dalam daftar menu harian kami adalah kue-kue tradisional yang dulu hampir kami makan tiap pagi setelah makan roti (ya ampun, habis roti makan kue? ) Oya, nasi goreng yang dulu juga sering kami beli sebagai menu dinner sekarang sangat jarang, tapi kalau buat sendiri cukup sering :)

Minuman berpengawet juga berkurang drastis, Alhamdulillah termasuk kopi dan teh. Begitu pula dengan snack-snack pabrik. Sebagai gantinya hampir selalu ada jus setiap hari terutama pagi hari. Camilan berkarbo tinggi juga sering diganti dengan buah. Alhamdulillah so far anak-anak cukup mudah menerimanya termasuk mengurangi konsumsi mie instant dalam jumlah yang cukup signifikan :)

Perubahan lainnya saya jadi sering masak walau yang dimasak ya itu-itu aja (gak usah disebutkan kalau yang ini :)  ). Uniknya, sering masak ternyata tidak membuat saya merasa bertambah repot secara berlebihan. Mungkin karena ada rasa bahagia memastikan bahwa makanan untuk keluarga lebih terjamin kebersihan, gizi dan tentu saja kehalalannya. Merasa tidak terlalu repot mungkin juga karena frekuensi makan kami menjadi lebih terjaga, tidak sedikit-sedikit makan seperti sebelumnya.

Lalu, bagaimana hasil yang terlihat dengan mencoba menerapkan pola makan sehat selama kurang lebih dua bulan terakhir?

Sejauh ini memang belum ada penampakan yang signifikan, misal penurunan berat badan secara drastis. Karena memang penekanan pola makan sehat yang coba kami terapkan bukan pada hal itu. Yang pasti, selain merasa lebih sehat, ada rasa bahagia juga sedikit demi sedikit mulai bisa mengucapkan 'selamat tinggal' pada sejumlah makanan yang selama ini kami anggap tanpa mereka sepertinya hidup kurang lengkap :)

# titip salam buat nasi padang dkk ya:)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
;