Rabu, 05 Maret 2014

Bersiap Menghadapi 'Tim Audit' Akhirat

Sumber Foto : www.bumn.go.id

"Apa yang sangat ditakuti bagian keuangan sebuah perusahaan atau instansi pemerintah?" tanya suami membuka diskusi di suatu siang.

"Apa?" tanya saya balik dengan ekspresi serius  

"Tim Audit" kata suami kemudian menjawab sendiri pertanyaannya. Bisa ditebak 

"Bagian keuangan bisa-bisa lembur berhari-hari hingga larut malam bahkan pagi demi memperbaiki laporan keuangannya, karena seribu rupiahpun bisa dicecar habis-habisan oleh tim audit kalau gak jelas juntrungannya" saya hanya diam sembari mengingat cerita sejumlah orang yang bekerja di bagian keuangan dan bagaimana galaunya mereka begitu mendengar kabar tim audit akan segera bertandang 

"Itu baru menghadapi tim audit, belum lagi nanti kalau harus menjawab pertanyaan malaikat di hari pembalasan" lanjut suami. Saya masih diam sembari melanjutkan 'pengembaraan pikiran' jauh ke hari pembalasan.


"Semakin banyak yang kita punya, akan semakin besar pertanggungjawaban kita kelak di sana" kata saya kemudian dengan suara pelan.

"Ya, semua akan ditanya dari mana datangnya, bagaimana mendapatkannya, kemudian diperuntukkan untuk apa. Semua akan diminta pertanggungjawabannya: harta, jabatan, ilmu, anak istri" kata suami yang mulai sibuk dengan ipadnya.

"Bukannya yang ditanya begitu (dari mana dan untuk apa) cuma harta ya?" tanya saya bingung.

"Semua, anak istri juga" jawab suami dengan berat seolah ia sedang membayangkan betapa berat pertanggungjawabannya kelak di akhirat akan anak istrinya, tapi masih sembari asyik dengan ipadnya  Saya semakin bingung, saya yang baru tau soal malaikat nanti juga akan tanya pasangan dan anak kita dari mana dan untuk apa, ataukah karena konsentrasi suami sedang terpecah? 

Dari pada melanjutkan diskusi dengan orang yang sedang tidak konsen, saya lebih memilih 'mendiskusikan'nya dengan diri sendiri. Mungkin maksud suami, malaikat nanti juga akan tanya (terutama pada para suami), istrimu kau dapatkan dari mana; dari masjidkah, kampuskah, diskotikkkah, atau nemu di pinggir jalan pas tengah malam?  Akan ditanya juga bagaimana cara mendapatkannya, melalui pacaran dan banyak zina, ataukah melalui ta'aruf yang Islami yang saling menjaga kehormatan masing-masing? Lalu setelah itu akan ditanya, kau apakan istrimu? Maksudnya apakah dicukupkan kebutuhan dunia akhiratnya, dijaga akhlak dan auratnya, dijaga keimanan dan keIslamannya, dan sebagainya dan sebagainya.

Anak-anak juga akan ditanya, dari mana mendapatkannya; Apakah melalui pernikahan yang sah ataukah karena hubungan di luar nikah? Sama halnya dengan masalah istri, suami juga akan ditanya apakah anak-anaknya dididik untuk menjadi generasi yang baik dan berkualitas yang terjaga keimanannya, akhlaknya, juga auratnya bagi yang memiliki anak perempuan? Dan seterusnya, dan seterusnya.

Kalau tim audit di dunia saja akan sedemikian detil terhadap setiap rupiah yang ada, malaikat tentu akan lebih teliti dalam memperhitungkan dan mempertanyakan setiap detil perjalanan hidup kita. Menakutkan sekali ya?

Jadi teringat sebuah kalimat yang saya lupa di mana dan kapan pernah mendengarnya, yang kurang lebih isinya begini: "Hisablah dirimu di dunia sebelum dihisab di akhirat nanti; perbaikilah dan banyak memohon ampun selagi masih ada kesempatan...."

# bahan renungan hari ini 

2 komentar:

  1. langsung merenung dan terus menanyakan satu-persatu apa2 yang telah saya miliki dan untuk apa saja digunakan?? ,, langsung lihat jari jemari ini yang mungkin salah dalam menggunakannya,,,
    Terimakasih mak, blognya inspiratif dan juga untuk renungannya ini :) salam persaudaraaan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas kunjungannya Mbak, salam persaudaraan juga :)

      Hapus

 
;