Sabtu, 22 Maret 2014

Begitu Cepatnya Roda Kehidupan Berputar.....

13468130641298168016


Begitu cepatnya roda kehidupan berputar dan berbalik arah, inilah kesimpulan yang saya dapat usai 'membaca' dua kisah berikut:

Sebut saja namanya X yang berteman dengan Y. Keduanya bertemu dalam sebuah kepanitiaan menjelang akhir masa studi mereka. Keduanya satu universitas namun beda fakultas. X orang yang cepat mengambil keputusan walau tidak semua keputusannya tepat. Sedang Y terbilang lamban (mungkin sangat berhati-hati), baik dalam bersikap maupun bekerja. Intinya, keduanya memiliki karakter yang cukup bertolak belakang.


X rupanya tidak suka dengan cara kerja Y. Hingga terlontar keluhan yang kurang lebih begini: "Lamban sekali cara kerjamu, bagaimana mau maju kalau seperti itu?". Y ketika itu hanya minta maaf dan mengatakan bahwa ia sudah bekerja semaksimal mungkin sesuai dengan kemampuannya. Setelah acara selesai, mereka tidak pernah bertemu lagi. Keduanya melanjutkan hidupnya masing-masing.

Bertahun kemudian, X yang bekerja di sebuah instansi diminta oleh atasannya untuk menjemput dan menjamu sejumlah tamu penting.

"Tolong urus semua keperluan mereka dengan baik" demikian kurang lebih instruksi dari Pak Bos. Bak seorang prajurit, si X menyatakan siap dengan sigap. Dan dia hanya terkesima sekaligus salah tingkah ketika ternyata di antara tamu penting yang harus 'dilayani'nya, ada si Y yang dulu pernah dikatainya tidak akan pernah maju karena sikap lambannya :)

Si X yang lain, dulunya adalah seorang pencari kerja yang kemana-mana ijasahnya hampir selalu ditolak. Sebenarnya bukan karena dia tidak kompeten, tapi karena dia tidak punya koneksi orang dalam pada institusi yang dia lamar.

"Mungkin berkas lamaran (yang) ku(buat) dengan sepenuh hati mereka buang ke tong sampah" keluhnya sedih ketika itu. Tapi Maha Baik Allah, yang akan selalu memberi jalan bagi setiap yang benar dan pantang menyerah. Beberapa tahun setelah ia memasukkan lamarannya (dan ditolak), di tangannya kemudian ada berkas yang harus ia tentukan nasibnya, dan berkas itu adalah milik dari anak orang yang dulu mencampakkan lamarannya :)

"Kenapa tidak kau campakkan juga berkasnya ke tong sampah?" tanya saya iseng :) Ada kesalahan kecil namun bisa menjadi fatal dalam berkas tersebut yang jika dimanfaatkan oleh si X, ajang 'balas dendam'nya akan terlihat masuk akal.

"Aku harus (berusaha) adil, meski kepada orang yang telah menzalimiku sekalipun" katanya dengan ringan. Ah, pantas saja roda kehidupanmu cepat berputar Kawan, mungkin karena kau mudah memaafkan :)

Jadi ingin lebih berhati-hati, karena roda kehidupan bisa berputar dengan sangat cepat; membalikkan posisi orang-orang yang dulu mungkin kita zalimi pada posisi di mana mereka memiliki banyak kuasa untuk membalas perbuatan kita di masa lalu.....

2 komentar:

  1. semoga dalam perjalanan hidup tidak pernah mezalimi orang yang hadir dalam kehidupanku :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiiin :) kalaupun melakukannya Bu, baik sengaja maupun tidak, mari kita segera meminta maaf pada yang bersangkutan :)

      Hapus

 
;