Minggu, 30 Maret 2014

Mencari 'Jodoh' untuk Tulisan

Sumber Foto www.arlan85.com


Setiap kali berpapasan dengan 'ide' dan tak sempat menulisnya, biasanya saya menyimpannya di kepala. Tak bisa dipastikan kapan si ide akan menetas menjadi tulisan; bisa satu hari, satu minggu, bahkan tiga tahun Biasanya bukan soal waktu yang paling menentukan, tapi momentum. Saya baru ingat si ide kalau misalnya ia menjadi buzzword di media, atau kebetulan menjadi tema sebuah lomba. Inipun tak langsung memuluskan perjalanan si tulisan menemukan 'jodoh'nya

Soal 'jodoh' tulisan, ada satu kisah tulisan saya yang saya rasa begitu inspiratif (menurut saya sebagai penulisnya :) )

Kala itu untuk pertama kalinya saya mencoba memberanikan diri ikut sebuah lomba karya jurnalistik. Sesuai dengan namanya, maka si tulisan harus sudah tayang di media. Dan ini merupakan salah satu lomba yang rumit (yang biasa ikut lomba pasti paham cukup rumitnya mekanisme lomba yang satu ini :) )

Sabtu, 29 Maret 2014

Menyelamatkan Gumuk Lewat Jejaring Sosial


Tempat penulis berdiri mengambil foto ini dulunya adalah perut sebuah gumuk atau bukit :(


Kerusakan lingkungan di Tanah Air telah memasuki kondisi yang sangat mengkhawatirkan bahkan bisa menjadi ancaman sangat serius bagi keberlangsungan hidup manusia di masa mendatang. Salah satu contoh teraktual adalah masalah kabut asap di Riau sebagai akibat dari kebakaran hutan yang terus berlangsung. Kabut asap telah menimbulkan sejumlah kerugian yang sangat signifikan tak hanya bagi masyarakat Riau namun juga sejumlah daerah bahkan negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura. Aktivitas ekonomi masyarakat terganggu dan menimbulkan masalah yang tak kalah mengkhawatirkan dalam hal kesehatan. Ini baru sejumlah dampak langsung, belum lagi dampak tidak langsung yang mungkin baru beberapa tahun kemudian dirasakan oleh masyarakat.

Rabu, 26 Maret 2014

Berburu Syar’i di Negeri Rente


http://jurnal-ekonomi.org/wp-content/uploads/2012/05/riba.jpg
Sumber Foto http://jurnal-ekonomi.org

Motor keluaran terbaru salah satu produsen motor ternama di Tanah Air itu menarik perhatian saya. Warna dan desainnya yang elegan membuat tangan saya bergerak cepat mengambil brosur yang berserak di meja untuk mengetahui lebih detil spesifikasi motor yang telah menarik perhatian saya. Kebetulan, stan tempat si motor terpajang belum ada yang menjaga sehingga saya memutuskan untuk membaca brosur sambil duduk di tenda stan.

“Selamat pagi Ibu” tiba-tiba seseorang menyapa saya dengan ramah. Saya membalasnya dengan senyuman dan dari pakaian yang dikenakan dengan cepat saya segera tau bahwa orang di depan saya adalah sales marketing dari produsen motor yang bersangkutan.

“Kami sedang promo untuk model terbaru ini Bu. Uang muka murah, cicilannya juga ringan” katanya kemudian setelah berbasa-basi sebentar. Saya simak penjelasannya dengan seksama.

Sabtu, 22 Maret 2014

Begitu Cepatnya Roda Kehidupan Berputar.....

13468130641298168016


Begitu cepatnya roda kehidupan berputar dan berbalik arah, inilah kesimpulan yang saya dapat usai 'membaca' dua kisah berikut:

Sebut saja namanya X yang berteman dengan Y. Keduanya bertemu dalam sebuah kepanitiaan menjelang akhir masa studi mereka. Keduanya satu universitas namun beda fakultas. X orang yang cepat mengambil keputusan walau tidak semua keputusannya tepat. Sedang Y terbilang lamban (mungkin sangat berhati-hati), baik dalam bersikap maupun bekerja. Intinya, keduanya memiliki karakter yang cukup bertolak belakang.

Jumat, 21 Maret 2014

Setiap Anak Perempuan Selamanya adalah 'Sang Putri' bagi Ayahnya

Bersama Sang Putri :),  Agustus 2009

Sepulang dari kolam renang dekat rumah, saat melalui pematang sawah, suami yang berada di barisan paling belakang tiba-tiba berhenti dan mengaduh kesakitan.

"Ma, tolong garukin donk, kayaknya ada yang gigit nih" katanya sembari membalikkan badan dan menunjukkan bagian yang dirasa sakit. Khawatir ada serangga cantik yang menggigit (hehe), apalagi di bawah terik matahari yang cukup sangar serta takut anak-anak menunggu terlalu lama, saya menggaruk punggung suami dengan cukup keras dan cepat.

"Stop, stop" katanya dengan cepat tak lama setelah saya menggaruk, dengan ekspresi wajah kesakitan yang lebih sakit dari sebelumnya. Saya menahan tanya sambil meneruskan perjalanan.

Kamis, 20 Maret 2014

Lebih Berempati pada Petugas Kebersihan

Seorang petugas kebersihan membersihkan sampah yang menumpuk di pinggir jalan (ilustrasi).
Sumber Foto : www.republika.co.id

Musim durian kali ini, suami sering sewot hampir setiap kali makan durian :) Pasalnya ia mendapat 'tugas' untuk membuang kulit durian ke depo atau tempat pembuangan akhir sampah saat berangkat ke kantor. Gimana gak sebel, tampilan sudah rapi mau ngantor tapi mesti njinjing kresek besar berisi kulit durian :) Tapi bagaimana lagi, membuang kulit durian langsung ke depo sampah telah menjadi 'konsekuensi' yang kami terima karena telah memakan buahnya.

Kan ada petugas kebersihan yang setiap hari keliling perumahan mengambil sampah di tiap rumah? Iya sih, tapi kami mencoba berempati pada tugas mereka yang tidak mudah tapi dibayar dengan sangat murah.

Selasa, 18 Maret 2014

Meminimalisir Penggunaan Kantong Plastik

Foto dari ahok.org

Hampir selalu ada tatap aneh, rasa tidak percaya, cemoohan dan caci maki bahkan hingga penolakan yang ekstrim untuk sebuah inisiatif kebaikan. Salah satunya saya rasakan ketika mencoba lebih berkomitmen meminimalisir penggunaan kantong plastik dalam kehidupan sehari-hari :)


Biasanya saya menyediakan kantong plastik di tas dalam berbagai ukuran sehingga tak perlu menambah koleksi kantong plastik di rumah saat berbelanja. Atau jika memang kebetulan tidak bawa dan belanjaan bisa dipegang dengan tangan, saya menolak belanjaan saya diplastiki. Responnya ternyata sangat beragam :)

Rabu, 05 Maret 2014

Bersiap Menghadapi 'Tim Audit' Akhirat

Sumber Foto : www.bumn.go.id

"Apa yang sangat ditakuti bagian keuangan sebuah perusahaan atau instansi pemerintah?" tanya suami membuka diskusi di suatu siang.

"Apa?" tanya saya balik dengan ekspresi serius  

"Tim Audit" kata suami kemudian menjawab sendiri pertanyaannya. Bisa ditebak 

"Bagian keuangan bisa-bisa lembur berhari-hari hingga larut malam bahkan pagi demi memperbaiki laporan keuangannya, karena seribu rupiahpun bisa dicecar habis-habisan oleh tim audit kalau gak jelas juntrungannya" saya hanya diam sembari mengingat cerita sejumlah orang yang bekerja di bagian keuangan dan bagaimana galaunya mereka begitu mendengar kabar tim audit akan segera bertandang 

"Itu baru menghadapi tim audit, belum lagi nanti kalau harus menjawab pertanyaan malaikat di hari pembalasan" lanjut suami. Saya masih diam sembari melanjutkan 'pengembaraan pikiran' jauh ke hari pembalasan.

 
;