Minggu, 23 Februari 2014

Indahnya Adab Utang Piutang dalam Islam

Utang
Sumber Foto : www.republika.co.id


Indah sekali adab yang diatur oleh Islam dalam hal utang piutang:)

Ketika seorang muslim terpaksa berutang, Islam telah memberi aturan yang sungguh mulia. Bagi yang berkelebihan rizki, Islam menganjurkan umatnya untuk menolong orang-orang di sekitarnya terutama kerabat dan teman dekat, yang salah satunya bisa dalam bentuk pinjaman atau utang.

Sejumlah 'rambu' yang ditetapkan bagi pemberi pinjaman antara lain memberi pinjaman tanpa bunga, dalam jangka waktu yang cukup longgar dan tidak memberatkan si pengutang, dan menjaga kehormatannya dengan tidak menyebarkan kabar soal utang piutang tersebut pada orang lain yang bisa mempermalukan si pengutang. Sebagai ganjarannya, Allah menjanjikan pahala bersedekah sebanyak uang yang dipinjamkan dikalikan jumlah hari ia meminjamkan. Allah juga berjanji, barangsiapa memudahkan urusan saudaranya di dunia, maka Allah akan memudahkan urusannya di akhirat. Barangsiapa menutupi aib saudaranya di dunia, maka Allah akan menutup aibnya di akhirat. InsyaAllah.


Lalu bagi yang berutang, Allah juga memberikan rambu-rambu yang perlu diperhatikan. Salah satunya, bayarlah utangmu segera ketika kau sudah memiliki kecukupan rizki. Bayarlah, meski yang mengutangimu tak pernah menagih bahkan mungkin lupa dengan uang yang ia pinjamkan padamu. Janganlah menunda apalagi ingkar. Karena kita tidak tau, dalam diamnya mungkin saudara kita yang mengutangi menyimpan kebutuhan yang sangat mendesak namun ia tak sampai hati menyampaikannya pada kita yang berutang karena khawatir menjadi beban. Tak ada kewajiban bagi yang berutang untuk melebihkan pengembalian tapi jika mampu melebihkan, melebihkan adalah kebaikan tersendiri. Kalaupun tidak mampu melebihkan secara materi, 'rasa terimakasih' itu bisa diwujudkan dalam bentuk doa agar transaksi utang piutang itu bernilai ibadah yang berlipat ganda kebaikannya. Pahala bagi yang menepati dan melunasi utangnya dengan baik, dan perhitungan di akhirat bagi yang ingkar.

Indahnya, betapa Islam sangat memperhatikan hak dan kewajiban muslim secara adil dalam hal utang piutang :)

* * *

Catatan Tambahan :

Utang piutang adalah muamalah yang diperbolehkan dalam Islam, atas prinsip saling tolong menolong dalam kebaikan dan ketaqwaan, bukan membinasakan atau menjadikannya sebagai sarana untuk mengeruk keuntungan sebanyak-banyaknya hingga menimbulkan kezaliman bagi yang lain.

Namun, meski diperbolehkan, seorang muslim hendaklah menghindarinya, karena utang dapat mendatangkan kehinaan dan menjadi sebab terhalangnya seorang hamba masuk surga, bahkan bisa menjadi sebab terjerumusnya ia ke dalam neraka.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
;