Jumat, 28 Februari 2014

Percakapan yang Mengharu Biru Bersama si Buah Hati

Sasha dan Naura, Dokumentasi Tahun 2009


"Mama, jika aku besar nanti, Mama ingin aku tinggal di mana?" tanya Sasha (9,5) dengan serius ketika itu.

"Di manapun Mbak Sasha suka" jawab saya. Berbicara tentang 'masa depan' seringkali membuat dada saya sesak, membayangkan bahwa itu tak lama lagi.

"Ya, di mana?" tanyanya lagi. Saya diam beberapa saat sebelum menjawab.

"Setiap anak perempuan, jika sudah menikah akan tinggal bersama suaminya. Dan Mama tidak tau Mbak Sasha akan menikah dengan siapa lalu tinggal di mana" jawab saya pelan.

"Kenapa begitu Ma?"

"Karena, tempat terbaik bagi seorang perempuan yang sudah menikah adalah di samping suaminya, bukan lagi bersama orang tuanya" jawab saya dengan suara parau. Dan suara saya semakin serak ketika memberi contoh siapa sajakah perempuan-perempuan di sekitar kami yang harus berjauhan dengan orang tuanya setelah menikah.

"Kalau begitu, aku akan merawat Mama sebaik mungkin sejak sekarang. Aku khawatir nanti akan jauh dari Mama dan gak punya banyak waktu untuk merawat Mama setelah aku menikah" jawabnya mantap.


# butuh tisu yang banyak untuk mengusap air mata :)

Rabu, 26 Februari 2014

Dilema Ibu Ketika Akan Melanjutkan Studi

OLYMPUS DIGITAL CAMERA
Sumber Foto : nengkoala.com


"Nak, Mama boleh sekolah lagi?" tanya saya pada anak-anak beberapa hari yang lalu.

"Boleeeh" jawab Sasha dan Naura hampir bersamaan dengan wajah berbinar.

"Tapi di K***a" lanjut saya sambil menyebutkan sebuah destinasi yang jaraknya ribuan mil dari Indonesia.

"Aaaaa....." hampir bersamaan pula keduanya membelalakkan mata dengan mulut agak menganga. Nada sedih jelas tersirat dalam ekspresi mereka.

Selasa, 25 Februari 2014

Keengganan Bank Besar Melayani KUR Mikro

microfinance1 Kredit Mikro untuk UMKM
Sumber Foto : www.finansialku.com


Saat melakukan riset mengenai UMKM beberapa waktu lalu, seorang narasumber menceritakan bagaimana keengganan pihak perbankan melanjutkan estafet mengentaskan orang miskin menjadi masyarakat yang mandiri lalu bermetamorfosis menjadi pengusaha.

"Kami sudah capek-capek mengubah mindset mereka tentang kemiskinan, memberi mereka modal usaha meski terbatas, namun bank-bank besar seringkali membiarkan mereka layu sebelum berkembang" demikian si bapak mengungkapkan kekesalannya.

"Kan ada KUR Pak?" tanya saya.


Senin, 24 Februari 2014

Mana yang Lebih Baik, Ibu Bekerja atau Ibu Rumah Tangga?

Foto dari iburumahtangga.com


Saya sering merasa salut pada ibu bekerja, yang meskipun harus bekerja dari pagi hingga sore bahkan sesekali harus ke luar kota atau ke luar negeri, sebagian dari mereka tetap bisa menjaga kualitas perhatiannya pada anak-anak dan mengantarkan mereka menjadi generasi yang cemerlang. Bukan hal yang mudah menjalankan dua peran sekaligus dengan baik karena waktu yang dimiliki oleh ibu bekerja juga sama dengan yang lain, yakni 24 jam.

Tapi saya juga salut pada ibu yang mendedikasikan seluruh waktunya untuk keluarga.

Minggu, 23 Februari 2014

Indahnya Adab Utang Piutang dalam Islam

Utang
Sumber Foto : www.republika.co.id


Indah sekali adab yang diatur oleh Islam dalam hal utang piutang:)

Ketika seorang muslim terpaksa berutang, Islam telah memberi aturan yang sungguh mulia. Bagi yang berkelebihan rizki, Islam menganjurkan umatnya untuk menolong orang-orang di sekitarnya terutama kerabat dan teman dekat, yang salah satunya bisa dalam bentuk pinjaman atau utang.

Sejumlah 'rambu' yang ditetapkan bagi pemberi pinjaman antara lain memberi pinjaman tanpa bunga, dalam jangka waktu yang cukup longgar dan tidak memberatkan si pengutang, dan menjaga kehormatannya dengan tidak menyebarkan kabar soal utang piutang tersebut pada orang lain yang bisa mempermalukan si pengutang. Sebagai ganjarannya, Allah menjanjikan pahala bersedekah sebanyak uang yang dipinjamkan dikalikan jumlah hari ia meminjamkan. Allah juga berjanji, barangsiapa memudahkan urusan saudaranya di dunia, maka Allah akan memudahkan urusannya di akhirat. Barangsiapa menutupi aib saudaranya di dunia, maka Allah akan menutup aibnya di akhirat. InsyaAllah.

Sabtu, 22 Februari 2014

Bunga Bank vs 'Bunga Pahala'

Sumber Foto : di sini
"Gratis berobat ke luar negeri bagi nasabah dengan saldo minimal tertentu"

Demikian salah satu poin utama tulisan yang saya baca di sebuah koran nasional beberapa waktu lalu. Meski tau bahwa saya tidak mungkin masuk dalam kategori nasabah 'istimewa' itu, saya tetap penasaran untuk membaca keseluruhan tulisan. Dan tetap penasaran meski hal ini sebenarnya sudah teramat sering diulas dan saya baca Hasilnya, wow (semakin) luar biasa :(


Berobat gratis ke luar negeri itu hanya salah satu dan bagian kecil saja dari sejumlah 'iming-iming' yang ditawarkan oleh bank (terutama konvensional) untuk menarik nasabah kelas kakap menyimpan uangnya di bank. Sejumlah fasilitas lain yang sudah sangat umum kita ketahui antara lain, hadiah langsung bagi penabung dalam jumlah tertentu di awal mereka menjadi nasabah (biasanya dalam jumlah puluhan juta). Lalu undian berkala dengan taburan hadiah yang sangat wah (tentu saja lagi-lagi hanya diperuntukkan bagi nasabah 'istimewa'). Terkait dengan fasilitas layanan kesehatan, berobat ke luar negeri ini hanya salah satunya. Fasilitas cuma-cuma lainnya antara lain layanan antar jemput dengan helikopter dari rumah ke rumah sakit, dan kembali ke rumah.

Selasa, 18 Februari 2014

Pengaruh Ibu Bekerja dan Tidak Bekerja terhadap Tumbuh Kembang Anak



 Tulisan ini tidak bermaksud menjustifikasi bahwa ibu bekerja memiliki banyak dampak negatif terhadap tumbuh kembang anak, ataupun sebaliknya. Saya hanya ingin sharing pengalaman tentang bagaimana pengaruh yang saya rasakan ketika ibu saya bekerja kemudian memutuskan sepenuhnya mengurus keluarga. Semoga ada hikmah yang bisa diambil tanpa harus merasa paling benar dan mencemooh pilihan dan 'takdir' yang lain :)
* * *

Menurut cerita yang saya dapat, ibu saya mulanya adalah seorang ibu rumah tangga murni alias di rumah saja full mengurus keluarga. Tapi kemudian, ketika usia saya kira-kira 3-4 tahun, ibu mulai 'merintis karir' dengan berjualan di toko milik keluarga dan menjalankan sejumlah bisnis lain. Alhasil ketika itu, pengasuhan saya dan adik banyak didelegasikan pada sejumlah kerabat dekat. Maklum, waktu itu asisten rumah tangga dan tempat penitipan anak tidak sesemarak seperti sekarang

 
;