Rabu, 23 Oktober 2013

Mendorong TKI Kuliah di UT

Suasana Kuliah Tatap Muka di UT Taiwan, sumber foto : Majalah TIM

Meski berwirausaha idealnya menjadi prioritas utama, namun ada sejumlah tenaga kerja Indonesia atau TKI yang ingin bekerja di instansi atau perusahaan impian mereka sekembalinya ke tanah air. Sayangnya, masalah ijasah acapkali menjadi batu sandungan. Ini karena mayoritas TKI kita umumnya adalah lulusan SMA dan SMP bahkan masih banyak yang hanya lulus SD. Sehingga, meski terkadang memiliki pengalaman kerja yang bagus saat bekerja di luar negeri dan menguasai bahasa asing dengan baik, mereka tetap kesulitan untuk melamar kerja. Inilah salah satu persoalan krusial yang dihadapi TKI kita saat ingin memulai hidup baru di tanah air.

Senin, 21 Oktober 2013

Kurikulum Kebencanaan Penting, Tapi Tidak Cukup

Potongan video petunjung pelatihan rawan bencana sebagai kurikulum sekolah (Ilustrasi)
Sumber Foto : Republika

Hadirnya kurikulum kebencanaan di sekolah sempat membuat saya tenang manakala memikirkan bencana yang bisa terjadi kapan saja dan bisa menimpa siapa saja, termasuk ketika anak-anak tidak berada dalam pengawasan saya atau orang dewasa lainnya. Namun, percakapan dengan putri sulung saya, Sasha, yang ketika itu masih duduk di bangku kelas 3 SD, membuat saya berpikir bahwa tidak cukup hanya mengandalkan sekolah saja untuk mempersiapkan generasi yang siaga bencana. 

“Mama, tadi ada gempa waktu aku lagi belajar di kelas” cerita Sasha ketika itu. Kebetulan memang pada hari itu sebagian masyarakat di kota tempat saya tinggal, Jember, sedikit mengalami getaran karena gempa yang terjadi di kota Malang.

“Apa yang Mbak Sasha lakukan pas ada gempa tadi?” tanya saya menyelidik dengan rasa mulai khawatir. Khawatir anak-anak itu tidak tau cara yang benar untuk menyelamatkan diri saat bencana seperti itu terjadi.

Sabtu, 19 Oktober 2013

Pentingnya ‘Memanjakan’ Redaktur

Foto dari Segores Pena Phie

Redaktur juga manusia’. Kalimat ini sering diucapkan oleh teman-teman yang bekerja di media massa. Dari mereka saya sering mendengar cerita tentang bagaimana sungguh manusianya seorang redaktur :)

Sama halnya kita, mereka (para redaktur itu) juga punya kehidupan sehari-hari dan pasti juga masalah. Dan membaca lalu memilah milih tulisan yang layak muat memang adalah tugasnya, betapapun jumlahnya bisa mencapai belasan bahkan mungkin puluhan dalam sehari untuk kategori media nasional. Sekali lagi itu memang tugasnya. 

Selasa, 15 Oktober 2013

"Kembar Banyak"



Femina No.29 Edisi Juli 2013
“Apa kabar Bu Dokter?” sapa seorang ibu paruh baya dengan ramah sembari meletakkan tangannya di bahu kanan saya. Saya yang tengah asyik memilih lauk dan sayur di warung pecel langganan sempat kaget beberapa saat sebelum akhirnya tersenyum semanis mungkin. Si ibu pasti salah orang, gumam saya dalam hati. Benar, tak lama kemudian si ibu menarik tangannya dengan cepat sambil meminta maaf.


“Maaf Jeng, saya kira tadi istrinya Dokter Rouf” kata si ibu dengan ekspresi sedikit malu karena tadi sudah sok akrab di depan banyak orang. Sementara Bu Suyud, si pemilik warung, justru tertawa lebar.

Senin, 14 Oktober 2013

Menjadi Backpacker Cilik


Foto: Artikel Bundanya SaUra di majalah Parenting..
Penampakan di Majalah Parenting Edisi September 2013


Seiring dengan usia anak-anak yang semakin besar, maka konsep liburan yang coba saya terapkan dalam keluarga tak lagi semata just for fun. Lebih dari itu, ada misi besar lainnya yang saya selipkan dalam liburan keluarga. Salah satunya, mengajak anak-anak mengenal wajah lain Indonesia selain Pulau Jawa. Tak hanya dari sisi fisik namun juga dari aspek sosial masyarakatnya. Berbekal misi inilah, maka kami sepakat untuk menghabiskan liburan panjang kemarin di Lampung, tempat di mana saya menghabiskan masa kecil hingga remaja.

Senin, 07 Oktober 2013

Mencoba Jenis Tulisan Baru, Kenapa Tidak?

Salah satu tulisan jenis baru saya yang dimuat di majalah Ummi edisi Mei 2013:)


Beberapa tahun lalu, membayangkan tulisan saya akan dimuat di sejumlah media keren seperti Kompas, Jawa Pos, Republika dkk untuk surat kabar, lalu Femina, Ummi dan Parenting untuk majalah, seperti pungguk merindukan bulan saja :) Rasanya terlalu jauh untuk dijangkau kedua tangan saya. Karena itu, saya tidak berani berangan terlalu tinggi, hanya terus menulis dan menulis. Sampai akhirnya, satu per satu media yang selama ini hanya bertahta di angan, akhirnya bisa ditembusi, meski tidak semuanya, dan meski mungkin hanya sekali dua kali saja. Bagaimanapun, saya sangat bersyukur, Alhamdulillah. Ternyata benar adanya, tak ada mimpi yang tak mungkin diraih bila kita sungguh-sungguh ingin meraihnya.

Minggu, 06 Oktober 2013

Mewujudkan Pertumbuhan Digital yang Berkualitas


Sumber Foto : liputanbisnis.com


Pengakses internet nirkabel atau mobile broadband di Indonesia mengalami pertumbuhan yang sangat signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Harapan bagi Indonesia untuk segera lepas landas menjadi bangsa yang berdaya saing tinggi di kancah global seakan sudah di depan mata. Target 40 persen dari total populasi masyarakat yang terkoneksi internet tak lama lagi akan segera terealisasi. Meski demikian, terdapat sejumlah catatan yang perlu diperhatikan agar pertumbuhan digital yang tinggi benar-benar bisa berkontribusi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan daya saing global Indonesia.


 
;