Selasa, 02 Juli 2013

Saat yang Tepat Mengoper Naskah


Foto : Kompasiana

Kapan saat yang tepat mengoper naskah dari satu media ke media lainnya? Inilah salah satu pertanyaan yang paling sering saya galaukan ketika masih dalam tahap awal menjajal menembus media. Karena jenis media yang coba saya tembus adalah koran, yang terbit setiap hari, maka saya harus memantaunya setiap hari pula. Masalahnya, tidak semua media mempunyai batasan waktu yang jelas.


Jawa Pos misalnya, yang langsung memberi tahu para pengirim tulisan (khususnya untuk Rubrik Opini dan Gagasan) bahwa jika dalam waktu lima hari tulisan tidak dimuat, maka dianggap kembali pada penulis alias ditolak. Dengan ketentuan ini, maka sangat jelas bagi para penulis jika lebih dari lima hari tulisannya tidak nongol juga di Jawa Pos, maka ia bisa mengirimkannya ke media lain.

Media lain yang juga memberikan kejelasan tentang nasib tulisan kita adalah Kompas. Media yang satu ini biasanya mengirimkan “surat cinta” penolakan pada penulis yang tulisannya belum layak muat alias ditolak. Surat cinta tersebut kadang dikirimkan dalam hitungan hari atau dua minggu setelah tulisan kita kirim. Meski waktu pengiriman email penolakan tidak bisa dipastikan, namun dengan adanya email pemberitahuan ini, kita sebagai penulis tidak terkatung-katung dalam penantian yang tak jelas.

Lalu, bagaimana jika media yang kita kirimi naskah tidak mempunyai ketentuan dan kebiasaan seperti dua media di atas? Kapan saat yang tepat untuk mengoper naskah menjadi salah satu tanda tanya besar bagi penulis.

Beruntung dalam kasus ini saya memiliki sejumlah teman yang tak pelit berbagi ilmu dan informasi soal ini. Dari pengalaman mereka, saya mendapatkan sejumlah penjelasan yang cukup membantu. 
Berikut sejumlah penjelasan terhadap pertanyaan di atas :

Untuk koran yang terbit setiap hari, waktu paling ideal untuk mengoper naskah jika tidak memiliki ketentuan maksimal masa tunggu seperti Jawa Pos dan email pemberitahuan seperti Kompas, adalah antara satu hingga dua minggu. Melewati masa tunggu ini, kita bisa mengoper naskah kita ke media lain.

Terkadang, waktu tunggu satu hingga dua minggu terasa cukup lama dan dikhawatirkan topic yang kita angkat sudah basi mengingat aktualitas isu yang berkembang seringkali sangat cepat. Jika tak sabar menunggu dan melihat peluang muat yang cukup besar di media lain, kita bisa menarik naskah di media yang bersangkutan kemudian mengirimkannya ke media lain. Etisnya, penarikan naskah dilakukan melalui email yang ditujukan pada redaksi dengan menyebutkan alasan mengapa kita menarik naskah. Penarikan naskah secara resmi diperlukan untuk mengantisipasi jika terjadi pemuatan ganda.

Memindahkan tulisan dari satu media ke media lain juga bisa dilakukan dalam hitungan hari dan tanpa pemberitahuan resmi ke redaksi dalam sejumlah keadaan. Seperti, topic yang kita angkat ternyata telah diangkat oleh penulis lain dalam waktu yang bersamaan. Contoh konkritnya, hari ini kita mengirim tulisan bertema kenaikan BBM ke media X, ternyata pada keesokan harinya Opini yang dimuat di media tersebut bertema sama dengan tulisan kita hanya saja mungkin dari perspektif dan kasus yang berbeda. Jika menghadapi kasus seperti ini, kita bisa langsung mengirim naskah kita ke media lain karena biasanya sangat jarang sebuah media akan memuat dua artikel yang mengangkat kasus dan topic yang sama dalam jangka waktu yang berdekatan.

Penarikan naskah juga bisa kita lakukan dengan cepat jika kita merasa bahwa tulisan kita belum masuk kualifikasi media yang kita tuju baik dari segi kualitas tulisan maupun kesesuaian visi misi kita dengan visi misi media yang bersangkutan. Misal, kita masih kategori penulis pemula namun sudah mencoba mengirimkan naskah ke Kompas. Sekalipun tidak ada salahnya mencoba, namun sebaiknya kita sadar diri untuk secara seobyektif mungkin menilai tulisan kita apakah sudah layak untuk dimuat di Kompas. Saat dengan sadar kita mendapati kenyataan bahwa tulisan kita belum masuk kategori Kompas, akan lebih realistis jika misalnya kita mencoba media lokal atau regional terlebih dahulu.

Semantara itu untuk tabloid atau majalah, biasanya masa tunggu kita lebih lama, bisa kurang lebih antara satu hingga dua bulan untuk tabloid yang terbit mingguan, hingga antara tiga sampai enam bulan bahkan satu tahun untuk majalah yang terbit dua mingguan atau bulanan.

Tips terakhir, cara paling aman sekaligus memperbesar peluang muat tulisan kita adalah dengan merevisi kembali tulisan sebelum dikirimkan ke media yang baru. Revisi bisa kita lakukan dengan mengubah judul dan sudut pandang tulisan, menambah atau mengurangi data, dan atau dengan lebih mempertajam analisa terhadap tema yang kita angkat.

Semoga tulisan singkat ini bermanfaat…..:)

18 komentar:

  1. hehe..surat cinta penolakan? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, agar tidak terlalu menyedihkan, disebutnya "surat cinta" :)

      Hapus
  2. Mbak Ririn, makasih sudah berbagi. Banyak ilmu bertebaran kudapatkan di blog ini. Jazakumullah ahsanal jaza'.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih kembali, semoga bermanfaat :)

      Hapus
  3. Senangnya dapat info bagus dari mbak Ririn :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih sudah mampir Mbak Tanti :)

      Hapus
  4. Saya pernah ngirim naskah tapi bahkan nggak dikasih tahu terbit apa nggaknya. :|

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebagian besar media memang seperti itu Mbak, tak ada salahnya bertanya pada redaktur ybs :)

      Hapus
  5. Saya baru terima email penolakan dari femina mba, setelah 6 bulan menunggu.

    BalasHapus
  6. Kl gtu aku mo operasi tulisan ku ke media lain ahh udh 2bln tnpa kbr berita.. Makasih info nya mbak salam knal dr Surabaya :-)

    BalasHapus
  7. Aku juga udah kirim tulisan ke beberapa media dan ga ada kabar berita. Tapi katanya ada beberapa media, yang menerbitkan tulisan kita ngga konfirm dulu sama penulisnya, jd bingung

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, sebagian besar media memang tidak mengabarkan nasib tulisan kita Mbak, sehingga kita yang harus proaktif memantaunya. Bisa juga dengan menanyakan langsung ke media yang bersangkutan, meski tidak selalu mendapat tanggapan. Coiba direvisi tulisannya Mbak, lalu dikirim ke media lain :)

      Hapus
  8. kalau gado-gado Femina, berapa lama harus nunggu di konfirmasi diterima atau ditolak ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Untuk Gado-gado Femina, kisaran menunggu konfirmasi bisa dalam hitungan minggu hingga bulan Mbak. Saya sendiri pernah kirim Feb lalu, hingga awal Mei tidak ada konfirmasi apapun jadi saya kirim ulang. Awal Juli dpt konfirmasi kalau akan dimuat. Alhamdulillah sudah dimuat pada Fem edisi 29. Kalau ditotal dari waktu pengiriman pertama, sekitar 6 bulan

      Hapus
  9. Bagi saya, mending ditolak daripada nggak jelas nasib naskahnya. Dikirimin email nanya nasib naskah, gak dijawab. Kirim email lagi, bilang tarik naskah, tetep juga gak ada berita. Kan jadi bingung kalau mau kirim ke media lain. Apalagi kalau tiba-tiba ada kiriman duit gak jelas dari siapa? Ini dari media mana, seh? *pengalaman pribadi dapat honor dari anonim* :) ira

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak Ira, lebih baik jika diberitau kalau naskah ditolak, apalagi kalau diterima :) setidaknya itu membuat kita jadi tau, mau diapakan naskah itu. Sayangnya hanya sedikit media yang mau memberi konfirmasi, termasuk soal honor.

      Saya pernah mengira dapat transferan dari Gayus lho Mbak, karena tiba-tiba pernah dapat transferan tidak tau dari mana :)

      Hapus

 
;