Minggu, 28 Juli 2013

Kembali Jadi Siswa TK





Naura sebenarnya telah cukup saya persiapkan mentalnya untuk memasuki dunia baru bernama sekolah. Nyatanya, ketika benar-benar resmi menyandang status sebagai ‘siswa’, ia masih merasa sangat asing bahkan ketakutan. Bahkan sejak masa pengenalan, ia sudah menunjukkan ekspresi kurang suka pada sekolahnya. Sebuah sekolah sederhana dekat rumah dengan fasilitas yang terbilang sangat sederhana. Apalagi, berada di tengah perumahan membuat suasana riuh ibu-ibu komplek membuat Naura semakin merasa aneh pada sekolahnya. Cukup berbeda dengan banyak lembaga pendidikan yang telah dikenalnya sebelumnya.

Foto
Naura saat akan berangkat sekolah

Minggu, 21 Juli 2013

Mengatasi Writer’s Block dengan Cara Menyenangkan


Salah satu tulisan yang saya hasilkan saat mengalami writer's block

Writer’s block yang secara sederhana saya artikan sebagai sebuah kondisi di mana tiba-tiba kita merasa buntu dan kehilangan semangat untuk menulis, adalah sebuah masalah yang sebenarnya pernah dialami oleh semua penulis. Tidak hanya mereka yang masuk kategori penulis pemula, meski mungkin untuk kelompok yang ini, intensitasnya lebih tinggi.

Saya pribadi, meski bisa dikatakan tidak terlalu asing dan sudah cukup lama bergelut dengan dunia tulis menulis, juga seringkali mengalaminya. Bahkan pernah dalam taraf yang cukup parah sehingga dalam beberapa bulan bahkan nyaris tidak menulis sama sekali. Padahal ide ada, bahan kadang juga sudah lengkap. Namun setiap kali akan menulis, tiba-tiba saya merasa sangat bodoh, ide saya jelek, tulisan saya nanti tidak akan berguna, sudah ada yang menulisnya dengan lengkap, dan sebagainya dan sebagainya. Intinya, pada akhirnya saya tidak menulis apa-apa.

Keadaan di atas tentu tidak baik jika dibiarkan. Untuk mengatasinya, ada beberapa hal yang biasa saya lakukan. Sebagian besar di antaranya ternyata cukup efektif mengurangi keluhan writer’s block (aduh kayak penyakit saja jadinya :) )

Yang pertama, biasanya saya akan jeda sejenak. Jika sebelumnya banyak menulis, maka biasanya saya akan lebih banyak membaca. Jenis tulisan apa saja, yang penting bisa berpengaruh positif untuk mengembalikan mood menulis yang hilang.

Kedua, biasanya saya jalan-jalan ke tempat-tempat yang tenang seperti menyusuri jalan pedesaan bersama keluarga, atau jalan-jalan ke pasar tradisional di mana biasanya saya begitu terharu melihat orang-orang kecil yang begitu gigih mencari nafkah sehingga membuat saya merasa malu jika malas-malasan padahal ‘pekerjaan’ yang saya lakukan terbilang mudah.

Ketiga, mencoba jenis tulisan baru yang beda dengan biasanya. Misal, saya terbiasa menulis Opini yang biasanya bahasanya kaku dan berat serta sarat dengan data, menjadi sesekali saya mencoba menulis tulisan yang agak ringan tentang kehidupan sehari-hari. Cara ini ternyata tidak hanya membuat mood menulis sedikit membaik, ternyata beberapa tulisan yang saya anggap ‘iseng’, berhasil dimuat di sejumlah media selain koran. 

Keempat, mengaktifkan blog. Berdasarkan pengalaman, nge-blog ternyata benar-benar bisa menjadi terapi jiwa :) tak hanya menulis, termasuk di dalamnya juga adalah blogwalking. Dari aktivitas ini, saya sering menemukan bahwa ada langit di atas langit. Tidak hanya dalam kesuksesan, namun juga dalam hal masalah dan kesedihan.

Kelima, sharing dengan teman terutama sesama penulis. Kegiatan ini seringkali tidak hanya membuat pikiran menjadi lebih fresh, namun juga sekaligus menjadi ajang untuk mendapatkan sejumlah info bagus yang mungkin terlewati karena kita terlalu fokus menulis.

Dan yang keenam, memiliki motivasi khusus yang begitu terpatri di hati, sehingga jika kita mengingatnya maka semangat kita yang hilang sedikit demi sedikit akan kembali. Kebetulan saya punya ‘ajimat’ yang satu ini. Yang jika saya ingat, saya merasa memiliki kekuatan untuk bangkit meski kadang dalam kondisi yang begitu buruk. Apa itu? Maaf tak bisa menceritakannya. Karena sebenarnya ini adalah sebuah masalah dan kesedihan, yang kemudian coba saya ubah menjadi sebuah sumber kekuatan untuk tak pernah menyerah. 

Keenam cara di atas sifatnya tentu sangat personal. Setiap penulis akan memiliki kecenderungannya sendiri-sendiri untuk lebih cocok pada cara yang mana. Namun bagi saya, keenam poin di atas cukup efektif dan menyenangkan untuk mengatasi writer’s block.

So, temukan caramu sendiri untuk mengatasi masalah yang satu ini dengan cara yang menyenangkan :)

 
;