Sabtu, 20 April 2013

Jujur, Saya Sangat Iri Padanya....

Foto : www.rizwanashraf.com

Kami berkenalan di Facebook, akrab begitu saja sejak pertama kali berkenalan. Kebetulan kami punya hobi yang sama, menulis. Dari berdiskusi seru soal tulisan, saya akhirnya tau cukup banyak tentang dirinya. Ternyata dia tinggal di salah satu negara impian saya, memiliki keluarga kecil yang sangat bahagia dan terlihat begitu sempurna. Alur hidupnya begitu inspiratif hingga saya menyimpulkan, saya sungguh iri padanya. Pada apa yang telah diraih dan dimilikinya.

Tapi coba saya buang jauh-jauh rasa itu. Apa manfaatnya bagi saya menyimpan rasa iri terus menerus di dalam hati hingga saya lupa mensyukuri banyak hal yang telah Allah anugerahkan pada saya? Bukankah setiap mahkluk terlahir istimewa dengan segala kekurangan dan kelebihannya? Dan bukankah kesempurnaan hanya milik Allah semata?

*****

Komunikasi kami mulai jarang seiring dengan kesibukan saya di kampus, begitu pula dia dengan seabrek kegiatannya nun jauh di sana. Sayapun hampir lupa pernah sangat iri padanya. Sampai suatu ketika, saya begitu terhenyak membaca status terbarunya, tentang sakit kronis yang dialaminya. Sebuah penyakit yang saya rasa tak seorangpun ingin mengidapnya meski asuransi kesehatan akan memberi pelayanan terbaik di rumah sakit manapun di seluruh penjuru dunia.

Saya terdiam beberapa saat, turut berduka atas musibah yang tengah menimpanya. Di sisi lain merasa bahwa sakitnya adalah teguran bagi saya, untuk tak perlu merasa iri dengan segala pencapaian dan kebahagiaan orang lain. Bukankah kebahagian yang sangat luar biasa terkadang bersanding dengan kesedihan yang juga luar biasa? Dengan sakit kronis yang kini diidapnya, masihkah saya akan merasa iri padanya?

Saya hanya semakin percaya, bahwa apa yang Allah berikan pada saya adalah yang terbaik.....

4 komentar:

  1. Aku juga menyimpulkan bahwa diam-diam aku juga iri dengan Mbak Ririn yang tulisan-tulisannya begitu mengalir dan enak dibaca

    BalasHapus
  2. orang itu wang sinawang ya mbak,, :D

    BalasHapus
  3. Trus sekarang keadaannya gimana mba? sudah sembuh dari sakitnya kah?

    BalasHapus
  4. seringkali pula saya merasakan hal yang sama, iri pada pencapaian orang lain di dunia ini. apalagi ketika saya mulai aktif ngeblog, iri dengan blogger lain dan pencapaiannya. Tetapi seiring waktu, saya menyadari, bisa jadi saya lebih beruntung di sisi lain yang mereka tidak miliki. Sya berhenti melirik rumput tetangga, dan fokus membenahi halaman rumah sendiri. Dan akhirnya, saya merasa saat ini saya sudah sampai di titik bahagia dengan jalan yang Allah berikan. Syukur, itu kuncinya.

    BalasHapus

 
;