Rabu, 20 Maret 2013

Perempuan Meminang Terlebih Dahulu, Kenapa Tidak?


HD-Wedding-ring-wallpaper-hd-wallpaper-1680x1050-4-5096392611478-3907
Sumber Foto : http://islamsiana.com

Dalam masyarakat kita yang mayoritas masih patrialistik, urusan meminang (melamar atau berinisiatif untuk menikah) acapkali menjadi hak eksklusif para pria. Perempuan seakan tabu dan seolah merendahkan dirinya jika melakukannya terlebih dahulu. Pun ketika usia sudah masuk zona merah alias masuk kategori perawan tua. Menunggu dipinang seakan tetap menjadi pilihan lebih baik daripada berinisiatif terlebih dahulu. 

Apa salahnya meminang terlebih dahulu? Mengapa cara ini terasa sangat berat untuk dilakukan oleh kaum perempuan?



Dalam Islam, cara ini tak dilarang bahkan tidak mengurangi kehormatan seorang perempuan sedikitpun. Pernikahan Nabi Muhammad dan Khadijah adalah contoh konkritnya. Sayangnya, masyarakat kita terutama para orang tua, masih menganggapnya tabu bahkan bisa sangat memalukan keluarga besar. Alhasil, perempuan menjadi penanggung beban terbesar. Di satu sisi mendapat stereotip perawan tua dengan segala beban sosial dan psikologisnya. Di sisi lain tak bisa berbuat banyak karena mengajukan diri terlebih dahulu dianggap sangat tabu. Serba salah jadinya.

Dilema ini sebenarnya bisa dicari jalan keluarnya dengan memanfaatkan perantara yang bisa dipercaya. Entah apakah melalui orang-orang dekat maupun komunitas dakwah. Tak ada salahnya meminta bantuan mereka untuk mencarikan calon pendamping yang baik dan amanah sekaligus meminta mereka merahasiakan bahwa inisiatif ini datang dari pihak perempuan. Jika perantara memang amanah, seharusnya permintaan ini bukan masalah. Calon suami yang baik tentu juga tidak akan mengumbar ke publik tentang hal ini.

Selain khawatir keluarga besar akan menanggung malu, hal lain yang juga seringkali ditakutkan oleh perempuan saat akan meminang terlebih dahulu adalah anggapan teman-teman dan orang sekitar terhadap dirinya. Padahal, sejauh yang saya tau, teman-teman terutama yang laki-laki, justru sangat respek terhadap perempuan yang berani mengajukan dirinya secara terhormat. Menurut mereka, perempuan-perempuan ini sangat berani dan tau bagaimana menghargai dirinya. Berani menentang anggapan umum masyarakat, berani berinisiatif terhadap sebuah kebaikan yang sangat luar biasa. Suatu hal yang tidak semua orang berani melakukannya. Bukankah banyak juga pria yang tidak berani melamar anak perempuan orang? 

Masalah lain yang juga acapkali menimbulkan kekhawatiran adalah, bisa bahagiakah menikah dengan orang yang sebelumnya tidak kita kenal sama sekali? Sekali lagi, jika orang-orang yang kita mintai bantuan adalah orang-orang yang amanah, tentu mereka tidak akan sembarangan menjodohkan kita. Karena pernikahan adalah ikatan seumur hidup. Sejauh yang saya tau, kebanyakan dari mereka yang menikah melalui cara ini bisa menjadi pasangan yang serasi. Justru, keretakan pernikahan dan hubungan lebih sering saya temui pada mereka yang sebelum menikah melalui proses pacaran sangat lama. Cinta saja memang tidak cukup, Allah sajalah yang akan membuat sebuah hubungan selamanya akan abadi dan bahagia.

Jadi, apalagi yang kau khawatirkan Saudariku? Kebaikan yang satu ini memang sangat tidak mudah untuk dipraktikkan. Pilihan ada di tangan kita, terus menunggunya sampai batas waktu yang tidak kita ketahui dengan segala beban sosial dan psikologis yang kian hari terus bertambah. Atau segera mengakhirinya dengan cara yang terhormat dan dimuliakan oleh agama?

15 komentar:

  1. Saya sendiri, jika kelak saya menemukan lelaki yang shalihah akan saya pinang untuk anak saya mba , tetapi bila dia yang dualuan meminang dengan senang hati saya terima :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mulia sekali harapan Mbak Hana :) menikahkan anak perempuan sebenarnya memang merupakan salah satu kewajiban orang tua, sayangnya di jaman sekarang, orang tua lebih suka memberi kebebasan bagi anaknya untuk mencari sendiri....

      Hapus
    2. mksudku lelaki sholeh hehe

      Hapus
    3. Baru nyadar Mbak, Mbak Hana teliti sekali...:)

      Hapus
  2. Di keluarga besar saya, termasuk hal yang lumrah perempuan (keluarga perempuan) meminang laki-laki. Saya pernah mendapat informasi dengan begitu justru perempuan lebih diuntungkan, karena pastilah keluarga memilihkan yang terbaik untuk anak perempuannya. Saya juga menyayangkan kecenderungan orangtua sekarang yang membebaskan anaknya mencari jodoh sendiri. Ini menurut saya menjadi pemicu semakin banyaknya gadis yang masih sendiri di usia cukup dewasa, karena seringkali orangtua atau keluarga merasa tidak enak untuk terlibat. Tuntunan agama yang kadang dilupakan ya mba, padahal sudah cukup jelas aturan mainnya. Suka tulisannya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak, sebuah tuntunan yang semakin terlupakan dalam hal jodoh, mari kita garisbawahi bersama :)

      Hapus
  3. Sebenarnya, dengan perkembangan jaman yang sudah semakin maju, tak seharusnya rasa 'malu' yang seperti itu dipertahankan ya Rin?
    Kalo memang lelaki itu dinilai baik, sok aja lagi dipinang duluan, bisa saja kan mungkin si lelaki merasa malu, dan bisanya hanya berdiam diri? :)

    Jadi, rasanya bukanlah hal yang tabu lagi sih untuk memulai lebih dahulu. Tentunya dengan menggunakan etika yang sepatutnya. Tidak sradak sruduk, begitu kan Rin? :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju banget Mbak :) Dari sisi internal memang dibutuhkan keberanian untuk mendobrak pakem yang seakan sudah mendarah daging, dan kita sebagai orang luar harus mendukung dengan memberikan respon yang positif. terimakasih sudah mampir :)

      Hapus
  4. perempuan masih dijadikan 'kalah-kalahan'. dikata yang tidak baik jika memulai duluan. sedangkan, jika tak dimulai dulu, terkadang malah menimbulkan beban psikologis bagi si perempuan.

    ulasan yang menarik, mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. ini yang harus kita luruskan bersama Mbak Rochma :)

      Hapus
  5. Saya termasuk orang masih berfikir untuk melakukan hal-hal seperti itu, mbak....entahlah....mungkin karna adat ketimuran yang selalu digadang-gadangkan pada kita para perempuan,, pernah terfikir juga, namun selalu surut karna pertentangan dihati, malu dan takut ditolak dan lain sebagainya.....,, kalo melalui fihak ketiga sudah sering saya lakukan dengan meminta dikenalkan pada keluarga, atau teman,, namun masih belum diberi jalan sepertinya....hehee....

    semoga akan datang secepatnya...aamiin...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Soal jodoh memang salah satu rahasia terbesar dalam hidup Mbak, soal jodoh saya pernah menuliskan satu kisah yang sangat menarik dalam artikel berjudul "Menunggu" di blog ini. Tetap semangat, Allah pasti memperhitungkan setiap detik kesabaran dan perjuangan kita....:)

      Hapus
  6. Wah kalo gitu saya tak nunggu di lamar sama cew aja ah hahaha

    tapi kalo saya sebagai cow seh ngk terlalu mikir siapa yang harus memulai
    menurut saya melamar itu soal kesiapan dan kedewasaan bersikap
    kalau yang cow memang ngk ada sikap yang nyata
    mending yang cew yang memulai membahas soal penikahan
    kalo si cow ogah2an, si cew bsa sgra cri yg laen ^o^

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya khalid maghfur 22 tahun setuju sekali sama kamu bibit suhardi. nax laki laki itu santai aja, kalo jodoh itu diatur allah swt ntar juga datang sendiri, yg penting kerja cari duit yg banyak dulu. klo ada cwe yg lamar q pasti q terima dengan senang hati. he he he
      tertanda staff IT buruh pabrik kertas kudus

      Hapus
    2. Mas Bibit, setuju dengan melamar itu soal kesiapan, tak masalah siapa yang memulai :)

      @Anonim : materi bukan satu-satunya patokan seorang laki-laki layak untuk dilamar terlebih dahulu, faktor kepribadian saya rasa turut dipertimbangkan dalam porsi yang besar. Harta kan bisa dicari bersama :)

      Hapus

 
;