Kamis, 21 Maret 2013

Kota Serba Lima Menit

Foto : dari sini

Selain masyarakatnya yang ramah dan bersahaja, hal lain yang sangat saya suka dari Jember adalah kemudahan menjangkau banyak hal. Begitu mudah dan cepatnya, sampai-sampai saya sering menyebut kota ini sebagai Kota Serba Lima Menit. Ini karena Jember terbilang kota kecil namun fasilitas yang ada cukup memadai. Karena kecil inilah, menurut pengalaman saya, hampir semua fasilitas bisa dijangkau dalam kurun waktu kurang lebih lima menit. Fasilitas apa saja itu?


Fasilitas pertama yang sering ditanyakan orang-orang biasanya adalah sarana perbelanjaannya. Untuk kota yang terbilang kecil, fasilitas perbelanjaan di Kota Jember termasuk lengkap. Ada sejumlah supermarket yang biasanya ada di kota besar selain sejumlah pusat perbelanjaan berskala regional. Di banding sejumlah kota lain seperti Bondowoso, Lumajang, dan Situbondo, sarana belanja di kota Jember jauh lebih lengkap bahkan bisa dibilang paling lengkap. Termasuk sejumlah gerai fastfood ternama.

Kedua, sarana pendidikan, mulai PAUD hingga Perguruan Tinggi. Jarak antara satu dan yang lainnya terbilang dekat. Ya, kurang lebih lima menitan. Harganyapun cukup variatif, dari yang sangat murah hingga menyamai biaya masuk program pascasarjana hanya untuk masuk PG dan TK. Soal ini, Jember sepertinya tidak mau ketinggalan dengan kota-kota besar lainnya.

Sarana kesehatan di Jember juga terbilang lengkap. Ada sejumlah Rumah Sakit Besar di sini baik milik pemerintah maupun Swasta. Total sekitar tujuh rumah sakit besar yang jarak beberapa di antaranya bahkan hanya sekitar beberapa ratus meter.

Hotel juga sangat mudah didapat di kota ini, mulai yang agak besar hingga hotel melati. Jumlah dan fasilitasnya juga cukup baik dan memadai untuk ukuran kota kecil. Tarifnya juga lumayan murah dibandingkan dengan tariff di kota besar untuk fasilitas yang relatif sama. Lagi-lagi, fasilitas penginapan ini mudah dijangkau dalam kurun waktu kurang lebih lima menit. Jarak antara hotel yang satu dengan yang lain tidak terlalu jauh, karena sekali lagi, kota ini kecil.

Sarana lainnya seperti transportasi terbilang lengkap meski untuk mencapainya dibutuhkan waktu sedikit lebih lama dari lima menit. Paling tidak, akses transportasi untuk masuk dan keluar dari kota ini terbilang sangat mudah selama 24 jam, kecuali untuk moda transportasi udara. Pesawat sebenarnya sempat beroperasi di sini tapi hanya beberapa bulan saja. Setelah itu, bandara yang dibangun dengan dana miliaran rupiah kini sering dimanfaatkan penduduk sekitar sebagai tempat untuk menjemur padi dan arena balapan burung. Haha.

Keunikan lain dari kota ini adalah bagaimana pemandangan kota bisa berubah menjadi pedesaan dalam waktu kurang lebih lima menit. Ini karena jarak antara pusat kota dan pinggiran tidak terlalu jauh. Hanya berkendara beberapa menit saja dari pusat kota, dengan mudah akan segera kita dapati hamparan sawah, rumah-rumah berciri khas pedesaan, lalu jalanan yang semula mulus menjadi berbatu dan bergelombang. Sebuah pemandangan yang kontradiktif.

Dengan berbagai fasilitas yang mudah dijangkau, waktu yang dibutuhkan untuk mengitari kota Jember dari sudut satu ke sudut lain, dengan catatan hanya mengitarinya saja, barangkali hanya sekitar satu jam saja. Bisa lebih cepat jika kebetulan lalulintas tidak sedang ramai. Meski kecil, kota ini juga mulai sering dilanda macet terutama pada pagi hari.

5 komentar:

  1. Berbagi Kisah, Informasi dan Foto

    Tentang Indahnya INDONESIA

    www,jelajah-nesia.blogspot.com

    BalasHapus
  2. belum pernah k jember, mau ngajak saya ga mb :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo Mbak, kemari :) Di mana bumi dipijak, di sana aku (akan selalu) bersyukur, walau tak seindah Ruwais :)

      Hapus
  3. lima menit lima menit lagi ah ah dia mau datang menjemput ku hehehe....mantrap mba kota lima menitnya
    :)
    :)

    BalasHapus

 
;