Selasa, 05 Maret 2013

Iklan Ramadhan yang Bikin Nangis Bombay

Sasha selalu sibuk mengalihkan perhatian saya ketika iklan Ramadhan dari perusahaan minyak negara itu tayang di televisi. Mulai dari mengajak saya ngobrol agar perhatian saya teralihkan, berdiri di depan televisi atau menutup wajah saya dengan bantal atau koran agar pandangan saya terhalangi, mengganti channel TV hingga segera mengambil handphone sambil berkata, "Aku mau telfon kepala iklannya supaya iklan ini gak tayang lagi" katanya dengan penuh empati.


Iklan yang berkisah tentang seorang dokter yang merindukan ibunya dan ibunya yang juga merindukan anaknya itu memang sudah memancing air mata sejak detik-detik pertama. Sangat mengena perasaan saya yang sekian tahun tak bisa melewatkan Ramadhan dan Idul Fitri di rumah Bapak dan Ibu.

Naura lain lagi sikapnya ketika iklan itu tayang.

“Sudah keluar air matanya Ma?” tanyanya dengan polos. Saya tak perlu berkata apa-apa ataupun malu untuk menangis di depan mereka. Saat didapatinya mata saya basah, Naura akan bergegas mengambil tisu dan mengusap air mata saya hingga nyaris tak ada lagi air mata bersisa. Sentuhan yang tidak hanya mengusap air mata namun juga kesedihan.

Syukurlah cerita iklan Ramadhan yang bersambung dengan mudiknya si dokter dan suasana Idul Fitri di kampung halamannya itu, sudah tak tayang lagi. Tapi Sasha dengan penuh empati masih senantiasa berupaya agar Mamanya tak sedih, sedang Naura selalu siaga dengan tisunya. Alhamdulillah.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
;