Minggu, 31 Maret 2013

Dokter-dokter Berhati Malaikat


Sumber Foto : matoa.org

Saat saya kecil, sosok dokter yang sering saya temui ketika itu benar-benar menjelma bak malaikat penolong. Mereka kerap datang ke rumah pasien yang sedang sakit. Bersikap sangat ramah dan penuh empati saat memeriksa. Lalu menjelaskan dengan penuh kasih mengenai obat yang perlu diminum dan sejumlah perawatan lain yang harus dilakukan keluarga pada si sakit. Yang lebih mengharukan, kadang mereka menolak untuk dibayar. Kalaupun pasien harus tetap keluar uang, jumlahnya seringkali tidak terlalu banyak. Sosok yang sering diidentikkan dengan baju berwarna putih itu benar-benar menjelma seperti malaikat.

Kamis, 21 Maret 2013

Kota Serba Lima Menit

Foto : dari sini

Selain masyarakatnya yang ramah dan bersahaja, hal lain yang sangat saya suka dari Jember adalah kemudahan menjangkau banyak hal. Begitu mudah dan cepatnya, sampai-sampai saya sering menyebut kota ini sebagai Kota Serba Lima Menit. Ini karena Jember terbilang kota kecil namun fasilitas yang ada cukup memadai. Karena kecil inilah, menurut pengalaman saya, hampir semua fasilitas bisa dijangkau dalam kurun waktu kurang lebih lima menit. Fasilitas apa saja itu?

Rabu, 20 Maret 2013

Perempuan Meminang Terlebih Dahulu, Kenapa Tidak?


HD-Wedding-ring-wallpaper-hd-wallpaper-1680x1050-4-5096392611478-3907
Sumber Foto : http://islamsiana.com

Dalam masyarakat kita yang mayoritas masih patrialistik, urusan meminang (melamar atau berinisiatif untuk menikah) acapkali menjadi hak eksklusif para pria. Perempuan seakan tabu dan seolah merendahkan dirinya jika melakukannya terlebih dahulu. Pun ketika usia sudah masuk zona merah alias masuk kategori perawan tua. Menunggu dipinang seakan tetap menjadi pilihan lebih baik daripada berinisiatif terlebih dahulu. 

Apa salahnya meminang terlebih dahulu? Mengapa cara ini terasa sangat berat untuk dilakukan oleh kaum perempuan?

Selasa, 19 Maret 2013

Mengenal Kota Seribu Julukan

Setelah beberapa tahun tinggal di Jember, saya baru menyadari bahwa kota ini ternyata memiliki banyak sekali julukan. Gak sampai seribu sih, tapi karena lumayan banyak julukannya, saya berinisiatif menyebutnya sebagai “Kota Seribu Julukan”.

Suasana alun-alun kota Jember di malam hari, foto by Heru Putranto

Julukan pertama yang menjadi favorit saya, sekaligus julukan yang membuat saya jatuh cinta pada kota ini adalah julukannya sebagai Kota Santri. Pasti pernah mendengar lagu berjudul ini kan? :) Julukan ini yang membuat saya ingin sekali mengenal lebih dekat kota Jember terutama kehidupan sosial masyarakatnya.

Senin, 18 Maret 2013

Jangan Anti Berobat ke Puskesmas!

Sebagai warga negara yang baik, saya mencoba mengikuti anjuran pemerintah untuk menjadikan Pusat Kesehatan Masyarakat atau Puskesmas sebagai rujukan pertama untuk berobat jika sakit. Secara pribadi, saya juga memiliki keinginan menjadikan institusi kesehatan ini benar-benar sebagai pilar kesehatan utama masyarakat. Dan saya memulainya dari diri sendiri.

Pelayanan di Puskemas, lumayan kan? :) foto : dari sini

Jumat, 08 Maret 2013

Anak Kecil Saja Tau Bahaya Rokok!

Sumber Foto : rilisberita.blogspot.com

Menikmati langit yang sesekali dihiasi kilatan-kilatan kecil ba’da Isya, saya dan anak-anak bermain di halaman. Tiap petir kecil menghias langit seperti kembang api, Sasha mengingatkan untuk membaca doa ketika ada petir. Selanjutnya dia akan melanjutkan permainan Ciluk Ba-nya dengan Naura yang tidak mau turun dari gendongan. Keduanya tertawa riang. Sungguh keindahan yang sulit dilukiskan dengan kata-kata. A great moment.....

Kamis, 07 Maret 2013

Musim Semi Di Rumah Kami


Sumber Foto : VOA Indonesia


Hari-hari terakhir di pertengahan bulan Januari kujalani dengan lemah tak bertenaga. Lelah yang terus bertubi tanpa jeda istirahat yang berarti membuat jam terbangku semakin pendek saja.

Sasha mematikan televisi setelah film kartun favoritnya selesai, melipat tikar di depan televisi, mematikan kipas angin lalu berbaring di sebelah kananku. Jam masih menunjukkan pukul tujuh malam tapi kami semua sudah bersiap tidur.

Kurasa, dengan mata terpejam pura-pura tidur, desah nafas Sasha begitu dekat. Dia tengah menatapku lekat-lekat rupanya. Kebiasaannya sejak dulu. Entah kenapa dia seperti begitu amazing setiap kali menatap wajahku. Kudengar, masih dengan mata terpejam, sepertinya dia sedang tersenyum kecil. Tak lama kemudian dia mencium keningku, lama. Seolah sambil berkata : ”I love you Mom, so much..” Aku tetap memejamkan mata, pura-pura sudah tidur.



Rabu, 06 Maret 2013

Status Facebook Bisa Jadi Indikator Kejiwaan

Sumber Foto : initekno.com
 
Perkembangan Facebook yang begitu pesat membuatnya tidak hanya menjadi sarana komunikasi dan menjalin relasi saja. Beberapa teman telah menggunakannya sebagai media riset ilmiah dengan akurasi yang tidak jauh beda dengan riset langsung di lapangan.

Selasa, 05 Maret 2013

Iklan Ramadhan yang Bikin Nangis Bombay

Sasha selalu sibuk mengalihkan perhatian saya ketika iklan Ramadhan dari perusahaan minyak negara itu tayang di televisi. Mulai dari mengajak saya ngobrol agar perhatian saya teralihkan, berdiri di depan televisi atau menutup wajah saya dengan bantal atau koran agar pandangan saya terhalangi, mengganti channel TV hingga segera mengambil handphone sambil berkata, "Aku mau telfon kepala iklannya supaya iklan ini gak tayang lagi" katanya dengan penuh empati.


Sabtu, 02 Maret 2013

Beradaptasi terhadap Perubahan Iklim Bersama Bank Gakin


Beradaptasi terhadap perubahan iklim menjadi pilihan yang tak terelakkan bagi umat manusia untuk tetap bisa melangsungkan hidup secara baik di tengah perubahan iklim yang kian hari semakin tak bersahabat. Dengan beradaptasi, kita bisa mempersiapkan diri dan lingkungan untuk menghadapi berbagai perubahan akibat perubahan iklim, baik yang telah terjadi maupun mengantisipasi dampak yang mungkin terjadi.

Jumat, 01 Maret 2013

Puisi Cinta untuk Ananda



Foto dari sini

Dalam keyakinan saya, cinta itu harus “dikatakan”. Tak perlu dengan bahasa yang rumit. Apalagi, jika yang tercinta hanya bisa memahaminya dengan penyampaian yang sederhana. Dalam keyakinan saya pula, bahasa cinta harus menjadi sebuah rutinitas, namun tidak membosankan. Sama seperti matahari, yang kehadirannya sering kali kita rindukan meski ia muncul setiap hari.

* * *

 
;