Rabu, 27 Februari 2013

Koran “Kadaluarsa” yang Mencerdaskan

Sumber Foto : Kompasiana

Sedikit berbeda dengan bacaan lain seperti buku dan majalah, koran apalagi kalau kita berlangganan, akan cepat menggunung. Lalu apa yang terbersit dalam pikiran kita ketika koran-koran itu semakin menyesakkan rumah? Saya menyebut koran-koran itu dengan sebutan “Koran Kadaluarsa”. Karena keterbaruannya yang cepat berganti.

Selasa, 26 Februari 2013

Serba-serbi Honor Menulis di Media

Honor merupakan salah satu bagian terpenting dalam dunia menulis khususnya untuk tulisan di media cetak. Dalam kesempatan ini saya ingin berbagi sedikit pengalaman saya tentang masalah honor menulis. Tulisan ini sekaligus mencoba menjawab pertanyaan seputar masalah ini yang diajukan beberapa teman pada saya. Bahasan saya khususkan berdasarkan pengalaman pribadi (yang belum terlalu banyak menembus media), dan lebih khusus lagi untuk media cetak Koran.

Menulis Opini untuk Media


Menulis opini di media merupakan salah satu pengukuhan eksistensi diri seorang penulis selain menulis buku. Opini, selain sebagai sarana mengemukakan pendapat pribadi atas masalah yang tengah berkembang, juga bisa menjadi ajang evaluasi proses belajar menulis yang bersangkutan. Indikator utamanya adalah apakah tulisan kita berhasil dimuat. Kredibilitas media yang memuatnya juga menjadi indikator yang tak kalah penting. Dua indikator keberhasilan ini harus dicapai melalui persaingan yang sangat ketat mengingat semua penulis bahkan tokoh nasional banyak yang "bermain" di medan ini.

Senin, 18 Februari 2013

Ironi Nasib Atlet


Sumber : VOA Indonesia


Sebagai bagian dari pekerja profesional, atlet seharusnya mendapatkan fasilitas dan gaji yang lebih baik dari pekerja informal. Tak mengherankan jika di banyak negara maju, para atlet bisa hidup sangat sejahtera sehingga profesi ini menjadi salah satu profesi favorit generasi muda di sana. Tapi tidak demikian dengan di Indonesia. 

Sabtu, 16 Februari 2013

Meminimalisir Resiko Perempuan dalam Bencana


Sumber Foto : e-campusradio.com

Wacana mengenai kebencanaan seringkali mengabaikan resiko perempuan dan peran strategisnya dalam manajemen resiko bencana. Ini sangat disayangkan karena sejumlah penelitian menunjukkan besarnya resiko perempuan dalam bencana. Seperti studi yang dilakukan oleh the London School of Economics and Political Science terhadap 141 negara yang terkena bencana pada periode 1981-2002. Studi tersebut menemukan data bahwa perempuan merupakan korban terbesar dari berbagai bencana alam yang pernah terjadi. Pada bencana tsunami di Aceh tahun 2004 misalnya, sebanyak 55-70 persen korban meninggal adalah perempuan. 

Jumat, 15 Februari 2013

Terapi Zakat untuk Obesitas Anggaran


Sumber Foto : penerang.com

Obesitas anggaran pemerintah nampaknya telah sampai pada tahap yang sangat kritis. Dengan dominasi anggaran belanja rutin yang mencapai hampir 80 persen dari total anggaran setiap tahunnya, pemerintah tidak akan bisa gesit dalam melaksanakan pembangunan ekonomi nasional. Seperti halnya orang yang obesitas, negara dan masyarakat juga akan sangat rentan terhadap berbagai ancaman “penyakit” dan krisis.


Senin, 11 Februari 2013

Moratorium dan Masa Depan TKI

Sumber Foto : web.inilah.com

Pemerintah mengeluarkan moratorium penghentian sementara tenaga kerja Indonesia (TKI) ke Arab Saudi mulai Agustus 2011 menyusul kasus eksekusi pancung TKI Ruyati (54) yang menghebohkan. Pemerintah juga telah membentuk Satgas TKI untuk melaksanakan tugas melindungi warga negara Indonesia yang mendapatkan masalah di luar negeri. 


Sabtu, 09 Februari 2013

Mengakselerasi Kemandirian Daerah Tertinggal

Kehadiran para pengajar muda dari Program Indonesia Mengajar (PIM) dan Program Sarjana Mendidik di Daerah Terdalam, Tertinggal dan Terluar (SM-3T) seolah menjadi secercah cahaya bagi anak-anak di pelosok negeri. Kehadiran mereka tidak hanya memantik semangat anak-anak untuk kembali bersekolah, namun juga keberanian membangun mimpi untuk menyongsong masa depan yang lebih baik. 
Sumber Foto :Indonesia Mengajar

Kamis, 07 Februari 2013

Mengembalikan Citra Positif Pesantren

Di tengah maraknya wacana mengenai isu terorisme seperti sekarang, pesantren merupakan salah satu lembaga yang turut mendapat stereotip negatif. Lembaga ini bahkan mendapat stigma negatif sebagai sarang teroris. Pesantren juga dicurigai telah menjadi tempat perkecambahan (breeding ground) radikalisme di Indonesia.

1310741551869574683
Sumber Foto : Koran Jakarta


Rabu, 06 Februari 2013

Kredit Mikro untuk Daerah Rawan Bencana

Sebagai negara dengan tingkat kemiskinan cukup tinggi, kredit mikro atau microfinance telah menjadi salah satu buzzword yang ramai diperbincangkan dalam upaya pengentasan kemiskinan di Indonesia. Kehadirannya tidak hanya memberi akses modal. Tapi juga sekaligus berfungsi sebagai sarana pemberdayaan bagi masyarakat miskin terutama perempuan. Dalam ranah global pun, kredit mikro juga dikenal sebagai salah satu obat mujarab (panacea) bagi program pengentasan kemiskinan di negara-negara berkembang. 

Foto dari sini

Selasa, 05 Februari 2013

Menerka Selera Juri dalam Lomba Menulis

Sumber Foto :  Kompasiana

Ada yang bilang, kemenangan dalam lomba menulis seringkali bergantung pada "selera" juri. Dugaan ini bisa jadi benar. Bahwa, ada kalanya "selera" juri cukup menentukan dalam menetapkan sebuah kemenangan. Masalahnya kemudian, bagaimana menerka selera dewan juri sementara komposisi juri nyaris tidak pernah sama dalam setiap lomba menulis?

Senin, 04 Februari 2013

Mengingatkan dengan Santun

Tiba-tiba saya teringat kejadian beberapa tahun lalu, sebuah kejadian yang mengingatkan saya bahwa menyampaikan nasihat dengan cara yang santun dan cerdas seringkali lebih mudah menggerakkan hati tanpa harus menyakiti, atau membuat orang yang diberi nasihat merasa dihakimi atau seolah digurui. Sebuah konsep yang sederhana tapi sangat sulit untuk diterapkan, terlebih jika target yang akan diberi masukan adalah orang yang lebih tua, apalagi mereka yang cenderung keras kepala dan resisten terhadap masukan dari orang lain.


Foto dari ruangfana


Sabtu, 02 Februari 2013

Inisiatif Lokal untuk MDGs


Sumber Foto dari sini

Sebagai negara yang majemuk, perubahan di Indonesia idealnya dimulai dari tingkat lokal. Banyak pakar pembangunan berpendapat bahwa komitmen global seperti MDGs tidak akan pernah bisa terwujud jika tidak ada kebijakan dan tindakan yang selaras di tingkat daerah dan komunitas (lokal). Dalam konteks pendekatan pembangunan yang bottom up, inisiatif lokal merupakan representasi partisipasi konkrit masyarakat dan pemerintah daerah terhadap proses pembangunan yang tengah berlangsung. Pendekatan ini menemukan momentumnya seiring dengan gelombang desentralisasi ke seantero penjuru dunia yang di Indonesia dikenal dengan otonomi daerah. 



 
;