Minggu, 16 Desember 2012

Menjadi Pencuri Ide yang Baik


Sumber Foto : dari sini
Saya baru saja duduk manis bersiap sarapan pagi ketika suami masuk ke ruang tengah sambil melempar Koran Jawa Pos edisi kemarin yang baru dibacanya ke meja.
 
“Koruptor saja gampang sekali dapat dispensasi sakit, masak ibu menyusui dipersulit” katanya setelah saya tanya ada apa.


“Kasus yang mana?” tanya saya lugu. Maklum, sudah beberapa minggu tidak nonton televise karena sedang diservis, koran edisi cetakpun sangat jarang baca. Kebetulan saja semalam suami membawa koran dari kantornya.

Seperti biasa suami kemudian mereview berita yang baru dia protes. Hanya beberapa kalimat, tapi bagi saya itu sudah cukup untuk menjadi bahan sebuah tulisan. Seperti biasanya pula, selera makan saya hilang jika sudah ada ide di kepala. Agar selera makan kembali, saya harus segera menuliskannya.

“Ngapain juga si Angie minta pindah ke rutan yang sama dengan Nunun. Patut dicurigai nih” kata suami lagi ketika saya baru saja akan membuka kulkas mencoba mencari makanan yang bisa menggugah selera sebelum menulis tentang “koruptor sakit vs ibu menyusui”.

Enough Honey, jangan ngomong apa-apa lagi, kepalaku sakit jika kebanyakan ide”.  Ya, saya tidak hanya akan kehilangan selera makan, tapi juga akan “sedikit” sakit kepala jika saya sudah punya ide untuk dituliskan. Masalahnya, saya tergolong mudah sekali “menangkap” ide yang bertebaran di sekitar dan dalam kehidupan sehari-hari menjadi ide sebuah tulisan. Meski itu hanya beberapa kalimat komentar suami tentang sebuah kasus, melihat kemajuan baru anak, ataupun percakapan ringan dengan teman melalui pesan singkat. Entah sejak kapan saya mengalami “gangguan” ini, sebuah perilaku yang saya sebut sebagai perilaku “pencuri ide yang baik”.

Menjadi “pencuri ide yang baik” cukup sering dibahas oleh sejumlah pakar dalam dunia menulis. Penjelasannya kurang lebih begini, sebuah kemampuan dan kebiasaan mudah menangkap ide yang bertebaran di sekitar yang kemudian “diolah” menjadi sebuah bahan tulisan yang bagus. Dengan kalimat lain, seorang penulis dituntut untuk peka karena dalam pandangan umum, ide yang “dicuri” oleh si penulis bisa jadi hanyalah hal-hal yang benar-benar sangat sederhana. Butuh latihan dan proses panjang untuk memiliki “kepekaan” ini.

Saya beruntung karena suami adalah partner yang sangat kaya ide, meski kadang hanya bisa ia kembangkan menjadi beberapa kalimat saja. Dari dia saya banyak belajar dan berlatih bagaimana menjadi pencuri ide yang baik. Komentarnya tentang diskriminasi pada ibu menyusui yang hanya beberapa kalimat, saya kembangkan menjadi sebuah artikel yang akhirnya dimuat di Rubrik Perempuan Suara Merdeka

Sebagai penutup cerita singkat ini, saya ingin menuliskan kembali sebuah pesan yang teramat sering disampaikan oleh banyak penulis senior, yakni bahwa perbedaan antara menjadi pencuri ide yang baik dan pencuri ide sungguhan itu sangatlah tipis. Jadi kita mesti berhati-hati, dan selalu menyandingkan kepekaan untuk “mencuri” ide dengan hati nurani dan etika. Jangan sampai ide teman atau orang dekat benar-benar kita curi dalam arti sebenarnya.
Selamat menulis dan menjadi pencuri ide yang baik :)

23 komentar:

  1. mbak Ririn aku mengalami keadaan yang serupa dengan njen, sayangnya tahap eksekusinya yang susah sekali. Mohon masukannya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awal yang sangat bagus Mbak, karena salah satu hambatan terbesar dalam menulis adalah mencari dan menemukan ide, tapi ide saja tidak akan dengan sendirinya berubah menjadi tulisan :)

      Tahapan selanjutnya adalah segera menuliskannya sebelum ide menguap, sesempatnya kita saja. Kalau memang sdg punya sedikit waktu, judul dan outlinenya saja sudah oke.

      Menulis sendiri suka mandeg kalau bahannya kurang, sama seperti "memasak", bahan untuk menulis harus selengkap mgk, salah satunya adalah data dan informasi.

      Kalau ide sdh punya, data juga sdh ada tapi menulisnya masih susah juga, jurus saya selanjutnya adalah nekad Mbak :) soalnya kalau gak nekad dalam arti "saya harus nulis, apapun hasilnya", tulisan tidak akan pernah selesai :)

      Hapus
    2. hehe, aku baru tau kalo kemudahan menangkap ide ini bisa menjadi 'gangguan', hihi.

      aku juga sering sekali menulis berdasarkan hal-2 yang aku dengar, lihat atau baca sekilas. Tiba-tiba aja jadi terinspirasi untuk mengembangkannya, walau tulisannya belum sebagus dirimu mba Rin.... :)

      trims atas postingannya lho...

      Hapus
    3. dia menjadi "gangguan" hanya pada saya saja kali Mbak, sementara yang lain mungkin enjoy :)

      btw, sebenarnya saya teramat sering merasa tulisan saya gak bagus, jadi gak pede, ini sering sekali lho Mbak, sebaliknya saya malah sering dan mudah mengagumi tulisan orang lain, termasuk Mbak Alaika :)

      Hapus
  2. sya pribadi, kalau sudah dapat ide yang cocok dan tidak dituliskan, maka dia akan hilang dan sulit untuk mengajaknya kembali

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga Mbak, tapi untuk beberapa ide yang begitu mengena di hati, kadang masih ingat sedikit2. Payahnya, untuk ide yang kebetulan dapat tapi gak ada passion, meski sudah ditulis judul dan outlinenya, masih saja suka lupa :)

      Hapus
  3. hmmmm sama mak saya juga suka menangkap ide yang lagi main ga ada temenya. terus saya bawa ke rumah blog saya deh. kalau lagi rajin

    klo engga sih ngendep dikepala biasanya :D
    salam kenal mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal kembali Mbak Hana, saya termasuk silent reader blognya lho :)

      Hapus
  4. Saya termasuk gampang terpantik oleh kalimat kecil saja. Tapi saya sering tak punya waktu untuk mengembangkan jadi tulisan yang layak muat di media. Daripada saya gegar otak, akhirnya saya merangkum yang paling mempengaruhi pikiran saya tiap hari di blog. Biasanya saya lakukan malam ketika urusan rumah sudah selesai.

    BalasHapus
    Balasan
    1. ide yang bagus Mbak Lusi, saya termasuk yang lamban dalam mengubah ide menjadi tulisan, terimakasih tipsnya, salam kenal :)

      Hapus
  5. Aku juga sering mbk, mencuri ide tapi tau gak mb, ide hasil curian ilang lagi, hehe gara-gara, aku mbuat tulisan mau dikembangin artikel atau apa?haha, kalau mb ririn udah jelas, prospek media melalui artikel. aku???? masih seperti dulu.....hiks

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mbak Nurul ini lucu sekali komennya, ide curiannya menghilang atau dicuri orang Mbak? :)

      Hapus
  6. ide bs dari mana2 ya, termasuk ide dr mencuri yg baik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ini "mencuri" yang termasuk kategori baik dan dianjurkan Mbak Myra, hehe :) terimakasih sudah mampir.... :)

      Hapus
  7. Mbak, ini kunjungan kesekian, setelah sebelumnya menjadi silent reader :). Sangat menginspirasi tulisannya. Iya saya juga akhir2 ini mengalami syndrom "headache" dikarenakan ada beberapa ide yang tidak sempat tertulis akhirnya menguap dan saya lupa, hehe…maklum mbak pikirannya sdg bercabang terus, antara tulisan dan keluarga. Anyway, saya bahagia dan senang bertemu mbak. Mbak ijin blog rol ya?. Saya harus lebih responsive sebagai pemerhati sekitar yang telah sekian lama mungkin kurang dikarenakan yang dihadapi ruang tertutup yaitu laboratorium dan hanya topik khusus dan sangat basic yaitu ilmu taksonomi jamur. Segitu dulu ya mbak :) dan terima kasih untuk inisiasi menulisnya berupa penangkapan ide, dengan menampilkan kejujuran dan tanpa harus terjebak pada mencuri ide atau plagiasi :).

    BalasHapus
    Balasan
    1. terimakasih atas kunjungannya Mbak Nilam :)

      Hapus
  8. kalo saya sering tidak bisa mengungkapkan banyak ide di kepala saya
    blog kontes bank mandiri: klik disini

    BalasHapus
  9. Sobat, jangankan selera makan yang hilang. Kalau lagi dapat ide, terkadang sambil mandi pun masih kepikiran terus tentang apa yang akan dituliskan terkait dengan ide itu loh, he heee.... Dan saya sangat setuju dengan uraian yang Sobat sampaikan bahwa sesuatu yang seaakan sangat sederhana sekalipun sebenarnya dapat dijadikan sebagai sebuah ide bagi kita untuk membuat karya dalam bentuk tulisan. Karena (menurut saya) sesuatu yang terkesan sepele bagi kita, bisa jadi akan menjadi suatu hal yang sangat berguna bagi orang lain. Oh ya, tidak lupa saya sampaikan salam kenal dan salam berbagi. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih dan salam kenal kembali Pak :)

      Hapus
  10. Berbagi Kisah, Informasi dan Foto

    Tentang Indahnya INDONESIA

    www.jelajah-nesia.blogspot.com

    BalasHapus
  11. Kalo aku kadang suka banyak ide tapi bingung mau nulisnya mba..hehehe
    apalagi kadang idenya muncul pas di waktu yang gak tepat, jadi pas udah di depan PC malah jadi bengong.. :D

    salam kenal mba Ririn.. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. mungkin bisa dimulai dengan menulis temanya dulu Mbak, nanti dilanjutkan menjadi outline dan seterusnya, salam kenal kembali....:)

      Hapus

 
;