Minggu, 23 Desember 2012

Mempersiapkan Tiket Ke Surga

Hari sudah hampir menjelang tengah malam untuk menempuh perjalanan pulang sepanjang kurang lebih 30 km dengan sepeda motor. Melalui jalan yang sepi dengan penerangan jalan yang sungguh seadanya. Apalagi, mereka juga membawa balita di tengah cuaca yang kurang bersahabat. Tapi tak banyak pilihan untuk pergi di siang hari, karena sepasang suami istri itu mengajar di sebuah sekolah di pelosok desa. Dan sebenarnya, bukan kali ini saja saya bertemu mereka untuk sebuah kepentingan yang sama: menjenguk kerabat atau sahabat yang sakit.


Ya, pertemuan tak sengaja di sebuah minimarket itu mengingatkan saya betapa sepasang suami istri itu begitu rajin bahkan sangat rajin menjenguk teman atau saudara yang sakit. Dan seingat saya, setiap ada anggota keluarga saya yang harus rawat inap di rumah sakit, mereka adalah salah satu teman yang tidak pernah absen menjenguk. Sebuah kehadiran yang sangat berarti bagi saya di tengah kondisi seperti itu.

Pertemuan dengan mereka mengingatkan saya pada pesan seorang ustadzah beberapa tahun lalu. “Milikilah setidaknya satu atau dua perbuatan baik, yang tidak hanya kita lakukan dengan ikhlas tapi juga istiqomah (terus menerus)". Karena bisa jadi, amalan itulah yang nantinya menjadi tiket kita ke syurga. Ada banyak amalan yang mungkin kita pilih. Mulai puasa sunnah senin kamis, sholat dhuha, qiyamul lail, tilawah, bersedekah, mengajar mengaji, dan masih banyak amalan baik lainnya yang bisa menjadi pilihan. Bahkan memunguti batu-batu di jalanpun bisa menjadi pilihan.

Pertemuan dengan sepasang suami istri itu juga mengingatkan saya pada seorang teman lain yang memiliki kebiasaan unik.

“Kenapa kamu begitu ‘royal’ sekali kalau bersedekah?” tanya saya penasaran di suatu waktu saat melihatnya, untuk yang kesekian kali, begitu mudah memberikan uang dalam jumlah yang tidak sedikit kepada mereka yang dirasa memerlukan.

“Aku ingin masuk syurga melalui pintu sedekah” katanya sambil tersenyum.  Sayapun tersenyum sambil meng-aamiin-kan dalam hati. Juga untuk sepasang suami istri yang begitu rajin menjenguk mereka yang sakit. Meski di tengah kondisi kantong yang mungkin sedang tak bersahabat, waktu yang sempit, ataupun jarak yang cukup sulit dan jauh untuk ditempuh.

Ah, lalu dari pintu amalan yang mana saya ingin masuk surga???

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
;