Kamis, 27 Desember 2012

Membuat dan Mengelola "Bank Data"


Jenis tulisan pertama yang saya kenal, sekaligus sangat berkesan adalah karya ilmiah. Ini karena, minat saya menulis pertama kali menemukan momentumnya adalah ketika saya masih di bangku kuliah. Jadi mau tidak mau, "ilmiah" menjadi salah satu menu wajib ketika itu. Dan salah satu ciri utama dari jenis tulisan ini adalah data yang akurat dan mutakhir.



Sumber Foto : dari sini
Idealnya, data jenis ini berasal dari literatur ilmiah. Sayangnya, jaman saya kuliah dulu di mana internet tidak sefamiliar sekarang, akses terhadap data ini cukup sulit. Bahan bacaan di perpustakaan universitaspun seringkali jauh dari kata memadai. Akses terasa semakin terbatas ketika saya menyandang status sebagai ibu muda, karena kemana-mana harus membawa si kecil ikut serta.

Yang saya lakukan untuk menyiasati keadaan ini adalah dengan membuat sebuah "bank data". Saya menyebutnya demikian, karena di dalamnya terdapat begitu banyak data untuk berbagai topik yang saya minati, layaknya sebuah bank yang menyimpan banyak uang. Hampir keseluruhan data berupa file, bisa berupa jurnal, buku, ataupun data terbaru dari media untuk data statistik. Agar mudah menemukannya, saya beri nama dan mengelompokkan data berdasarkan topiknya. Seperti: TKI, ekonomi kreatif, pemberdayaan perempuan, inovasi daerah, korupsi, teori pembangunan, ekonomi syariah, dan seterusnya.

Selain memisahkan data berdasarkan topiknya, saya kelompokkan juga data berdasarkan urutan waktu atau tahunnnya. Ini diperlukan sebagai pembanding apakah ada perubahan data dari tahun ke tahun. Atau saya membutuhkan data dalam kurun waktu yang panjang. Kadang, data juga saya kelompokkan berdasarkan sumbernya, apakah dari media ataukah dari jurnal atau sumber akademik lainnya.

Agar "bank data" saya tidak penuh sesak  sehingga membingungkan ketika proses pencarian, saya biasanya merangkum data yang sejenis menjadi satu file di word. Untuk cara yang satu ini, biasanya untuk data dari media massa yang mempublish data statistik terbaru. Sementara untuk data atau sumber bacaan yang berisi teori, umumnya saya simpan secara utuh karena untuk yang satu ini biasanya harus kita baca secara keseluruhan. Begitu pula untuk bahan bacaan dari jurnal. Selain biasanya tulisan ini padat berisi (dalam arti hampir semua bagiannya penting dan berbobot karena umumnya ditulis oleh para pakar), saya sengaja menyimpannya sebagai panduan menulis ilmiah yang baik itu.

Ya, hanya sesimpel ini saya membuat dan mengelola "bank data". Meski simpel, saya cukup merasakan manfaatnya. Begitu ingin menulis sebuah topik dan butuh data pendukung, saya biasanya langsung membuka bank data tanpa harus selalu meminta bantuan Mbak Google :) Dan agar bank data saya selalu bisa menyajikan data yang up to date, saya rajin mengisinya dengan data-data terbaru saat online sekalipun saya tidak sedang membutuhkannya. Ini salah satu sebab mengapa meski cukup sering online, saya relatif pasif di FB. Itu karena saya lagi kelayapan ke banyak lapak lain untuk memulung data yang berserak :)

9 komentar:

  1. wah...makasih mba...jadi terinspirasi, mulai buat bank data juga ah...:-)

    BalasHapus
  2. Selamat mencoba Mbak Nunung, "perpustakaan virtual" semacam ini Insya Allah sangat bermanfaat bagi ibu-ibu seperti kita yang tidak punya banyak waktu untuk berkunjung ke perpustakaan :)

    BalasHapus
  3. bank data yang aku punya biasanya pake bookmark atau capture halaman aja mbak, tapi tetap aja pusing >__<

    makasih infonya ya mbak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau pakai cara itu bukannya harus online dulu untuk lihat ya Mbak Mayya? pingin coba, tapi saya mencoba memprioritaskan cara lain yang tidak harus pakai online, soalnya kalau harus online dulu suka lupa kalau niat awalnya mau cari data, malah kebablasan n nyasar kemana2, setelah capek baru ingat datanya belum dapat, hehe :)

      Hapus
  4. www.indonesianmanpoweragency.com

    www.bagoesbersaudaragroup.com

    BalasHapus
  5. waah, harus dimulai sejak kini ya mbak. Ide mbak itu kereen bgt :)
    Meski saya juga sering kelayapan malem, comot sana comot sini, tapi blm kepikiran utk membundel jadi file. Oke mbak mulai sekarang harus prepare folder based on tending topic,ya ? Hehehe.Mtrnwn atas semua inputnya :)

    BalasHapus
  6. Waaah, inspiratif sekali Mbak Ririn. Saya baru 3 minggu punya blog. Jadi masih harus banyak belajar. Saya pun suka tampilan blog Mbak Ririn.

    BalasHapus

 
;