Senin, 19 November 2012

Tips Sederhana Menang Lomba Menulis

Dari beberapa pengalaman memenangkan lomba menulis, saya menemukan formula sederhana untuk memperbesar peluang kita menang. Cara ini memang tidak menjamin saya pasti menang (saya sering juga kalah lho, sangat sering bahkan), tapi cara ini cukup efektif membuat proses menulis saya menjadi lebih mudah dan menyenangkan.

Saat menghadapi sebuah kompetisi menulis, apapun temanya, sering saya anggap itu sebagai sebuah ajang kompetisi memasak. Penyelenggara menyodorkan pada kita sebuah gambaran umum, misalnya: untuk sarapan, lunch, dinner dsb. Kadang dibuat lebih spesifik lagi, misalnya menu untuk anak-anak. Dan seterusnya.

Pada dasarnya, kita memiliki atau menghadapi “bahan” dasar yang sama. Yang harus kita lakukan adalah bagaimana menemukan satu resep untuk menyulap bahan dasar berupa fakta dan data yang berserak baik di dunia maya atau nyata itu, menjadi sebuah makanan yang menarik. “Resep” di sini adalah nama lain dari perspektif atau sudut pandang kita pribadi terhadap tema yg disodorkan penyelenggara.

Kita gak harus pakai bahan yang harganya mahal, produk local lebih oke. Maksudnya? Cobalah cari masalah sehari-hari yang dihadapi oleh masyarakat. Kalau bisa sesederhana mungkin agar bahasan nantinya lebih focus. Caranya? Sangat bagus jika kita bisa menciptakan resep baru. Tapi jika tidak, pakai resep lain yang sudah ada bisa juga. Dengan catatan, ada inovasi dan kreasi kita di dalamnya. Itu nilai lebihnya bahkan dari sana kini bisa menemukan resep baru walau tidak benar-benar baru. Sederhana kan?

Dalam tataran output, tulisan yang kita hasilkan jika diumpamakan dengan masakan kurang lebih begini :
1. Tampilan menarik, dalam artian penyajiannya oke, nggak njelimet, jelas dan mudah dimengerti.
2. Ada nilai “gizi”nya; gizi bisa kita dapat dari data. So, data yang akurat dan relevan “wajib” ada.
3. Kreatif dan unik (ada sesuatu yang beda yang kita tawarkan);
4. Mudah untuk diaplikasikan; kalau dalam hal masak memasak kurang lebih mudah untuk dipraktikkan orang lain.

Semoga cara ini bisa sedikit membantu. Seperti teman-teman semua, saya juga belajar. Jadi, mari belajar bersama karena menulis adalah proses tiada henti.....

16 komentar:

  1. begitu ya? setuju, menulis dengan memasak? sama-sama hasilnya dinikmati, dirasakan dan meninggalkan kesan, memberi hikmah. Belajar ach, menulis dengan hati, memasak dengan hati juga. Sebenarnya semua pekerjaan sama juga ya mba...*belajar melakukan dengan cinta, adeh, ide tu.

    BalasHapus
  2. Tips yang memikat.... Saya coba ya bu... semoga berhasil.. makasih Mbak Ririn telah bersedia berbagi ilmu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tips ini terlalu sederhana buat pak Wahyu :)

      Hapus
  3. tips yang cocok buat sy yg newbie, mksh mak, salam kenal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal kembali Bu, semoga bermanfaat :)

      Hapus
  4. sip mbak tipsnya, kebetulan saya juga lagi ikutan lomba blogs nih, kunjungin blog saya ya => [AsmBlogs-07] <=
    jangan lupa juga kasih comment, +1, atau share-nya :D
    makasih :)

    BalasHapus
  5. Tipsnya bermanfaat mbak. Terima kasih
    http://sukrisnosantoso.blogspot.com

    BalasHapus
  6. tips yang didapat dari pengalaman yang banyak ya mbak. wah, trims udah berbagi. kalau ada waktu mampir balik mbak :)

    mharluck.blogspot.com

    BalasHapus
  7. Terimakasih untuk semua yang sudah mampir, semoga catatan kecil ini bermanfaat :)

    BalasHapus
  8. ada tombol like ga?
    tulisanya terlalu indah untuk tidak di like

    BalasHapus
  9. terimaksh infonya mbak, jd smangat ikutan lomba

    BalasHapus
  10. ijin praktekin mba :D

    "Jangan lupa beri komentar di blog gue yah :D"

    BalasHapus
  11. Mantebb dahh tipsnyaaa...

    BalasHapus

 
;