Kamis, 15 November 2012

Tantangan Menulis 1000 Kata.....!

Eitsss, ini bukan lomba lho, walau judulnya pake kata "tantangan".....:) ini hanya sebuah trik menulis yang menurut pengalaman pribadi saya dalam beberapa bulan terakhir, cukup efektif membantu proses belajar menulis saya. Terutama untuk jenis tulisan non fiksi.


Awal mula berkenalan dengan dunia menulis, saya terbiasa menulis dalam kapasitas besar. Ibarat kendaraan, mungkin seperti truk tronton atau truk gandeng:) Konkritnya, saya terbiasa menulis dalam jumlah puluhan halaman. Minimal dua puluh halaman. Dengan muatan besar begini, saya terbiasa berakrab ria dengan data dan tatacara penulisan yang detil seperti skripsi. Rupanya kebiasaan ini sering kebablasan. Pernah suatu kali ikut lomba yang mengharuskan tulisan berjumlah minimal 80 halaman, saya menulisnya sampai 112 halaman. Itupun saya masih merasa banyak ide tersisa di kepala. Begitu pula ketika beberapa kali ikut lomba karya tulis Bank Indonesia yang biasanya membatasi jumlah halaman maksimal 40 halaman, sering kali jumlah itu tak cukup untuk menampung ide yang ingin ditumpahkan. Tapi ada untungnya juga terbiasa menulis banyak begini. Salah satunya, saya seringkali langsung merasa mudah ketika dihadapkan pada tantangan menulis minimal dua puluh halaman.

Namun akhir-akhir ini, tepatnya kurang lebih dalam dua tahun terakhir, terpaku pada bentuk tulisan berbody jumbo membuat ruang gerak saya terbatas. Terutama jika ingin menembus media. Dari sinilah kemudian saya memutuskan untuk "diet kata". Seorang teman wartawan senior lalu memberi saran, "Cobalah menulis dalam 1000 kata".

Ya, 1000 kata kemudian menjadi patokan saya dalam menulis. Tak mudah ternyata. Dari yang terbiasa 8-10 ribu kata, saya harus diet kata menjadi 1000 kata. Sama susahnya dengan diet makanan. Berhasil memangkas kata sampai 5 ribu kata saja sudah lumayan. Tapi kata teman wartawan itu, tulisan saya masih termasuk gemuk. Tak ada media yang mau memuat tulisan sebanyak itu. Saya coba lagi, hasilnya masih bertengger di atas 2 ribu kata. Lumayan-lah, setidaknya dengan jumlah segitu, tulisan saya tidak terlalu "big" untuk masuk Kompasiana.

Seiring waktu, kini saya mulai terbiasa menulis 1000 kata, bahkan kurang. Ini sebagai bentuk penyesuaian terhadap media yang umumnya mematok untuk opini berkisar pada 700-800 kata atau 5 ribu karakter. Dengan kebiasaan baru ini, tulisan saya menjadi lebih leluasa untuk beranjang sana ke meja redaksi sejumlah media. Memang tidak selalu dimuat, tapi setidaknya dengan tulisan yang lebih ramping, tulisan saya sudah punya tiket masuk untuk menemui sejumlah editor di media massa.

Sama halnya menulis dalam jumlah banyak, menulis dalam 1000 kata juga memiliki sejumlah kelebihan. Seperti, kita menjadi efisien dalam penggunaan kata dan data, to the point dalam penyampaian masalah. Dalam jumlah yang sedikit begini, argumen kita menjadi lebih menonjol dan mudah ditemukan. Bandingkan dengan tulisan yang banyak, ide kita bisa jadi samar dan sulit ditemukan di antara sekian banyak kata, halaman dan juga data.

Tak hanya membantu mereka yang terbiasa menulis dalam jumlah banyak seperti saya, membiasakan menulis dalam seribu kata juga cukup efektif membantu mereka yang terbiasa menulis dalam jumlah sedikit, misalnya terbiasa menulis 200-300 kata saja. Memang ada sejumlah trik agar tulisan tetap apik dengan jumlah yang lebih banyak.

Oke, selamat mencoba. Semoga tulisan ini sedikit membantu.....

2 komentar:

  1. saya baru bergabung dengan pekerjaaan membuat suatu opini, namun dari dulu saya sudah pengen belajar tetang menulis suatu opini, baru sekarang saya bisa belajar menjadi seorang penulis tapi saya masih kesulitan tentang wawasan atau ide yang akan dituangkan dalam karya tulis tersebut, mohon berikan support atau masukan supaya cita2 saya menjadi seorang penulis bisa tercapai, trimakasih

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ide banyak bertebaran di sekitar kita :) untuk 'menangkapnya' bisa kita lakukan dengan meningkatkan sensivitas dan perhatian kita pada banyak ide yang berkembang lalu mulai menuliskannya meski masih dalam beberapa kalimat saja. Seiring waktu, biasanya tulisan kita akan berkembang dengan sendirinya, asal kita intens dan konsisten melakukannya. Good luck dan terimakasih sudah mampir :)

      Hapus

 
;