Kamis, 29 November 2012

Pesan dari Surga


Kawanku, pernahkah sejenak kau pikirkan, pesan yang kau kirim pada seorang temanmu seolah menjadi “pesan dari surga” baginya?

Pesan yang mungkin menjadi teman bagi mereka yang merasa tak berkawan, pelipur lara bagi mereka yang sedang berduka, menjadi inspirasi dan motivasi bagi mereka yang tengah mencari atau bahkan menjadi solusi bagi teman kita yang tengah dilanda masalah. Padahal, mungkin tak ada kata luar biasa yang kau tulis, mungkin kau hanya menjawab pertanyaan singkatnya, tapi itu seolah adalah pesan dari surga untuknya, dan kau adalah Malaikatnya…..

………


Banyak hal yang sebenarnya bisa saya teladani dari kawan yang satu ini. Satu hal sederhana yang sangat berkesan buat saya adalah dia tidak pernah tidak membalas email dan sms saya, sepele apapun pertanyaan yang saya ajukan dan sesempit apapun waktu yang dia punya di sela kegiatannya yang sangat padat.

Apakah karena saya sosok yang special baginya? Tidak juga karena dia melakukan itu hampir pada semua temannya. Dan pesannya selalu simpatik, penuh penghargaan dan kasih sayang.

Sebelum bertolak ke Negeri Paman Sam untuk menyelesaikan master komunikasi politiknya beberapa bulan lalu, saya bertanya padanya untuk mengakhiri rasa penasaran di kepala saya.

”Kenapa kamu selalu menjawab setiap pesan yang masuk ke inboxmu?”

”Adakah alasan untuk tidak menjawab?”

”Sekalipun itu sangat sepele? Sekedar tanya kamu sedang apa?”

”Pertanyaan seperti itu tidak selalu sepele meski kelihatannya mungkin sangat sepele” jawabnya.

”Lalu?”

”Bisa jadi si penanya sedang butuh teman karena ia merasa sendiri, mungkin juga dia ingin melakukan sesuatu tapi tidak tau apa, jadi dia bertanya. Atau karena ia peduli pada kita.....” beberapa saat saya diam mencoba mencerna jawabannya.

”Bagaimana jika yang bertanya itu dirimu, entah apa sebabnya dan untuk apa, lalu teman yang kau tanya, misalnya saja aku, memberikan jawaban terbaikku dengan sepenuh hati dan tulus?” tanyanya balik.

”Aku merasa kau adalah temanku....”

”Itu tujuanku!”

”Begitukah...?”

”Aku juga sering mengirimkan pesan sepele pada teman-temanku” lanjutnya.

”Contohnya?”

”Misalnya, kotaku sangat panas beberapa hari ini, bagaimana dengan kotamu? Atau, sudah baca artikel ini di media ini....”

”Apa maksudmu dengan pertanyaan itu?”

”Hanya menunjukkan aku ada sebagai temannya....”

Just it?”

”Haruskah dibuat rumit?”

“Mungkin tidak rumit, tapi apa untungnya?”

“Kau akan menjadi teman bagi semua orang, dan pesanmu mungkin menjadi pesan dari surga bagi sebagian mereka di mana kau adalah malaikatnya…”

Hemmm….

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

 
;