Kamis, 01 November 2012

Penulis Besarpun Pernah Gagal


Tidak ada orang besar yang tiba-tiba menjadi besar tanpa berproses. Bahkan beberapa di antaranya yang melegenda harus mengalami kegagalan berulang kali. Salah satu contoh yang sangat mengesankan saya adalah kisah Soichiro Honda. Semangatnya untuk tidak menyerah menghadapi kegagalan demi kegagalan bahkan kehancuran demi kehancuran, sangat luar biasa. 

Begitu pula dengan kisah beberapa tokoh lain yang juga sangat inspiratif dalam meraih kesuksesan masing-masing. Seperti Abraham Lincoln, Sir Winston Churchill, Helen Keller, Thomas Alva Edison dsb. Segelintir orang yang meraih kemenangan sejati karena tidak takut untuk berkali-kali bangkit lagi ketika mereka jatuh.

Sang Pemenang Sejati, seperti tokoh di atas juga bisa kita temui dalam dunia menulis. Sederet nama yang pantang menyerah untuk membuktikan eksistensi diri sebagai penulis sekaligus pemenang sejati. Joane Kathleen Rowling atau yang lebih populer dengan J.K.Rowling misalnya. 

Sama seperti Soichiro Honda, mungkin kita lebih mengenal kesuksesan Rowling daripada penolakan demi penolakan terhadap karya masterpiecenya, Harry Potter. Harry Potter yang telah membuat Rowling memiliki kekayaan melebihi kekayaan Ratu Inggris itu dulu pernah ditolak oleh 12 penerbit sebelum kemudian diterbitkan oleh sebuah penerbit kecil, Boomsbury, setahun kemudian. Tidak putus asa terhadap penolakanlah yang membuat Rowling seperti sekarang. Kini, karya-karyanya telah diterjemahkan ke dalam 61 bahasa di 200 negara dengan ratusan juta eksemplar.

Contoh lain adalah Dan Brown yang terkenal dengan karya kontroversialnya, The Da Vinci Code. Karya yang telah diterjemahkan ke dalam 44 bahasa sebanyak 60,5 juta eksemplar di seluruh dunia tersebut menurut New York Times memberikan penghasilan sebanyak 250 juta dollar pada Brown. The Da Vinci Code adalah karya keempat Brown yang sempat diragukan oleh penerbit Simon & Shuster sebelum kemudian Brown pindah ke penerbit lain, Doubleday.

Hampir semua penulis-penulis besar yang mencengangkan dunia pernah mengalami kegagalan demi kegagalan sebelum kemudian mereka dikenal sebagai penulis besar seperti sekarang. Dari kegagalan orang-orang besar di atas, banyak hikmah yang bisa kita ambil. Pertama, kegagalan atau kekalahan adalah hal yang biasa dan bukan akhir dari segalanya. Kedua, kegagalan sebagaimana sering dikatakan dalam nasehat klasik sebagai kesuksesan yang tertunda, nampaknya benar adanya. Dari kegagalan kita dapat belajar tentang apa kekurangan dan kelemahan diri sehingga kita belum layak menyandang gelar juara. Dari sanalah kita bertolak untuk berbuat lebih baik lagi sampai bisa meraih kemenangan.

2 komentar:

  1. very inspired me banget mbak #terharubiru#
    Sukses trus ya mbak :-bd

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sama-sama Mbak Tanty, maaf telat banget replynya :)

      Hapus

 
;