Minggu, 04 November 2012

Setiap Kita adalah 'Ketua KPK'

Korupsi di negeri ini terlalu akut untuk dibebankan pada satu pundak. Sehingga, jika saya menjadi Ketua KPK, hal pertama dan utama yang akan saya lakukan adalah mengajak semua pihak bersinergi dalam upaya pemberantasan korupsi di semua lini kehidupan. Setiap dan semua orang harus memosisikan dirinya sebagai ‘Ketua KPK’ di manapun dan dalam kapasitas apapun mereka. Bahkan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) sekalipun.

Dalam lingkup terkecil yakni keluarga, seorang IRT bisa berperan sebagai ‘Ketua KPK’ bagi keluarganya, dengan mengawasi, mengarahkan dan memastikan bahwa keluarganya bebas dari korupsi. Hanya rizki halal yang diberikan kepala keluarga, sementara anak-anak tumbuh dan berkembang menjadi generasi yang pantang korupsi. Atau jika Anda guru, maka jadilah pendidik yang menanamkan nilai-nilai anti korupsi pada generasi muda sejak dini. Jika Anda pelajar atau mahasiswa, maka jadilah generasi muda yang pantang korupsi. Begitu seterusnya hingga korupsi tak lagi menemukan ruang.

Dan impian terbesar saya jika menjadi Ketua KPK adalah membuat para koruptor di Indonesia seperti tinggal di Cina. Tak ada kata kompromi selain hukuman mati. Ini mungkin terkesan kejam dan tidak manusiawi, tapi bukankah koruptor adalah penjahat kemanusiaan yang utama saat ini?

Korupsi telah menyandera Indonesia dalam kemiskinan dan keterbelakangan yang tak berkesudahan di tengah kekayan alam yang dimilikinya. Sungguh sebuah ironi.  Sehingga, atas kejahatan dan dampak yang ditimbulkannya, hukuman mati bagi koruptor adalah imbalan yang sepadan.

Akhir kata, tak perlu menjadi Ketua KPK yang sebenarnya untuk turut memberantas korupsi. Mari menjadikan diri kita sebagai ‘Ketua KPK’, di manapun dan dalam kapasitas apapun kita.


Tulisan diikutsertakan dalam Lomba Blog KPK,
bisa dilihat di http://lombablogkpk.tempo.co/index/tanggal/425/Ririn%20Handayani.html

Info lengkap: http://lombablogkpk.tempo.co

9 komentar:

  1. mbak.. bukankah judulnya harus andai aku jadi ketua KPK?.. perasaan gt deh.. :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. sebenernya gak Harus pakai judul "Andai Aku Ketua KPK", yang terpenting tulisan mengandung unsur akan "Andai Penulis Ketua KPK.." begitu..

      #eh, lancang banget ya saya ikutan balas komentar nya.. :D

      bagus nih tulisannya.. vectornya juga bagus tuh.. :)

      Hapus
    2. Terimakasih Mas Arie atas penjelasannya :) kebetulan saya juga menafsirkan sama. Terimakasih juga sudah mampir :)

      @Mbak Binta, kayaknya judulnya gak harus itu, menurut saya itu tema besar yang diusung panitia Mbak, ada peserta yang tanpa judul malah, ayo ditunggu tulisannya Mbak :)

      Hapus
  2. berantas korupsi mulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar ya mba...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mbak Rahmi :) kalau menunggu jadi ketua KPK, gak jelas kapan itu bisa terwujud Mbak, bisa-bisa korupsi keburu membuat kita tinggal tulang belulang :)

      Hapus
  3. simpel tp mengena mba....
    sukses dg kontesnya... :)

    slm kenal....

    BalasHapus
  4. Makasih Mbak Cii, salam kenal n sukses selalu juga...:)

    BalasHapus
  5. inspiratif
    semoga sukses selalu..ya
    dan semangat tetap terpelihara
    Semoga Indonesia bisa bebas dari Korupsi untuk Indonesia Mandiri
    salam http://ayobai.com (Ayo Bangkit Indonesia)
    jejaring sosial anak indonesia

    BalasHapus
  6. Terimakasih dan salam kenal Pak :)

    BalasHapus

 
;