Minggu, 25 November 2012

Kata Hati Naura Untukku

Sebuah pertanyaan sederhana kuajukan pada Naura,

"Bolehkah Mama memeluk dunia Sayang?"

Dan bayi mungilku yang belum genap empat bulan itu, menjawab lewat tatap matanya. Caranya menjawab dengan suara hatinya yang paling dalam dan jujur.

.........

Ma, kau adalah sahabat terbaik yang kupunya.

Melalui waktu demi waktu bersamamu, adalah saat-saat terindah yang takkan pernah kulupakan sepanjang hidupku.

Aku bangga padamu.

Pada semangatmu yang luar biasa,

pada perubahan besar yang kau cita-citakan,

pada impian yang kau perjuangkan dengan pantang menyerah.

Aku akan sangat berbahagia jika suatu saat nanti kau dapat pergi ke negeri impianmu, ke universitas yang kau cita-citakan di sanalah kau akan kembali belajar.

Aku akan sangat bangga padamu Ma.

Tapi jika aku boleh memilih, aku lebih memilih kau tetap di sini bersamaku.

Menemaniku tumbuh besar; menemaniku mengenal dunia.

Dan aku akan tetap bangga padamu.

Kau tetap menjadi orang terhebat dalam hidupku........

..............

Dengan mata berkaca, kutatap Naura. Berharap bisa menjadi "Ibu Kangguru" untuknya, yang membawanya selalu dalam dekapan, ke langit manapun bintang impian akan kugapai. Semoga.

4 komentar:

  1. Mba ririn mang bisa deh buatku menagis*cetk ucek mata...tapi benar mba.... itulah kata yang ingin diucapkan seorang anak kepada ibunya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tulisan yang satu ini juga saya tulis sambil menangis Mbak Astin, tiap membacanya juga sering berkaca :) Ini tulisan ketika saya dalam proses memutuskan untuk apply beasiswa ke Aussie. Finally akhirnya kuliah di dalam negeri, pilih yang dekat juga, agar bisa memeluk keduanya, anak dan juga impian untuk sekolah lagi. Terimakasih sudah mampir Mbak....:)

      Hapus
  2. sayapun menangis membacanya,,,dan sy melakukannya mbak, dalam semua kerumitan dan keterbatasan sbg ibu sekaligus ayah, sy tetap membawa anak sy ikut ke jepang. Hanya bermodal keyakinan bahwa perjuangan bersamanya akan beakhir dengan senyuman lebih dr indah nantinya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya turut bahagia akhirnya Mbak Erlia bisa membawa si kecil, tak mudah untuk menjadi "ibu kangguru" Mbak. Saya percaya Mbak Erlia telah mencoba sebaik mungkin, salut....:)

      Hapus

 
;