Senin, 12 November 2012

Bersedekah Ala Fesbuk

Facebook memang sangat kreatif. Salah satunya ia bisa jadi ajang bersedekah. Pastinya tidak pakai koin atau uang kertas. Tidak juga dengan senyuman (senyum kan juga sedekah). Tapi pakai jempol alias ngeklik "like".

Fenomena nge-like sempat menjadi perhatian saya dan suami beberapa waktu lalu. Ada teman di FB yang saya rasa saya tidak kenal dia, tiba2 kirim inbox minta jempol dan komen. Gak cuma satu, ada beberapa. Kadang juga sampai ngetag di wall sehingga ketika teman-teman lain nge-like dan komen, notification saya jadi penuh. Jujur, saya merasa terganggu. Saya share pada suami soal itu, lebih tepatnya komplain. Hehe, padahal kan suami tidak ada hubungan sama sekali sama like ngelike itu...

"Apa sih susahnya nge-like?" tanya sekaligus komen suami singkat. Iya sih, kan tinggal klik like, gak pake kalori, sambil merem juga bisa, tapi.....

"Aku kan gak bisa asal nge-like, aku harus benar-benar suka atau paling tidak aku paham apa yang aku like atau setidaknya aku kenal sama yang mau aku like....". Ya, selama ini setidaknya karena tiga alasan itu saya ngeklik like. Jadi tidak asal nge-like.

Jika saya memang suka, saya akan ngelike meski tidak diminta atau saya tidak terlalu atau bahkan tidak kenal sama sekali dengan yg bersangkutan. Dan meski teman, kalau memang tidak suka, tentu saya tidak akan ngeklik "dislike" karena memang tidak ada, hehe, maksudnya saya akan diam saja....

"Memang like-like an gitu buat apa sih?" tanya suami. Dia mungkin tidak tau apa manfaat dan keuntungannya. Biasalah dunia laki-laki, beda topik:) Tren like kan masih dimonopoli kaum hawa terutama ibu-ibu.

"Biasanya untuk kuis atau apa, yang paling banyak dapat jempol n komen biasanya jadi pemenang"

"Ya udah, klik aja, anggap aja bantu teman...." jawab suami. Saya hanya diam, kalau curhat sama suami memang biasanya begitu, ujung-ujungnya "take it easy....".

"Anggap saja sedekah" tambahnya.

Hmmmmm......

2 komentar:

  1. laki2 kadang lebih simpel ya..

    kl sy biasanya kl gak mau notifnya penuh, untuk bbrp status biasanya habis nge-like atau komen sy klik unfollow post. Jd gak menuh2in notif..

    BalasHapus
  2. Wah kita sama Mbak ke2nai :) saya juga sering menge-klik unfollow post untuk mnyortir agar notif2 yang penting saja yg masuk, but however, todongan jempol dari orang-orang yang tidak kita kenal apalagi sering, cukup mengganggu, hehe. terimakasih sudah mampir :)

    BalasHapus

 
;