Jumat, 13 April 2018

Bahkan Tulisanpun Memiliki 'Jodoh'

Setiap kali 'berpapasan' dengan ide dan tak sempat menulisnya, biasanya saya menyimpannya di kepala. Tak bisa dipastikan kapan si ide akan menetas menjadi tulisan; bisa satu hari, satu minggu, bahkan tiga tahun  Biasanya bukan soal waktu yang paling menentukan, tapi momentum. Saya baru ingat si ide kalau misalnya ia menjadi buzzword di media, atau kebetulan menjadi tema sebuah lomba. Inipun tak langsung memuluskan perjalanan si tulisan menemukan 'jodoh'nya 
Soal 'jodoh' tulisan, ada satu kisah tulisan saya yang saya rasa begitu inspiratif (menurut saya sebagai penulisnya  )


Kamis, 12 April 2018

Cegah dan Lawan Penipu Online yang Bergentayangan


Pernah tertipu saat bertransaksi online sekitar 2,5 tahun yang lalu, memberi saya banyak pelajaran berharga betapa sangat pentingnya menjadi konsumen cerdas di era digital. Mengingat, transaksi online kini tidak hanya sebagai gaya hidup kekinian, namun juga kebutuhan yang memberi banyak kemudahan.


Si Koncer, icon Konsumen Cerdas


Minggu, 04 Februari 2018

Hibernasi......

Lama sekali blog ini tidak saya update. Hampir 1,5 tahun. Ya, hampir selama ini pula saya nyaris tidak menulis. Di media mana pun. Hanya sesekali saja menulis status (pendek) di akun media sosial Facebook. Namun lebih sering hanya share postingan-postingan lama yang muncul di linimasa. Sesekali posting foto di Instagram, itu pun kadang tanpa caption. Beberapa akun lain terbengkalai, nyaris tidak pernah saya kunjungi dalam kurun waktu yang lama. Bahkan ada yang saya lupa apa passwordnya.

Begitu lamanya saya ber-hibernasi, ratusan komentar di blog termoderasi bersama ribuan email yang belum terbaca. Saya bahkan lupa di mana tombol power komputer karena begitu lamanya tak menulis. Huff.....

Kenapa lama sekali saya vakum menulis?

Ada banyak cerita, ada banyak kisah sekaligus alasan..... :)

Melalui postingan pertama ini, perkenankan saya memohon maaf atas banyak komentar yang saya moderasi. Mohon maaf juga jika ada postingan yang kurang berkenan, tidak bermanfaat, dan sebagainya. Semoga bisa segera kembali dan terus berkarya dengan karya yang jauh lebih baik, dan lebih bermanfaat. Mohon doanya.....

Kamis, 01 September 2016

Pengalaman Melaporkan Penipuan Online

WASPADA PENIPUAN BELANJA ONLINE
Foto dari www.xohop.com

Setahun lalu, saya kena tipu waktu belanja perlengkapan bayi di salah satu situs belanja online. Agak panjang ceritanya kenapa saya sampai tertipu. Lain waktu saya ceritakan sekalian dengan tips mengenali gelagat buruk saat belanja online (InsyaAllah). Khusus untuk tulisan saya kali ini, saya akan sharing tentang bagaimana melaporkan penipuan online, yang dalam kasus saya, Alhamdulillah uang bisa kembali.

Nominal kerugian saya sebenarnya tidak terlalu banyak, Rp 650.000 (kayaknya banyak juga ya :) ). Nominal ini untuk dua jenis barang dalam dua kali transaksi. Saya mulai merasa ada yang salah ketika tanya resi, lama dijawab. Lalu didelcon dari BBM. Masih mencoba berprasangka baik. Tapi barang tidak juga datang. Setelah menunggu sekitar seminggu, lalu dua minggu, fix saya tertipu.

Rabu, 31 Agustus 2016

Kampoeng Batja, Mengajak Indonesia ‘Membaca’


Dalam hal budaya membaca, kita sangat jauh tertinggal dari banyak negara. Hasil survei sebuah perguruan tinggi di Amerika Serikat pernah menempatkan Indonesia di urutan ke-60 dari 61 negara yang disurvei. Kita hanya setingkat lebih baik dari Botswana, sebuah negara miskin di Afrika.

Budaya membaca yang baik akan sulit terwujud, jika kemampuan yang lebih mendasar, yakni kemampuan membaca itu sendiri, masih menjadi persoalan besar di negara kita. Buta aksara atau buta huruf masih terjadi di sejumlah daerah di Indonesia. Dan salah satu daerah yang pernah menduduki peringkat pertama sebagai daerah dengan jumlah buta huruf terbanyak adalah Kabupaten Jember. Berdasarkan data Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal (Ditjen PNFI) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan awal 2010 lalu, Jember adalah kabupaten yang memiliki warga buta aksara paling banyak yakni sebanyak 232.000 orang.


Jumat, 23 Oktober 2015

Bersegera ke Tanah Suci dengan Arisan Keluarga

Jamaah haji melakukan sujud syukur saat tiba di bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta, Rabu (5/11)
Seorang jamaah haji sujud syukur saat tiba di Bandara Halim Perdana Kusuma, sumber foto : Republika

Selain memiliki rumah dan kendaraan, menjadi tamu Allah di Baitullah baik dengan haji maupun umroh adalah impian lain yang bahkan masuk kategori wajib bagi sebagian keluarga muslim. Sayangnya, impian yang satu ini terbilang ‘wah’ bagi kebanyakan masyarakat kita. Perlu menabung dalam kurun waktu yang lama karena biayanya tidak sedikit. Tak jarang, ‘kebutuhan’ yang satu ini juga kerap tergeser oleh kebutuhan lain yang lebih mendesak. Akhirnya, seringkali terjadi, berkunjung ke rumah Allah seakan bulan bagi para pungguk yang hanya bisa merindukannya dari kejauhan. Dan saya mungkin termasuk salah satu dari para pungguk itu :)

* * *

Senin, 29 September 2014

Belajar dari Kearifan Finansial Perempuan-perempuan Tempo Dulu


Sumber Foto : Liveolive.com

Seorang teman yang tengah berduka karena kepergian ibunya untuk selama-lamanya, bercerita betapa ia sangat terhenyak saat mengetahui betapa sangat baiknya pengelolaan keuangan yang dilakukan ibunya semasa hidupnya. Sebuah ‘rahasia’ yang baru dibeberkan sang ibu beberapa saat menjelang kepergiannya.

“Ibuku ternyata sangat detil mengingat semua utang dan piutang, kepada siapa dan berapa jumlahnya” terang teman saya tadi.

Tak hanya itu, dalam kondisi sakit parah, teman saya yang kebetulan anak tertua dalam keluarga, diminta untuk mencatat semua daftar kekayaan yang dimiliki keluarganya. Si anak terpukau, banyak sekali yang ia tidak ketahui selama ini. Dan ia kian takjub saat mengetahui bahwa sang ibu telah mempersiapkan banyak hal untuknya dan adik-adiknya. Misal, hasil panen kebun ditujukan untuk biaya pendidikan si tengah. Sedang hasil panen padi di sawah untuk persiapan biaya si bungsu yang tak lama lagi memasuki jenjang perguruan tinggi. Ia semakin tak tahan menahan tangis sangat mengetahui si ibu ternyata juga telah mempersiapkan biaya pernikahannya dalam jumlah yang tak sedikit, berupa sejumlah hewan ternak dan perhiasan emas.

 
;